Assalamu'alaikum Ww Konon katonyo.... maliek tuah ka nan manang, maliek conto ka nan sudah... ya.. sudahlah ..TsS tingga evaluasi dan pembubaran panitia plus etong-etong pambagian (kok ka lai)...
so..... Baa kok kito siapkan Tour d Minangkabau 2010......, digeser wakatunyo saketek untuak manyasuaikan jo liburan rang bule di utara...., indak paralu pulo si Louis Amstrong bana nan ka diundang doh.....cukuik nan Semi Pro sajo....team-team Universitas Universitas se jadi ...tapi banyak....... tidak cuma 20 team..... Ciek lai.... balikanlah 'the local hero' - pembalap tuan rumah tu sepeda 2000 dolar ntu...., masa iyo umua sepeda nyo labiah tuo pulo dibandiang pembalapnyo..... Ado tanyo ciek lai..... , ambo indak mandanga peran KONI daerah, ataupun ISSI daerah di barito-barito TdS iko....indak dibaok sato atau talalu randah hati... Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak Pada 4 Mei 2009 05:52, Muzirman -- <[email protected]> menulis: > Utk lbh berimbang nya cerita kita , mari kita dengar juga pihak wartawan > berbicara. masalahnya apa yg dpt kita lakukan utk kedepan. Kurang nya ke > terilibatan wartwanlokal, yg berarti kurangnya expose Sumbar di layar TV. > KIta harapan wartawam asing dr Team pembalan LN banyak meng expose Sumbar, > yaa bgmn kita tahu? Jkt bermain di "atas" saja,.. mencuekkan kita..yg > berarti tidak/kurang mempromosikan potential kepariwisataan kita. Itulah > sanak " kalau awak bansek" tu , inyo caliek sabalah mato se nyo.(APBD awak > 60 +/- berasal dr Jkt.,). Ini harus menjadi cambuk kita utk lebih bekerja > keras, membangun nagari awak. > Jangan terlalu banyak berharapan dari tetesan Pusat. > InsyaAllah. Mungkin sanak2 ada yg wartawan, silahkan ber embuk utk > mengajukan petisi/protes ke pak Menteri Pariwisata. Kira2 bgmn tanggapannya. > > Wass. Muzirman Tanjung. > ------------------------------- > Minggu, 03 May 2009 > Wartawan Kacangan,di Tour de Singkarak > > Khairul Jasmi Betapa bangganya kita sebagai orang Minang dengan iven balap > sepeda internasional, Tour de Singkarak 2009. Apalagi melihat iklannya di > televisi. Sedikit saja terdengar bunyi talempong di layar kaca itu, > perhatian kita langsung tersita. Apalagi, ada iklan khusus. Negeri awak > diperhitungkan orang rupanya. Kemudian datanglah hari pesta itu. Ratusan > orang berdatangan dari Jakarta dan berbagai negara. Kalikan saja berapa hari > mereka di sini dan berapa uang mereka belanjakan. Alamat akan maju juga > wisata Ranah Minang. Tapi, sebagai pemimpin redaksi koran lokal, saya > menerima cerita tentang luka di hati. Cerita teman-teman dan adik-adik saya > di lapangan. Sebagai wartawan, mereka tak kalah profesional dengan wartawan > Jakarta. Liputan mereka lebih dalam, bahkan lebih luas dibanding koran > Jakarta. Tapi, teman-teman saya, anak-anak Padang dianggap wartawan kacangan > di rumahnya sendiri oleh Departemen Pariwisata nan congkak itu. Jakarta > memang congkak sejak dulu kala, sejak zaman Belanda. Saya bisa berdebat dan > mempertahankan argumentasi saya soal kecongkakan Jakarta itu, dari masa ke > masa. Sejarah bangsa ini membuktikan, betapa pusat kekuasaan dan > orang-orangnya selalu merasa hebat dan selalu minta dilayani. “Jakarta > centris, Java centris”, sama dengan Belanda memberlakukan Indonesia dengan > “Eropa centris.” Departemen Pariwisata dan Kebudayaan bersama jajarannya ke > bawah, tidak saja melecehkan wartawan tapi juga pemerintah daerah. Tanyalah > pada gubernur Sumbar, apa Pemprov diajak secara serius? Apakah > instansi-instansi lain diajak ikut serta? Wartawan RCTI Gusfen Khairul > pagi-pagi menelepon saya, ia kesal dengan panitia dan EO Tour de Singkarak. > “Peran media dan wartawan lokallah yang membuat masyakat menerima acara ini, > kenapa pers lokal diabaikan?” katanya. “Ya, sampai tadi malam memang begitu > (wartawan lokal diabaikan), perlu langkah bersama untuk hal ini,” tulis > Pemred Padang Ekspres, Firdaus dalam SMS-nya kepada saya. “Kalau untuk Padek > (Padang Ekspres) memang sangat dirasakan tak dianggap. Mereka lebih > menghargai wartawan yang datang dari Jakarta,” kata Redpel Padang Ekspres, > Revdi Irwan Syahputra. “Benar sekali, EO kurang beres, koordinasi tidak > jalan, jadi saling lempar tanggung jawab, Pemprov dan Dinas Pariwisata > kurang lancar pula komunikasi,” kata wartawan Trans TV, Jhonedy Kambang. > “Saya dan Fery sedang di Bukittinggi meliput atas inisiatif sendiri pakai > travel, makan sendiri,” kata Dede Amri, wartawan olahraga Singgalang yang > bertugas khusus untuk liputan Tour de Singkarak tersebut. “Awak setuju. Kita > adalah tuan rumah di negeri sendiri yang harus mereka hargai sebagaimana > kita menghargai para tamu. SDM dan karya pers pusat dan daerah seimbang, > bahkan kita lebih unggul,” tulis wartawan Antara, Hendra Agusta. “Betul, > awak tidak dianggap sedikitpun,” kata Korlip Haluan, Jhon Edward Rhony.”Ibo > ati awak, Bang,” (sedih hatiku, Bang), jawab korespoden Tribun Pekanbaru, > Young Ster Twin. Menurut dia, wartawan dioper-oper kiri-kanan. Malah ia > mendengar temannya bercerita, “untuk apa wartawan lokal, sebab wartawan > Jakarta kan sudah ada meliput.” Robi Leo, orang yang ditunjuk oleh EO pusat > untuk mengkoordinir wartawan di Padang, lelah, babak belur dan makan hati. > Ia diberi kuasa, tapi kakinya diikat. Bak ayam di lesung padi. Menurut dia, > Jakarta pada 5 April lalu telah meminta daerah (Dinas Pariwisata) untuk > mengkoordinir wartawan lokal. Robi kemudian sudah mengajukan daftar wartawan > dan apa saja yang perlu dipenuhi. Tapi, dipending-pending terus. Malah > sampai H-2 juga belum ada kepastian. Kadinas James Hellyward juga sudah > penat dan lelah mengurus banyak hal. Seharusnya urusan wartawan tak bagian > dia lagi, tapi anak buahnya. Kabarnya, anak buahnya, yang diserahi mengurus > wartawan tak bekerja maksimal. Lantas H-1, urusan wartawan media lokal > diserahkan ke Humas Pemprov. Tapi, kata Kepala Humas Suhermanto Raza, sehari > menjelang acara, dari mana dana untuk transportasi dan akomodasi wartawan > akan diambilkan. Dari awal Humas memang tidak dilibatkan sama-sekali. > Sebagai Humas dalam acara itu, tak ada SK-nya. Tapi, karena ini acara daerah > dan demi nama baik daerah, kata Suhermanto, ia minta wartawan lokal untuk > tetap meliput. “Ini perintah atasan pada saya, maka saya laksanakan > semaksimal mungkin,” kata Suhermanto pula. Begitulah, akomodasi dan > transportasi untuk wartawan lokal peliput tetap saja tak ada. Meski begitu, > wartawan lokal, demi cinta Ranah Minang dan panggilan tugas jurnalistik > tetap meliput, meski bahan-bahan liputan dari panitia tak pernah didapat. > Wartawan lokal yang di lapangan memang seperti beruk di rimba, cari buaian > sendiri, cari makan sendiri dan tidur sendiri di dahan kayu di mana suka. > Bagi mereka tak soal benar, sebab kepuasan batin sudah didapat. Wartawanlah > namanya, tak kayu jenjang dikeping. Akan halnya Singgalang, sebagai media > partner, meliput acara itu habis-habisan dengan space yang cukup, sehalaman > atau setengah halaman dengan berita dan foto di halaman utama. Sebagai media > profesional, kami akan meliput sebanyak-banyaknya sampai tuntas.Namun > sebagai wartawan lokal, saya pribadi tersinggung dan sedih teman-teman saya > di lapangan dianggap kacangan. Kini adalah hari-hari gegap gempita Tour de > Singkarak, iven pertama yang amat dibanggakan hadir di Ranah Minang. > Selamatlah kepada pejabat pemerintah pusat. Terimakasih pada Departemen > Pariwisata dan Kebudayaan yang telah ‘menghitung’ Sumbar sebagai salah satu > provinsi penting dunia wisata. Para pembalap dan segenap rombongan > ikutannya, berbelanjalah di kampung kami. Tinggalkan uangmu di sini, > kenang-kenanglah kamiselamanya. Ketika iven usai, negeri ini akan senyap > kembali. Kami para wartawan akan terus bekerja dan bekerja, meski para > pejabat sudah tidur pulas di balik selimut tebalnya. > > > > > -- Z Chaniago - Palai Rinuak Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan Adat menjadi rasional . Sukseskan Kejuaraan Paralayang - Puncak Lawang to Danau Maninjau 17 Mei 2009 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
