Kami sangat setuju dengan Perna ini ,sudah seharusnya lah kita mnegakkan kesopan santunan kita berpakaian sebagai seorang Muslimah yang Kaaffah . Dulu sewaktu saya gadis remaja , di kampuang kami Sulik Aieh pun secara otomatis kami diharuskan oleh nenek kami untuk memakai selendang dan memakai kain sarung batik kalau keluar rumah ,karena kalau tidak kami dikatakan kurang sopan dan khawatir digunjingkan orang sekampung . Yulmatri Rais Jkt 59 Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]> Date: Thu, 14 May 2009 09:58:58 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Paninggahan, Nagari Wajib Berpakaian Muslim Kab. Solok | Rabu, 13/05/2009 19:32 WIB Solok, (ANTARA) - Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok terus mengukuhkan diri sebagai nagari yang berbudaya, beradat dan islami di Kabupaten Solok dan sejak tahun 2002, melalui Peraturan Nagari (Perna) Paninggahan Nomor 1 tahun 2002, nagari ini telah menerapkan wajib pakaian muslimah di Nagari Paninggahan. Perna ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat nagari saja, namun kewajiban berpakaian muslim juga berlaku bagi setiap tamu atau pengunjung yang datang ke Nagari Paninggahan. "Kita serius menjadikan Paninggahan sebagai nagari yang berbudaya, beradat dan islami di Kabupaten Solok, makanya penerapan Perna wajib berpakaian dilakukan secara tegas dan konsisten, tidak hanya bagi masyarakat kita saja, namun kewajiban ini juga berlaku bagi setiap tamu yang datang ke nagari kita," jelas Wali Nagari Paninggahan Jasman kepada antara-sumbar.com di kantornya, Rabu (13/5). Jasman menambahkan sejak diberlakukan tahun 2002 lalu, Perna tentang wajib berpakaian muslimah ini ternyata cukup efektif dalam membudayakan pakaian muslim di nagarinya. Terbukti saat ini tidak ada lagi wanita di Nagari Paninggahan yang tidak mengenakan jilbab atau selendang bila bepergian keluar rumah. Begitu juga kaum hawa, tidak ada lagi yang berpakaian celana pendek saat keluar rumah. Tak hanya itu tambah Jasman kepada setiap tamu yang datang ke Nagari Paninggahan dia juga meminta yang bersangkutan untuk berpakaian muslim, meskipun yang bertamu tersebut orangnya non muslim. "Pernah suatu waktu sejumlah mahasiswa/i dari Padang melakukan kamping di daerah kita. Dari sejumlah mahasiswinya terdapat salah seorang dari mereka yang keturunan china/tionghoa bergama non muslim. Demi menghormati aturan kita, yang bersangkutan ternyata mau menggunakan jilbab/selendang selama camping berlangsung," demikian Jasman. (aur/RAR) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=16&id=28275 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
