IJP telah memilih karir politiknya dengan sadar, dan mempunyai berbagai rencana 
alternatif untuk memelihara momentum karirnya itu jika suatu jalurnya tersumbat.
Jalan terus bung IJP. 

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, but 
when character is lost everything is lost.
Ein Volk ohne Geschichte is Ein Volk ohne Kultur.
Alternate e-mail addresses: 
[email protected];

[email protected]
[email protected]
 


--- On Tue, 5/5/09, zul amri <[email protected]> wrote:


From: zul amri <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] IJP : Setelah Gagal ke Senayan , Incar Jabatan Bupati..
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 5, 2009, 7:03 AM






 Politika 




[ Selasa, 05 Mei 2009 ] Jawapos.
 
Indra Jaya Pilliang setelah Gagal ke Senayan 

Incar Jabatan Bupati, Emoh Balik Jadi Pengamat 

Tidak berhasil menjadi wakil rakyat di DPR tidak membuat Indra Jaya Pilliang 
berkecil hati dan menyesali pilihannya. Segudang rencana sudah disiapkan pasca 
pemilihan legislatif ini. Apa saja? 


KESEHATAN jiwa sebagian caleg terganggu setelah gagal lolos ke DPR atau DPRD. 
Tapi, itu tak berlaku bagi Indra Jaya Pilliang, caleg dari Partai Golkar yang 
maju di dapil Sumatera Barat II. Tidak tampak sedikut pun ekspresi sedih di 
wajah mantan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies 
(CSIS) yang namanya sering dikutip wartawan itu.

''Saya merasa senang bisa menjadi bagian dari proses pemilu yang paling hebat 
ini. Bayangkan saja, pemilu ini diwarnai lemahnya penyelenggara pemilu (KPU, 
Red), kompetisi ketat antarpartai dan caleg. Peristiwa seperti itu tidak akan 
terulang,'' candanya.

Saat ditemui Jawa Pos kemarin di Wisma Kodel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta 
Selatan, kemarin (4/5), Indra tampak sedang asyik mengobrol dengan sejumlah 
kader muda dari Partai Hanura.

Dia kini memang fokus menyukseskan duet Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) yang 
dideklarasikan Partai Golkar dan Partai Hanura pada Jumat 1 Mei lalu. ''Saya 
masuk tim Cenderawasih,'' ujarnya.

Dalam pemilu legislatif 9 April lalu, Indra meraih 26.566 suara. Itu membuat 
dirinya berada di posisi kedua. Suaranya masih kalah sedikit dari teman 
separtai, Nudirman Munir, mantan pengacara Tommy Soeharto, yang memperoleh 
31.418 suara.

Saat Pemilu 2004, Golkar bisa memenangkan 2 kursi. Sayangnya, dalam Pemilu 2009 
ini, partai beringin itu hanya bisa mempertahankan 1 kursinya. Akibatnya, Indra 
terpental.

Meski gagal ke Senayan, Indra menegaskan dirinya tidak akan balik kucing ke 
dunia pengamat yang pernah digeluti. ''Banyak pengamat baru yang sudah lahir. 
Hanya, sayangnya, sebagian besar di antara mereka merangkap sebagai 
konsultan,'' ungkap pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, 19 April 1972, 
tersebut.

Lantas, apa target ke depan? ''Banyak yang bisa saya kerjakan. Saya bisa masuk 
struktur Golkar untuk membenahi partai. Hanya, belum jelas apakah di DPP atau 
DPD. Bisa menjadi ketua DPD II Padang Pariaman atau malah jadi bupati Padang 
Pariaman dalam pilkada Juni 2010,'' jawabnya lantas tertawa lepas.

Menurut dia, pilihan untuk berkompetisi di pilkada sangat rasional. Sebab, 
perolehan suaranya di Padang Pariaman terbesar dibanding caleg lain, yakni 13 
ribuan suara. ''Saya mempertimbangkan dengan serius kemungkinan itu (tampil 
sebagai calon bupati, Red),'' tegasnya.

Bahkan, sebagai bukti keseriusan, Indra mengaku mulai berkomunikasi dengan 
barisan parpol yang mendapat kursi di DPRD Padang Pariaman. Dia mengungkapkan, 
koalisi Golkar-Hanura di level nasional sangat menguntungkan dirinya. 
Setidaknya, itu bisa menjadi modal awal kalau bisa diturunkan ke tingkat lokal.

''Dari 35 kursi di DPRD Padang Pariaman, Golkar dapat 5 kursi dan Hanura 4 
kursi,'' katanya. Apalagi, ujar dia, kalau Koalisi Besar di tingkat nasional 
juga benar-benar terealisasi sampai ke tingkat lokal sebagai koalisi dalam 
pilkada.

Meski begitu, ambisi Indra tak melulu struktural. Dia juga menyimpan cita-cita 
mendirikan lembaga think tank yang akan menjadi instrumen ideologisasi dan 
strategi partai. Salah satu perannya adalah memberi feed back kepada legislator 
Golkar yang terpilih duduk di Senayan.

''Intinya, politik itu fleksibel. Yang penting pengalaman tempur di lapangan. 
Saya sendiri merasa referensi jadi lebih lengkap. Awalnya analisis berbasis 
data dan wawancara, sekarang menjadi pelaku di lapangan,'' ungkapnya. (el)




Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke