Iko ado di http://candaung.wordpress.com/2007/11/24/hello-world/

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mari kita berkunjung sejenak ke Nagari Canduang (Koto Laweh), kelahiran
penulis.

Kenagarian Canduang Koto Laweh, kecamatan Canduang, kabupaten Agam. Lk 11 km
ke Timur dari kota Bukittinggi.

Obyek Wisata : Wisata Alam, "Panorama Bukik Bulek" (15 km dari Kota
Bukittinggi)& "Tropical Virgin Forest Tracking" dan Sawah bertingkat
bertebaran dimanamana

Wisata Budaya : Muslim Community yang hidup dengan sistim matrilinial,
Penghidupan pertanian dengan sawah pegunungan, Masjid Jami' Bingkudu terbuat
dari kayu penuh ukiran dan lampu antik yang berumur lebih kurang 350 tahun.

Bagaimana kesana?:

Dari Bukitinggi berjalan menuju ke arah timur (arah Payokumbuah, Pakanbaru).
Setelah berjalan lk 5 km, atau tepatnya setelah melewati simpang Tanjuang
Alam, dari kejauhan di sebelah Tenggara kelihatan antene Sumatra-Jawa
Microwave dari Telkom. 

Itulah tempat wisata Bukik Bulek nan mempunyai pemandangan alam spektakuler.
Mempunyai udara bersih, pandangan lepas sampai ke jajaran bukit barisan yang
berjejer berlapis indah. Pandangan lepas sekitar 270 derajat busur, sampai
ke daerah Payokumbuah dan Batusangka, sekitar 90 derajat busur diselatannya
berdiri kokoh Gunung Merapi dengan keterjalan tebing dan hutan tropis yang
masih orisinal. Jelas kelihatan air terjun atau sarasah dari Merapi.
Disebelah baratnya juga ada air terjun "Tabiang Jabua".

Setelah melewati 10 kilometer dari kota madya Bukittinggi, akan dijumpai
Simpang Canduang, kekanan adalah jalan menuju Bukik Bulek.

Simpang Canduang adalah persimpangan yang terletak di 4 kenagarian dan tiga
kecamatan. Yaitu Kenagarian Panampuang, Koto Hilalang kecamatan Ampek
Angkek, Canduang Koto Laweh di Kecamatan Canduang dan Kenagarian Baso dari
kecamatan Baso.

Setelah berbelok kekanan di Simpang Canduang ini jalan mulai mendaki menuju
Gunung Merapi, 150 meter ditemui simpang kekanan yang adalah jalan Kubu
(perbatasan kecamatan Baso dan Canduang). Berjalan terus menuju Selatan, 75
meter, diseblah kanan, sebelum simpang ke Masjid Kayu Baganti, akan ditemui
rumah Buya, Inyiak Canduang, Syech Sulaiman Arrasuli, ulama terkenal di
seantero Sumatra bahkan Indonesia. Beliau adalah pendiri dan penumbuh
kembangkan pesantren terkenal dari zaman doeloe "Tarbiyah Islamiyah".
Setelah mendaki 100 meter lagi disbelah  berada kiri pesantren Tarbiyah
Islamiyah dan disebelah kanan jalan berada Masjidnya. Desa ini bernama Pakan
Kamih.

Jalan terus mendaki sekitar 15 derajat, 150 meter keselatan ada simpang
kekiri, menuju desa Minangkabau, bebrapa rumah yang terletak ditengah
persawahan bertingkat. Sawah yang indah disaat padi menghijau ataupun
menguning. Suatu suasana yang tak terlupakan karena penuh ketenangan dan
indahnya karunia Allah swt.




Mendaki terus sekitar 200 meter ketemu Simpang empat, ke Timur/kiri menuju
desa Melayu, ke barat desa Batu Balantai. Didesa Batu Balantai inilah asal
para Hulubalang Canduang doeloenya. Dan ke Selatan adalah tujuan perjalanan
ini. Sekitar 100 meternya ada simpang Anjuang, kekiri ke Masjid Raya Sabuah
Balai didesa Lubuak Aua. Masjid milik sidang sabuah Balai, sidang yang
paling luas di Canduang saat ini.

Sistim adat di Canduang adalah terdiri dari beberapa sidang, yang memiliki
sebuah masjid, tempat kegiatan kagamaan jamaah masing-masing dan satuan
kegiatan adat. Shalat Jumat biasanya diadakan di Masjid Sidang ini. Sidang
yang lain yang ada saat ini adalah: Sidang Bingkudu, Labuang, Saratuih
Janjang, Puti Ramuih, Duobaleh Kampuang, Panji dan Kayu Baganti.

Perjalanan Mendaki dari Batu Balantai dan Anjuang diteruskan ke Selatan,
sekitar 100 meter ada simpang Gantiang. Kakanan ke desa Gantaing, ke kiri ke
Lubuak Aua. Keselatan pendakian diteruskan, 250 meter kemudian jalan mentok
di Pakan Akad. Kekanan/Barat menuju balai kenagarian Canduang, Balai Sati.
Jika terus bisa menuju Kenagarian Lasi, Bukik Batabuah, Kubang Putiah dan
Padang Lua (jalan Bukittinggi - Padang).

Untuk Menuju sasaran Bukik Bulek, di Pakan Akad mengambil jalan yang
kekiri/Timur, setelah jalan mendatar 200 meter kita telah berada di Simpang
ampek Koto Tuo. Ke Timur ada "Surau Baru", "Surau umpuak" orang Koto tuo
jika terus menuju timur maka akan ke Batu Taba dan Koto Tinggi kecamatan
Baso.

Sidang, satuan keagamaan dan kerapatan adat di Canduang, terdiri dari
beberapa "Umpuak" yang mana setiap umpuak mempunyai satu "surau" tempat
shalat berjamaah 5 waktu sehari semalam, serta tempat mengaji dan mengkaji
agama Islam. Di Surau inilah dulu tempat penggemblengan generasi muda
Minang. Disini disamping pengajaran agama Islam juga diajarkan cara hidup
yang lainnya, termasuk untuk survive disegala tantangan. Oleh sebab itu di
"surau" juga diajarkan bermain silat. Untuk lebih lengkapnya pengetahuan
mengenai surau dapat dibaca buku " Bergelut di Surau, karangan Prof. HAMKA.

Di Simpang Koto Tuo, jalan menuju Bukik Bulek adalah berbelok kekanan atau
menuju arah Selatan. Pendakian dimulai lagi kini, 350 meter dari koto tuo
setelah melewati Parak Kalam, anda memasuki sidang Bingkudu. Diperbatasan
dua sidang ini, terhampar sawah indah bertingkat dikiri-kanan jalan.
Disinilah berlokasi rumah penulis, dedesa Labuhan Pantai, detempat jalan
menanjak tertajam, sekitar 20 s/d 25 derajat.

200 meter dari Labuhan Pantai, terletak Batu Tagak, desa terpadat di nagari
Canduang, bahkan di Sumatra Barat. Di Batu Tagak ini berdiri sejak lebih
dari 100 tahun lalu, Pesantren Miftahul 'Ulumi Syari'ah (MUS) yang didirikan
oleh Syech Ahmad Taher. Pesantren yang kreatif untuk menggali sumber dana
untuk pembiayaan kegaiatan belajar mengajarnya. Diantara kreativitas MUS
yang telah maruah kini adalah berkebun markisah, yang telah banyak diikuti
oleh anak nagari.

Simpang Empat Batu tagak, ke kanan/Barat menuju Sidang Duobaleh Kampuang, ke
Selatan, mendaki menuju sidang Labuang, ke Timur mendatar menuju ke sidang
Saratuih Janjang dan Masjid Raya Bingkudu. Perjalan beringsut ke Timur kini,
dimana 200 meter akan ditemui simpang tiga "Surau Baru", salah satu surau
umpuak di dalam sidang Bingkudu.

Kini mampir sebentar di Masjid Raya Bingkudu, disimpang Surau Baru berbelok
kekanan/Selatan, dimana sekitar 300 meter berlokasi masjid Bingkudu yang
berumur sekitar 350 tahun. Masjid ini terbuat dari bahan kayu, Atap ijuk
yang ada pengaruh stupa Hindu, bertingkat tiga menjulang kelangit yang
mempunyai tinggi sekitar 50 meter. Ditopang 17 tiang utama yang terdiri dari
kayu bulat. Ditengah, tiang yang tingginya lk 40 meter disebut "Tunggak
Macu", yang berdiameter lk 3 meter. Tapi karena telah dimakan usia, bagian
bawah tunggak macu tersebut telah diganti dengan beton semen. Didalam Masjid
penuh dengan ukiran kayu dan lampu antik (sebagian lampu antik ini hilang
dicuri si haram jadah). Di komplek masjid ini terdapat 3 bangunan utama,
yaitu Masjid itu sendiri, Surau Bulek dan surau Bandaro. Surau bulek adalah
tempat berdiskusi dan tempat mengaji reguler. Surau Bandaro adalah tempat
petemuan penting yang terdiri dari sekitar 10 s/d 25 orang khusus. Penulis
di Nikahkan di Surau Bandaro ini. Dihalaman Masjid ini juga terdapat makam
Syech Ahmad Thaher, tokoh agama Sidang Bingkudu tempo doeloe.

Perjalan ke Bukik Bulek yang kira-kira masih 2 kilo meter dari Simpang Surau
Baru sebaiknya dilanjutkan di session 2 dari perjalanan wisata di Canduang
ini. Sampai jumpa di tulisan kedua.

Wassalamualaikum Ww

Darul M. St. Parapatiah


-----Original Message-----
From: Evy Nizhamul [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, May 09, 2009 6:43 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: RE: [...@ntau-net] Diskusi Peradilan Adat di Indonesia, Franz &
Keebet di Canduang


ass.wr wb.

Pak darul dan mak ngah yth,

Dek takuik ambo manyasa alum mancigok canduang ko.. Ambo ingin tau baa caro
perjalanan ka sinan. Bara jam dari bukittinggi atau kota padang? Mana tau
ada kesempatan pula kesana saat perjalanan pulang kampung nanti..

Wass



      


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke