Ya saya juga menyaksikan yg Mag angah lihat
Kultus individu yg berlebihan
Kita khawatir jika terseret ke perbuatan syirik
Andai Sunan Gunung jati menyaksikan ini mungkin diapun akan menangis mendapat 
perlakuan ini
Ya Allah tunjukilah kami jalan Mu yg lurus dan yg benar amin

Salam teriring do'a
K Suheimi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]>

Date: Fri, 08 May 2009 00:29:38 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: C I R E B O N




Summer 1988 saya mengikuti rombongan Pertunjukan Gamelan Sunda dari UCSC
(University of California Santa Cruz) dari Jakarta, Bandung, Sumedang,
Citebon. Di Sumedang makan siang, setelah itu separoh rombongan kami
keracunan makanan. Dekat-dekat Cirebon kami menginap di Kompleks
Pertmina, separoh yang keracunan itu mengerang-erang. Lingkaran saya
makan siang tidak kena.  di sana ada swimming pool yang ukuran
internasional. Saya berenang di sana pagi-pagi sebelum ada orang datang.
Senang sekali saya berhening cipta dalam air di subuh itu.

Sudah itu kami sempat ikut berkunjung ke Kuburan Sunan Gunung Jati yang
terbuka siang malam. Prtamakali saya melihat bagaimana orang menjaga
kubur itu dengan ketat pemuda-pemuda tegap lengan besar tanpa baju.
Ramai sekali orang kamoing tidur-tidur di komple kuburan itu. Rasanya
asap kemenyan pun terus hidup, kalau saya tidak salah.

Saya takjub melihat bagaimana orang baca-baca doa bahasa cmpuran,
menangis-nangis mencium pintu pagar kuburan yang dikunci itu. Pintu itu
diusap-usap dicium-pipi-i, dijilat-jilat, seperti lebih enak dari coklat
bagi mereka lagi dan mungkin sangat merasa bahagia seperti menjilat Batu
Hitam di Sudut Ka'bah...

Kalau sempat, Angku Dotor sekeluarga baik mampir ke sana ...
Semoga selamat dalam perjalanan.

Salam,
--Makngah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], ksuhe...@... wrote:
>
>
> C I R E B O N
> Oleh : K Suheimi
>
> Melewati Karawang, Cikampek, Purwokerto, Subang, mampir dulu di Indra
mayu. Indramayu dg sawahnya yg sangat luas sesayup-sayup mata memandang
sawah hijau terhampar. Istimewanya disini disawah itu dipematangnya
ditanam mangga. Mangga yg dikelilingi sawah berair itu jadi subur,
rasanya lezat. Terkenal mangga Indramayu. Ternyata mangga bukan hanya
disawahn namun di sepnjang kiri kanan jalan di pekarangan rumah,
dimana-mana ada mangga merangkap jadi pohon pelindung.
> Indramayu yg dipinggir panazi itupun tampak sangat subur.
> Di Indranayu kami mampir di Rumah makan Pesona laut mengisi perut yg
keroncongan.
> Pesona laut di indramayu
> Rumah makan yg penuh pesona dibawah pohon nan rindang serta cemara
tersusun di pinggir pantai seperti pantai Gandoriah di Pariaman.
> Menikmati bakar ikan Kurapu dan Bawal kesukaan saya serta menyatap
karang rebus dan minum air kelapa, terasa hidup ini nikmat sekali.
> .Emasuki kota ciremo ada tulisan Trusmi lengkap dg petunjuk dan tanda
panahnya.
> Trusmi di Plered pusat batik
> Batik yg coraknya bagus berbeda dari batik Pekalongan, Solo atau
Jokya, punya motif tersendiri.
> Keramah tamahan dan ke sabaran menonjol disini
> Disepanjang jl di Trusmi kiri kanan ada perumahan yg besar-besar di
sulap toko batik.
> Puas kita memandang motifnya yg bagus-bagus dan puas pula kita memilih
> Khas di toko batik disini sepatu harus dibuka, sehingga tokonya selalu
bersih dan rapi
>
> Sambil bersimpuh istri saya dan menantu asyik memilih dan memilih. Ber
jam-jam kami ditempat ini tapi tak terasa
> Ketika istri dan menantu asyik memilih batik sayapun asyik meng utak
atik black berry. Semua berita dudunia dapat seketika seakan dunia dalam
genggaman. Banyak saya berkirim e mail pada teman-teman. Urusan selesai
ikatan dan surat-syuratanpun berjalan.
> Informasipun lancar. Bersilang siur saya menerima dan mengirim berita.
Asyik setiap detik waktu tak ada yg hilang percuma.
> Terima kasih ya Allah telah Kau nudahkan hamba Mu ini dalam setiap
urusan.
>
> Cukup banyak baju batik batii yg bisa untuk di bawa kerja dan untuk
beri Khutbah.
> Kami telah lewati plered,
> Daerah yg dulu dikenal sebagai perjuangan bangsa ini. Saya kenang para
Pahlawan kerna pengorbanannya kami bisa jadi begini
> Sunan Gunung Jati, sunan Kalijaga sunan Apel banyak orang berziarah
dan ber kaul ke kuburan ini mengingat perjuangan beliau
> Agaknya melalui Cirebon di tepi pantai inilah masuk dan berkembangnya
ajaran Islam dan menyebar sampai ke pelosok-pelosok
>
> Sava terpekur mengenang tidak mudahnya Pahlawan dan Sunan-Sunan ini
berjuang berjihad.
> Harisudah senja ketika kami meninggalkan Cirebon. Janji saya mau
ketemu Uda Rainal gagal lagi
>
> Cirebon 7 Mai 2009
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke