Aha, kalau Nagari Taluak, Batangkapeh namuah bagabuang ka Solok Selatan, rancak tu. Kok dibuek jalan raya Scenic Road dari Talauak ka ajmpamng, Gqantiang ka Solok Selatan akan manguntuangkan kaduonyo. Urang Solok Selatan akan punyo akses ka pantai untuak maeksport hasil-hasil bumi mereka ke Barat. Scenic Road itu dapek dapek manjadi jalan Lingka dua arah Padang - aia sirah - Danau Diateh antah dima manyimpang taruih babelok ka Barat ka Taluak baliak ka Padang.
Jadi Solok Selatn punyo akses ka timur ka jambi dengan Batangharinyo, ke Barat dengan Scenic Roadnyo ke arah pantai barat, nan pasti marupokan urat nadi ekonomi nan pantiang nantinyo... Salam, --MakNgah Sjamsikr Sjarif --- In [email protected], Ade Marza <lakar...@...> wrote: > > Bantuak iko lah pemimpim di nagari awak kalau lah dapek mamimpin...Dima > masayarakat ka picayo lai???Tanya kenapa??? > > Senin, 04 May 2009Kalau Jalan tak Diaspal, Taluk Gugat Bupati Pessel masuk ke > Solsel > Painan, Singgalang Masyarakat Kanagarian Taluk, Batang Kapas, Pesisir > Selatan, sangat geram dengan janji Bupati Nasrul Abit. Mereka bahkan > bertekad akan mengusir tim sukses Nasrul Abit, jika datang lagi ke > nagari mereka. Pasal kekesalan warga, karena mereka sudah 3 kali > meraasa dibohongi. Janji untuk membangun jalan lingkar menghubungi Koto > Panjang-Tanjung Kandis-Koto Keduduk sepanjang lebih kurang 5 km dan > lebar 4 meter, kini lenyap ditelan kesuksesan menjabat sebagai bupati > kembali. “Jika bupati tidak juga membuktikan janji-janjinya, kami atas > nama warga Kanagarian Taluk, siap keluar dari Wilayah Pesisir Selatan. > Kami siap bergabung dengan Kabupaten Solok Selatan, jika itu memang > maksud bupati dengan membohongi kami,” kata Sekretaris Taluk Sakato, > Suardi Sikumbang, S.Ag, M.Si, didampingi ninik mamak Taluk, Drs. > Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, Ketua Taluk Sakato, Tamril SE, dan > Penasehat Taluk Sakato, Ali Amran kepada Singgalang, di sela-sela rapat > dengan semua warga dan diiringi dengan gotong royong bersama, Minggu > (3/4). Dikatakannya, bupati telah membohongi warga sebanyak 4 kali. > Sementara janji pertama menurut Mayor TNI AD, Amir K, perantau > Kanagarian Taluk dari Solok, bupati akan mengaspal kasar jalan untuk > tahap pertama. Anggarannya telah dimasukkan dalam anggaran 2009. “Janji > kedua diucapkan saat tim Ramadhan kabupatrn mewakili bupati, > disampaikan pejabat kabupaten dari Kimpraswil kabupaten di Mushalla > Koto Panjang, akan mengaspal jalan lingkar dengan anggaran 2009. Kami > telah membuat proposal panjang dan lebar jalan dan telah di antar ke > kantor bupati. Ternyata, semua hilang di telan penantian,” kata Amir. > Janji bohong ketiga, diucapkan ketika ada mahasiswa KKN dari IAIN Imam > Bonjol Padang, Ramadan 2008. Waktu itu, Nasrul Abit mengaku merasa > berdosa dan tertipu dan tidak tahu masih ada kampung di pelosok Batang > Kapas. Bupati berjanji di hadapan mantan Bupati Darizal Basyir, Rektor > IAIN, Sirajuddin Zar dan tokoh-tokoh lainnya. Janji keempat, ketika > pelantikan Walinagari Taluk di Gedung Serba Guna Kanagarian Taluk. > Namun semua janji-janji itu sampai sekarang tidak terealisasi. > Sementara Drs. Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, menginstruksikan pada > semua warga, agar tak terlalu berharap dengan pemerintah. Hidupkanlah > kembali gotong royong, untuk membangun kampung. > Sedangkan Tamril dalam nasehatnya pada warga mengatakan, saking > miskinnya Nagari Taluk, sudah 63 tahun Indonesia merdeka, jalannya > belum juga diaspal. Ia berjanji akan memobilisasi perantau, untuk > menyalurkan zakatnya pada nagari. Zakat itu akan digunakan untuk > membangun nagari. Perantau menurutnya akan coba temui bupati, untuk > mengetahui masalah yang sebenarnya. Kalau tidak tembus juga, maka akan > dimobilisasi massa, untuk melakukan demonstrasi. > Adapun Ali Amran, mengatakan, bupati sebagai pemimpin beragama Islam, > harus ditepati janjinya. Kalau hanya memikirkan Air Haji saja sebagai > daerah asalnya, maka jadi bupati sajalah di sana. Ia mengaku sakit > hati, karena bupati sudah berjanji tetapi tidak ditepati. > Walinagari Taluk Sakato, Abdul Aziz mengatakan, Nagari Taluk adalah > daerah yang pembangunannya terabaikan, jika dibandingkan dengan > nagari-nagari lainnya di Sumbar. Dari perwakilan pemuda, Novrizal, > bahkan mengusulkan untuk memboikot pajak yang nantinya akan digunakan > untuk pembangunan. Warga lainnya, Khaidir dan Jatar, berharap agar > pemimpin masyarakat Taluk lebih proaktif untuk memperjuangkan aspirasi > masyarakat Taluk. Pada kesempatan itu, para perantau yang melakukan > pulang kampung, menyumbangkan 15 zak semen, untuk membangun parit > jalan. Dengan bahu membahu antara perantau dan masyarakat, mereka > bertekad akan bahu membahu membangun sendiri nagarinya. 109 > > > ADELA EKA PUTRA MARZAmahasiswa Universitas Sumatera Utara > asal Balai Selasa > 0852 62 989 758> http://kisahmata.blogspot.com> > http://profiles.friendster.com/lakaraza --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
