TBC tulang belakang 30 tahun silam pernah mampir di Sendai Jepang

oleh rahyussalim (spt yang ditulis di note face booknya)


Berbicara mengenai TBC tulang belakang bagi sebagian besar praktisi Indonesia 
adalah suatu hal yang biasa. Pasien dengan riwayat batuk berulang ( baik sudah 
ke dokter paru atau belum), berat badan mulai menurun disertai nyeri di tulang 
punggung biasanya seringkali berhubungan dengan kelainan tbc tulang belakang 
ini. Kadangkala kita menemui gejala nyeri tulang belakang ringan baik orang 
muda atau tua, ehe..... gak taunya ternyata juga menderita tbc tulang belakang. 
Diakui atau tidak pada kenyataannya penyakit infeksi tulang belakang ini memang 
masih banyak di Indonesia. Anda bisa mengunjungi rumah sakit fatmawati atau 
rscm yang setiap bulannya selalu saja ada penderita ini yang di terapi baik 
yang operasi maupun yang tidak dioperasi.
".... we have changed our services from tb spine problems to degenerative spine 
problems since 30 years ago..." Professor Yushin Ishii menjelaskan kepada saya 
bagaimana dulunya rumah sakit Nishitaga ini adalah rumah sakit yang melayani 
penderita tbc tulang belakang yang sekarang karena kasus tbc sudah tidak ada 
maka pelayanan di ubah menjadi pelayanan penyakit degeneratif tulang belakang. 
Sungguh penjelasan ini menjadi sangat menarik buat saya. Pada kenyataannya TBC 
tulang belakang itu dapat dienyahkan dari suatu negeri. Lihat lah 
Sendai....seolah Prof Ishii ingin mengatakan itu.
Lalu bagaimana caranya??? Disinilah masalah kita dari dulu... yang tidak pernah 
bisa berperang sebagai sebuah bangsa. Kita kebanyakan hanya berperang sendirian 
tidak pernah bisa berperang dalam suatu organisasi sebuah negara.
"... government willingness and policy to face seriously the tuberculosis 
problems are very important..." Prof Ishii menambahkan.
Wah... kalau sudah urusan pemerintah ini saya nyerah deh. Kayaknya sulit 
mengenyahkan tbc tulang belakang di Indonesia. Dalam pandangan saya masalah 
kesehatan tampaknya belum akan menjadi prioritas yang akan diatasi oleh 
pemerintah yang akan terpilih bahkan dalam 2 periode mendatang. Pemerintah 
masih akan mendahulukan yang lain.
Lalu mau kita apakan tbc tulang belakang ini??? Mari kita pikirkan bersama ada 
beberapa clue yang diberikan oleh Professor Ishii antara lain perbaiki gizi 
masyarakat, adakan pogram preventif, kuratif dan pendidikan gaya hidup sehat 
dan yang gak kalah pentingnya adalah program rehabilitatif. Jepang berhasil 
mengenyahkan TBC tulang belakang dari tanah sakura dengan jurus ini.... akankah 
Indonesia berhasil dengan jurus ini atau ada jurus lain??? 

rahyussalim
 
Berbagi Meringankan Derita Bangsa

http://rahyussalim.multiply.com/
http://www.msindonesia.org/
http://masyarakatskoliosisindonesia.freeforums.org/


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke