Kalau memang GF beristilah seperti itu, ambo minta ditambahkan KRITERIA ciek
lai,yaitu: "Yang mempunyai PEMAHAMAN YANG BAIK tentang PAKET PERUNDANGAN
OTONOMI DAERAH", 

 

Kriteria ko ambo raso paralu supayo beliau2 tu paham bahwa jabatan gubernur
tu memang bukan seperti yang di UU 5/74; tetapi membutuhkan "sense" untuk
memanage, mengkoordinasi, atau apalah .... Dan kalau dia mampu melakukan
"kewenangan" yang dia peroleh jauh lebih kuat dari model pra otda.

 

Tentang pandapek sanak Fitr bhwa Gubernur cukuik diangkek pusat, itu make
sense. Cuma masalahnyo, sampai saat berakhirnya periode gubernur yang kini,
rasonyo Undang2 nan berlaku masih mengkaruskan adanya Pilkada ...

 

Tentang pak Fadel, sabananyo itu suatu contoh bagaimana paket perundangan
tentang Otonomi Daerah ternyata tidak membuat gubernur hanya punya kewajiban
tanpa kewenangan. Jadi ini bertentangan dengan pandapek Fitr ....

 

Nah, kalau tentang kasus korupsi nan disabuik2 itu, iko awak liek sajo lah
nanti, bagaimana seorang Gubernur yang laporan keuangannya diaudit berkali2
ternyata hasilnya bagus, tiba2 "menjadi korupsi". Paralu lo awak
"mencermati" situasi politik nan terjadi... Nah, itu paralu lapiak atau
palanta lain lo untuak mmembahasnyo ...

 

Wass

 

Riri 

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Fitr Tanjuang
Sent: Wednesday, May 06, 2009 12:02 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: RESUME KRITERIA GUBERNUR SUMBAR (1)

 

 

AslmWrWB

 

Pak Riri,

itu memang istilah ekstrem.

Samo ekstrimnyo jo istilah GF sendiri, kuaso gubernur tu cuman sampai

paga kantua gubernur, di lua tu lah punyo walikota atau bupati.

 

Intinyo, adoh ketidakleluasaan nan mangabek langkah2 gubernur ko.

Ambo pribadi setuju ndak usah lah adoh pilgub.

Cukuiklah diangek dek pemerintah pusat sajo dek karano penekanan

otonomi adoh di dati II.

 

Btw, Fadel Muhammad nan kito bangga2kan sebagai gubernur sukses dan

kreatif lah kanai dek kasus korupsi.

Atau lah salasai kasusnyo?...

 

Wassalam

fitr tanjuang

lk/34/Albany NY

 

On 5/5/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:

> 

> Waalaikumsalam wr.wb.

> 

> Sanak Fitr, ambo kok agak ragu kalau dikatokamn bahwa UU Otda meletakkan

> gubernur "bak abu diateh tungku". Memang betul Otda kita arahnya di

> Kabupaten/ Kota, tetapi kewenangan Gubernur itu masih sangat besar.
Silahkan

> cek misalnya di paket UU Otda tsb, baik di UU 32 dan 33, maupun peraturan

> pelaksananya, atau yang jelas - salah satunya - di PP 58/ 2005. APBD

> Kabupaten/ Kota itu baru jalan kalau Gubernur sudah OK. PP 78/2007 jelas

> sekali memberikan kewenangan untuk Gubernur dalam hal pemekaran daerah
(yang

> menjadi primadona).

> 

> Kalau dikatakan "tidak sama dengan UU 5/74, dimana Gubernur adalah
penguasa

> tunggal", iya, mungkin saja. Tapi jangan lupa, Gubernur di masa itu dalam

> prakteknya mirip dengan "wakilnya Mendagri atau Presiden" ...

> 

> Saya rasa, kalau benar cuama "bak abu diatas tungku", seorang Teras Narang

> tidak akan meninggalkan DPR untuk menjadi Gubernur di Kalimantan. Seorang

> Helmy Yahya yang sangat populer di entertainment tidak harus "pulang

> kampung". Dan juga tidak akan ada sekian mantan Menteri berkompetisi di
Jawa

> Timur ...

> 

> Jadi, kalau menurut ambo, kalau memang ada yang "tidak berminat", mungkin

> ado alasan lain.

> 

> Waassalam,

> 

> Riri

> Bekasi, L 46

> 

> 

> 

> 

> 

 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke