Asslm.Wr.Wb.

Sebenarnya mudah untuk mengurangi kadar karbondioksida di Atmosfir.
+ menanam pohon
+ menjaga terumbu karang
+ meningkatkan transportasi umum
-  menggiatkan sepeda untuk SD dan SMP
Biopremium dan Biodiesel dari Pohon Sawit, merupakan Green Energy
Indonesia dan Malaysia untuk global.

Imam Bukhari dan Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda :

“JIka kiamat terjadi dan salah seorang di antara kalian memegang bibit
pohon kurma, lalu ia mampu menanamnya sebelum bangkit berdiri,
hendakalah ia bergegas menanamnya.”
Juga sejalan dengan hadits Rasulullah :

“Tanamlah bibit pohon yang ada di tangan mu sekarang juga, meski besok
kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya.”

Demikian besarnya perhatian Islam terhadap penanaman pohon dan
penghijauan dunia.

Wallahualam B. Wass.Wr.Wb.
augispot.blogspot.com

2009/5/12 Boediman Moeslim <[email protected]>:
> Dunsanak sa palanta yang tercinta,
> Tulisan di Tabloid SINAR TANI Edisi 6-12 Mei 2009 pada halaman 7 mengemuka
> tentang Ancaman terhadap bumi akibat perubahan iklim.
> Artikel yang ditulis oleh Saudara Indarto ini menyebutkan bahwa hasil
> penelitian yang dilakukan oleh Bakortranas Lemhanas menyatakan bahwa apabila
> suhu udara naik 1 derajat Celsius akan berpengaruh terhadap kenaikan air
> laut rata-rata 20 - 40 cm. Kalau kita potret negara kita, kenaikan suhu
> udara rata-rata 0,02 derajat pertahun. Maka ini berarti selama 100 tahun
> suhu udara akan naik mencapai 2 derajat Celsius. Dan apa yang terjadi akibat
> kenaikan ini? Akan berpengaruh terhadap kenaikan air laut! Lihatlah luas
> wilayah negara kita.....penuh dengan laut, dikelilingi laut. Bisa
> dibayangkan dampaknya terhadap masyarakat kita. Naiknya air laut akan
> berdampak langsung terhadap permukaan laut di negara kita. Pulau-pulau kecil
> akan hilang di telan air laut. Dapat dibayangkan, dampak ekonomi akibat
> hilangnya pulau-pulau di negara kita. Selanjutnya disebutkan bahwa menurut
> informasi yang diterima dari Bakortranas Lemhanas bahwa saat ini es di Kutub
> Selatan dan Barat sudah banyak yang mencair. Cairnya es ini sangat-sangat
> berkontribusi terhadap kenaikan air laut tersebut. Bayangkan....naiknya air
> laut tersebut mencapai setinggi 6 cm. Dan, ditambah lagi kalau es di Kutub
> Timur mencair, maka kenaikan air laut akan mencapai 11 cm. Dan...., kalau
> mencair lagi es di Green Land, maka air laut akan naik ....63 cm!!!. Bisa
> dibayangkan, kalau hal ini dibiarkan.....maka akan sangat berdampak terhadap
> KEHIDUPAN INI !!!
> Di dalam tulisan ini, dikemukakan oleh Dr. Agus Purnomo yang menjabat
> sebagai Direktur Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), perubahan iklim
> harus dihadapi dengan cara ADAPTASI dan MITIGASI. Menurutnya, ketika iklim
> berubah maka masyarakat di tepi pantai harus bisa melakukan adaptasi. Sebab
> akan berdampak langsung kepada pendapatan nelayan. Ditambahkannya lagi bahwa
> perubahan iklim akan berpengaruh terhadap pergeseran permukiman penduduk.
> Negara kita memang menjadi korban akibat perubahan iklim ini dan harus
> beradaptasi untuk menempatkan dirinya terhadap perubahan iklim yang terjadi.
> Antisipasi yang kedua menurutnya adalah perlunya mitigasi bencana. Efek gas
> rumah kaca menurut Dr. Agus Sofyan belum ditemukan penyebab pastinya. Para
> ilmuwan belum menyimpulkan apakah kehidupan laut menjadi lepasnya rumah kaca
> atau sebagai penyerap karbon. Bahkan menurutnya, ada yang mengatakan bahwa
> laut mengemisi gas rumah kaca sangat besar  yang berdampak terjadinya
> perubahan iklim secara drastis.
> Kenaikan air laut memang menjadi ancaman terhadap pulau-pulau kecil di
> Indonesia. Saat ini sudah tercatat 6.000 (enam ribu !!!) pulau terancam
> tenggelam akibat dari kenaikan air laut. Kondisi riil ini akan menjadi
> ancaman bagi negara tercinta ini  yang memiliki sekitar 17.500 pulau.
> Perubahan iklim yang drastis akan berdampak terhadap migrasi penduduk. Dua
> tahun lalu ancaman perubahan iklim sebenarnya sudah didengungkan. Kini,
> perubahan iklim sudah menjadi ancaman terhadap tatanan kehidupan
> masyarakat.Untuk mengantisipasi perubahan iklim yang sangat drastis ini,
> Pakar Oceanografi Prof. Dr. Agus Supangat telah menyatakan bahwa pihaknya
> menyarankan agar di setiap muara sungai dipasang alat mitigasi bencana.
> Begitu pula, di setiap pantai yang padat penduduknya harus pula dipasang
> alat tersebut. Perubahan iklim sudah menjadi ancaman dunia yang harus
> diantisipasi secara internasional pula. Menurut Direktur Bina Pesisir Ditjen
> KP3K DKP Ida Kusuma, hal ini perlu adanya komitmen pimpinan dunia mengenai
> kelautan terkait dengan perubahan iklim ini. Karena itu dalam ajang World
> Ocean Declaration yang sedang berlangsung sejak 11 hingga 15 Mei ini akan
> ada rencana aksi, tukasnya.
> Memang......perlu komitmen yang mendasar antara berbagai instansi dan
> lembaga yang berwenang saat-saat ini juga. Jangan-jangan kalau dibiarkan
> berlarut-larut, masyarakat Sumatera Barat di pinggir pantai akan ikut
> tenggelam, berikut kota Padang sebagai kota kita tercinta. Semoga
> ...ANTISIPASI DAPAT SEGERA DILAKUKAN.
>
> Wassalam,
> Tan Lembang (L,52+)
> Lembang, Bandung
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke