Linda, saya sungguh terharu membaca reportase Linda dan Muhammad Fadli ini, 
lengkap dengan foto=fotonya ini. Pupuslah sudah kesangsian dan keraguan saya, 
yang saya rasakan menjelang TdS tersebut. 
Kepada semua kalangan yang telah berkiprah dalam suksesnya TdS ini secara 
pribadi saya sampaikan salam hormat dan penghargaan. 
Secara khusus salam hormat dan penghargaan ini saya tujukan kepada Dr. Sapta 
Nirwandar, Dirjen Pemasaran Deparsenibud, arsitek utama dari TdS ini.
Semoga acara ini merupakan acara tetap Sumbar dalam tahun-tahun mendatan, 
sebagai suatu 'terobosan besar' yang sama sekali tidak kita duga.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, but 
when character is lost everything is lost.
Ein Volk ohne Geschichte is Ein Volk ohne Kultur.
Alternate e-mail addresses: 
[email protected];

[email protected]
[email protected]
 


--- On Mon, 5/4/09, linda pluto <[email protected]> wrote:


From: linda pluto <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Tour de Singkarak-MP
To: [email protected]
Date: Monday, May 4, 2009, 4:40 PM









Tour de Singkarak
Sumatera Barat 29 April 2009 s.d 3 Mei 2009
Oleh: Erlinda Cahya Kartika dan Muhammad Fadli (Komunitas Minangkabau 
Photographers)




Tour de singkarak 2009 adalah event pertandingan balap sepeda terbesar di 
Indonesia yang menempuh jarak lebih dari 459 km. Event yang bertaraf 
Internasional ini akan diikuti oleh beberapa negara di dunia.    Rute yang 
dilalui untuk Tour de Singkarak ini akan melewati kota-kota indah dan beberapa 
danau yang sangat indah di sumatera barat. Acara ini diikuti oleh 12 negara 
peserta dengan jumlah team sebanyak 25 team, dengan total hadiah mencapai 
$60,000. Acara ini diliput oleh beberapa media baik lokal maupun 
Internasional.  Komunitas Minangkabau Photographers berkesempatan meliput acara 
ini sampai tuntas mulai dari pembukaan sampai acara penutupan dengan hasil 
liputan seperti tergambar pada uraian berikut ini.

Pembukaan Tour de Singkarak dilaksanakan hari rabu malam kemarin (29/4) yang 
diselenggarakan di GOR Agus Salim Padang. Acara ini dihadiri oleh menteri 
Kebudayaan dan Pariwisata H.E Jero Wacik dan juga kepala dinas pariwisata 
propinsi Sumatera Barat James Hellyward.  Acara pembukaan berlangsung meriah 
dengan adanya orkestra ibukota pimpinan Dwiki Dharmawan dengan menghadirkan 
artis-artis ibukota seperti ita purnama sari, Elly Kasiem, Andien dan beberapa 
artis lainya.  Selain itu tidak ketinggalan beberapa artis lokal yang 
membawakan lagu-lagu minang juga mewarnai acara pembukaan.  Suasana semakin 
meriah dengan adanya pertunjukan kembang api, dan tabuhan bedug khas Sumatera 
Barat menjadi sebuah pertanda bahwa acara Tour de Singkarak telah resmi di buka.
Sehari sebelumnya (28/4) para pembalap dari berbagai negara mulai berdatangan 
dan suasana di hotel bumi minang sangat ramai. Pengemasan yang luar biasa di 
sekitar hotel tempat para peserta menginap dilakukan dengan promosi pariwisata 
indonesia dan khususnya Sumatera Barat.  Tampak disisi kanan loby hotel di 
pamerkan pelaminan khas minang dengan lengkap.  Dan tampak beberapa X banner 
yang dipajang untuk beberapa event wisata di Sumatera Barat selanjutnya seperti 
SITF (Sumatra International Travel Fair) dan pekan budaya se-Sumatera.  Selain 
itu brosure-brosure tentang potensi wisata dari seluruh indonesia juga 
dipamerkan serta dibagikan secara cuma-cuma kepada setiap orang yang hadir di 
hotel termasuk kepada para peserta lomba balap sepeda ini.
 
 

Kamis (30/4) merupakan etape pertama dan merupakan pertandingan premier dari 
rangkaian perlombaan Tour de Singkarak ini, yang mana titik startnya adalah di 
taman budaya kota Padang.  Rute pada etape pertama adalah di sekitar kota 
padang yaitu di sekitar tepi laut padang.   Sambutan masyarakat cukup meriah, 
sorak-sorai para penonton membuat para pembalap semakin bersemangat untuk 
mengayuh sepedanya semakin kencang.   Hasil pertandingan pada etape pertama ini 
adalah menempatkan pembalap dari Australi Malcolm Rudolph sebagai pemenangnya.
Setelah melakukan pertandingan hari pertama yang cukup melelahkan, malam 
harinya para pembalap dijamu langsung makan malam oleh walikota padang Fauzi 
bahar di kediamannya.   Adapun tujuan dari penjamuan ini adalah untuk 
memberikan sebuah penghormatan dan penghargaan kepada para pembalap serta untuk 
menunjukkan keramahan yang memang selama ini dimiliki oleh bangsa indonesia.  
 
 
 
 
Etape ke 2 yang berlangsung pada hari jum’at (1/5) menempuh jalur 
Padang-Bukittinggi dengan total jarak tempuk 93,2 km.  Jam gadang, salah satu 
maskot dari kota Bukittinggi yang telah terkenal ke seluruh penjuru dunia ini 
dipilih menjadi titik finish untuk etape ke 2 ini.  Jalur Padang-Bukittinggi 
ini melalui sebuah kawasan yang menjadi maskot pariwisata Sumatera Barat yaitu 
lembah anai, di lembah anai ini terdapat air terjun di pinggir jalan dengan 
ketinggian mencapai 40 m.  Udara yang sejuk dan pemandangan yang sangat indah 
di sepanjang jalur terutama di daerah lembah anai ini pasti menjadi sebuah 
pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi para peserta balap sepeda yang 
bertaraf internasional ini. Medan yang ditempuhpun bisa dibilang tidak gampang, 
jalan berliku dan tanjakan yang tidak sedikit memberikan kesulitan tersendiri 
bagi para pembalap.  
 
 
 
 
 
 
Antusiasme penduduk Sumatera Barat dalam menyaksikan acara besar ini dinilai 
cukup bagus dimana sepanjang jalan dipenuhi dengan sorak-sorai yang 
menyemangati para pembalap.  Di lembah anai sendiri sengaja para pembalap 
disambut dengan kesenian tradisional dari Sumatera Barat yaitu tabuhan 
perkusi.  Tujuan dari ini semua tidak lain adalah kembali sedikit menunjukkan 
kekayaan budaya sumatera Barat.  
Selain lembah anai pada jalur Padang-Bukittinggi peserta juga akan melewati 
Gunung Marapi Sumatera Barat.  Daerah yang konon merupakan cikal bakal dari 
suku minagkabau ini memiliki keindahan alam luar biasa dengan udara yang sangat 
dingin. Di sepanjang jalan anak-anak sekolah dan para penduduk koto baru (di 
kaki Gunung Marapi) memberikan teriakan-teriakan semangat kepada para pembalap 
dan membawa bendera Indonesia merah putih untuk memberikan semangat kepada para 
pembalap dari Indonesia.Jika air terjun lembah anai berada di sebelah kiri 
jalan maka Gunung Marapi ini berada di sebelah kanan para pembalap.  Bukan 
hanya Gunung Marapi tetapi di sebelah kiri jalan para pembalap akan bertemu 
dengan dua buah gunung sekaligus yaitu gunung Singgalang dan Tandikat.  Bentang 
alam yang indah dan tiada duanya.Semakin menunjukkan keindahan alam yang tak 
dapat dilukiskan dengan kata-kata. Perjalanan para pembalap pada etape ke-2 ini 
pun berakhir di kota
 Bukittinggi.  Yang menjadi pemenang pada etape ke-2 ini adalah pembalap dari 
negara Qatar Rafaa Chtioui dengan waktu 2 jam 16 menit 34 detik, sementara 
Indonesia sebagai tuan rumah hanya mampu menempati urutan ke 8.  Etape ke 3 
akan dilanjutkan keesokan harinya (2/5) dan malam ini para peserta akan 
bermalam di kota wisata Bukittinggi.

 
Sabtu (2/5) merupakan etape ke 3 dimana peserta akan menempuh jalur 
bukittinggi-batusangkar-sawahlunto dan akan berakhir di danau singkarak dengan 
jarak tempuh mencpai 175,3 km. Peserta berangkat dari kantor walikota 
bukittinggi pada pukul 9.00  pelepasan peserta dilakukan langsung oleh walikota 
bukittinggi Aji Jufri. Pada etape ke 3 ini perlombaan dibagi menjadi 2 yaitu 
etape 3A yang menempuh rute Bukittinggi-Tanah datar-Sawahlunto (865,1 km) dan 
dilanjutkan etape 3B Sawahlunto-Danau Singkarak (90,2 km).

Kantor Walikota yang berada diatas perbukitan dengan ciri khas kantor berbentuk 
layaknya rumah adat minangkabau bagonjong dengan pemandangan yang indah 
disekitar kantor walikota dimana disebalah kanan nampak bukit barisan yang 
begitu menawan menjadi pilihan tempat yang sempurna untuk pelepasan peserta 
Tour de Singkarak untuk etape 3 ini. Semakin meyakinkan kepada seluruh peserta 
dan kepada dunia akan keindahan alam minangkabau dan layak untuk dijadikan 
sebagai daerah tujuan semua orang untuk menghabiskan waktu liburnya.
 
Perjalanan peserta dari bukittinggi menuju kota batu sangkar, kota yang 
memiliki julukan kota budaya.  Umbul-umbul marawa yaitu umbul-umbul yang 
berwarna merah kuning dan hitam yang menjadi simbol dari Sumatera Barat yang 
melambangkan 3 wilayah di Sumatera Barat (secara berurutan Agam, 50 kota dan 
tanah datar) dipasang di sepanjang jalan.
 
Keindahan alam yang akan dilewati para peserta lomba adalah hamparan sawah 
hijau bagaikan permadani, keunikan rumah bagonjong di beberapa tempat dengan 
batas pandangan mata bukit barisan yang mengelilingi daerah ini. Sangat menawan.
 
Perjalanan menuju danau singkarak bukanlah rute yang gampang.  Ciri khas 
daratan sumatera dengan kelerengan bergelombang menambah tantangan bagi para 
peserta.  Namun jalanan yang berbelok dan menanjak ini terbayarkan oleh 
keindahan alam yang disuguhkan didepan mata.
Tak kalah indah dengan daerah lainnya, kota sawahlunto yang menjadi tujuan 
berikutnya menyuguhkan lokasi bekas tambang batubara yang dikemas sedemikian 
rupa sehingga memberikan pemandangan yang tidak terlupakan.  Perbedaan suhu 
yang sangat kentara dengan daerah sebelumnya tidak mengurangi semangat para 
pembalap.  Memang daerah sawahlunto ini cenderung lebih panas jika dibandingkan 
Bukittinggi dan Tanah Datar, namun inilah ciri khas negeri Indonesia.  Iklim 
tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun yang memberikan kehangatan dan 
kenyamanan udara.  Di sini kembali kedatangan para peserta lomba disambut 
dengan pukulan perkusi yang sangat menggairahkan semangat.  Selain itu sorak 
sorai penonton tak kalah ramainya dengan daerah-daerah lainnya.  Pemenang etape 
3A adalah Ghader Mizbani dari Iran dengan total waktu tempuh 1 jam 52 menit dan 
57 detik.
Pada hari yang sama peserta melanjutkan etape 3B dengan rute Sawahlunto-Danau 
Singkarak peserta. Di Danau Singkarak penyambutan peserta oleh masyarakat 
Sumatera Barat yang berada disekitar danau tak kalah meriah.  Berbagai teriakan 
menyemangati peserta lomba menambah semangat dan semarak acara ini.  
Pemandangan yang disuguhkanpun sudah pasti akan memberikan kesan mendalam 
kepada para peserta.  Danau yang indah dan dikelilingi oleh bukit barisan, 
memberi pemandangan yang tak terlupakan.Pada etape ke 3B ini perlombaan 
dimenangkan oleh peserta yang berasal dari jepang Tauji Nishitani dengan total 
waktu tempuh 2 jam 12 menit 02 detik.
Minggu (3/5) Etape ke 4 menempuh rute Danau Singkarak-Danau Kembar (Danau 
Diatas-Danau Dibawah)-Danau Singkarak.  Total jarak yang ditempuh pada etape ke 
4 ini adalah 188 km dan merupakan jarak terjauh pada perlombaan ini.  Gambaran 
keindahan alam yang luar biasa, hanya dalam jarak yang tidak lebih dari 100 km 
tersuguh 3 buah danau sekaligus dan bisa ditempuh dengan sepeda.  Danau 
Singkarak, Danau Diatas dan Danau Dibawah (biasa disebut danau kembar).  
Suguhan keindahan alam yang hanya bisa di temui di Sumatera Barat.  Pemandangan 
yang disuguhkan sepanjang jalur antara ke 3 danau inipun tak kalah menarik.  
Para peserta akan melalui hamparan perkebunan teh yang sangat indah, tentunya 
dengan medan yang tidak kalah menantangnya dengan medan yang dilalui pada etape 
ke 2 dan ke 3.  Para peserta lomba mengaku sangat terkesan dengan jalur yang 
dilalui pada etape ke 4 ini.  Disamping merupakan rute terjauh juga merupakan 
medan terberat yang dilalui oleh
 mereka.Kesegaran udara kembali disuguhkan sebagai imbalan untuk keletihan 
dalam menempuh tempat ini.  Tak beda dengan beberapa daerah lainnya antusisme 
masyarakat menyambut kedatangan peserta tour de singkarak ini sangat tinggi.  
Setelah melalui kedua danau peserta kembali menuju danau singkarak, adapun yang 
menjadi pemenang untuk etape ke 4 ini adalah peserta dari.  Namun sayangnya 
pembalap dari Sumatera Barat yang menjadi tuan rumah acara ini tidak dapat 
mengikuti etape ke 4 ini, setelah kemarin pada etape 3B gagal mencapai finish.  
Sebuah kenyataan yang menyesakkan dada, namun ini menjadi PR bersama agar 
kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Juara umum dari Tour de Singkarak ini adalah Ghader Mizbani dari Phetrichamical 
Team (Iran) dilanjut dengan juara ke 2 adalah Amir Zargari University (Iran) 
dan juara ke 3 adalah, Cameron Jennings dari Australia.
Acara penutupan dihadiri oleh Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Marketing 
kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.  Sempat Artis ibukota Kristine Hakim 
menghadiri acara penutupan ini. Dalam pidato penutupan Sapta Nirwandar 
menyebutkan bahwa acara Tour de Singkarak ini akan dijadikan agenda tahunan 
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Dan lebih menggembirakan lagi 
Union Cycliste Internationale (UCI), menyebutkan bahwa event tour de singkarak 
ini akan dicatat dalam kalender tahunan mereka.
Kesan yang mendalam dapat dilihat dari wajah-wajah peserta tour de singkarak 
ini.  Sebuah pengalaman yang pastinya tidak akan telupakan sesuai dengan tujuan 
yng diusung acara ini tampak dapat tercapai dengan sempurna. Keramah tamahan 
penduduk Sumatera Barat diakui mereka sebagai hadiah luar biasa bisa mengikuti 
acara ini.
Memang masih ada beberapa kekurangan dari rangkaian acara ini, namun kekurangan 
itu dapat tertutup oleh semangat dari setiap peserta dalam mengikuti perlombaan 
dan sportifitas yang tinggi serta antusiasme masyarakat dalam menyambut acara 
ini.   Sangat berharap acara ini kembali diadakan tahun depan dengan 
penyempurnaan dari evaluasi yang ada.  Target yang lebih tinggi dalam 
pelaksanaan selanjutnya agar dapat menjadi sebuah perlombaan internasional yang 
bisa membawa kemajuan pariwisata Indonesia dan khususnya Sumatera barat.  
(Linda Pluto)

Sebagian Foto-foto liputan dapat dilihat di: 
http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/album.php?aid=24099&id=1137251751


Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke