Ini hanya sekedar berbagi pengalaman saja buat dunsanak palanta RN yang
hobi berpetualangan, rekreasi/piknik, memancing di pantai dan laut Saya
memang banyak belajar dinelayan masyarakat badarai seputar pantai, laut
dan isinya dan saya dapat menikmati denyut nadi yang paling halus
kehidupan nelayan ini dengan segala hiruk pikuknya. Sekarang situasi
tersebut tidak saya dapatkan lagi karena saya kembali ke "home base"
saya di Pekanbaru jauh dari kehidupan nelayan pantai dan laut.Selamat
membaca dunsanak Palanta RN semoga berkenan dan selamat berakhir
pekan...bahagia selalu dihati..aminnn/JP

-------------------------------

 

PENGALAMAN MEMANCING DIPERAIRAN PULAU SIPORA-MENTAWAI

By :Jepe

 

 

Tiga tahun lebih saya begitu larut dengan kehidupan nelayan di Pulau
Sipora Mentawai ketika bekerja disana (biasa nggak jauh-jauh dari
seputar hutan), apapun cara-cara nelayan kebanyakan dalam menangkap ikan
saya rasakan dan ikut terlibat lansung memancing, menjaring, menjala,
menundo dan membagan ikan, mencari lobster tengah malam dengan menyilam
pakai senter khusus,mencari lokan di hutan mangrove yang berlumpur saat
pasang surut, mencari kerang seperti kimo dan tarongek, mengumpulkan
kucing-kucing yang besar dengan warna coklat bintik-bintik apapun
aktivitas sehari-hari nelayan di pulau rasa-rasanya saya selalu ikuti.
Ini juga yang membuat saya dengan senang hati jika ada tawaran
pekerjaaan yang menjanjikan dari segi gaji walau ditempat terpencil atau
jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yang serba bergerak cepat dan
sibuk. yang terkadang penuh tekanan, individualistis dan emosi yang
berlebihan

 

Suatu ketika diakhir pekan saya diajak oleh seorang juragan ikan yang
mempunyai dua kapal kayu (kapal tundo bermesin diesel merek Dompeng
buatan Cina), Uda Das begitu saya panggil. Uda Das yang berasal dari
Painan ini sudah dari bujang merantau atau mencari hidup di Pulau
Sipora, dari hasil jerih payahnya selama bujangan sampai menikah dan
mempunyai 3 orang anak di Tua Pejat Pulau Sipora ibu kota Kabupaten
Kepulauan Mentawai, Uda Das telah membangun rumah sekalian menjadi
warung yang menjual kebutuhan sehari-hari.Disamping berdagang dia juga
menampung kopra dari masyarakat, hasil ikan tangkapan nelayan setelah
dikumpul dalam kotak-kotak fiber dikasih es dikirim ke Padang dengan
kapal-kapal kayu penumpang. Disamping itu Da Das ini juga mempunyai 2
Unit Kapal Kayu yang dikelola anak buahnya untuk mencari ikan memancing
disekitar peraian dangkal berkarang Pulau Sipora yang memang sangat kaya
baik jenis dan ragam ikannya. Kapal kayu ini sambil mereka memancing dan
mengumpulkan ikan tangkapan nelayan yang masih segar terutama jenis
kerapu juga membawa kopra masyarakat yang telah kering dan siap dibawa
kepengumpul yang lebih besar (Agen)

 

Da Das boleh dikatakan sudah menjadi juragan (toke) kecil-kecilan bagi
nelayan pulau Sipora. Semakin lama saya begitu akrab dengan dia,  hal
yang biasa saja jika saya kemalamam dari Tua Pejat ingin kembali ke Camp
yang terletak di Berimanua saya menginap dirumahnya semua serba gratis
makan dan tidur saya sudah dianggap bagian dari keluarganya. Tapi
tentunya saya sadar diri juga jika segala kebutuhan logistic camp saya
Da Das ini memasoknyo setiap sekali seminggu, rata-rata dalam sebulan
belanja logistic dan bahan makanan (sembako) kami sekitar Rp 15 Juta.Itu
belum termasuk belanja logistic kontraktor saya yang rata-rata mereka
juga belanja ke warung Da Das Jika uang belum dikirim dari Padang kedai
Da das tempat kami berutang (batenggang), begitu juga dengan kontraktor
saya,  warung Da Das juga tempat bertenggang dalam urusan sembako ini
jika uang belum dikirim dari Padang karena kapal dari Padang terlambat
masuk atau tidak masuk dalam beberapa hari ke Pelabuhan Tua Pejat
disebabkan cuaca buruk dan membahayakan pelayaran.

 

Nah pengalaman saya yang paling seru dan mengasikan bersama Da Das
adalah bersama kapal tundonya memancing kelaut bebas diseputar peraian
atau pulau-pulau kecil di Sipora.Dihari Sabtu yang cerah menurut
perkiraan dan berdasarkan pengalamannya bersama nelayan dalam melihat
gejala alam adalah saat yang tepat pergi memancing untuk mendapatkan
ikan yang banyak sekaligus "malapehkan candu" memancing. Laut
diperkirakan malam itu  tidak terjadi badai dan ikan lagi
banyak-banyaknya (bulan ikan) disuatu tempat berkarang yang memang telah
di tandai Da Das (Lubuk Ikan di laut). Kami berangkat selepas lohor dari
Tua Pejat dengan kapal kayu (tundo) bersama 2 orang anak buah Da Das.
Saya begitu telaten dan "cerewet" menyediakan segala logistic makanan,
pada umumnya hal-hal yang paling mendasar untuk urusan perut memang anak
buah Da Das telah tahu apa yang seharusnya dibawa untuk pergi memancing
ditengah malam sampai keesokan harinya. Tapi "cerewet" saya tentunya
tidak lupa membawa bumbu-bumbu sambal buat pendamping ikan bakar yang
nantinya setelah kami pancing lansung dibakar diatas kapal tundo. Bawang
merah, cabe rawit, tomat, jeruk nipis, kecap manis dan asin ini yang
paling penting yang kadang-kadang tidak terpikirkan oleh anak buah Da
Das ketika melaut.

 

Lalu saya juga minta tolong sama Istri Da Das membuatkan bumbu jadi asam
pedas lalu dibungkus dalam plastic dan dimasukan kedalam kotak fiber
ikan yang ada es, juga tidak ketinggalan petai beberapa papan dan terung
ungu serta mentimun. Sebelum berangkat saya membayangkan betapa enak dan
nikmatnya nanti mampir istirahat sejenak selepas memancing merapat di
sekitar pulau dengan ombaknya yang teduh, langit cerah dengan taburan
bintang kerlap kerlip (bulan gelap istilah nelayan) membakar ikan segar
dengan cocolan aneka sambal, lalu didampingi terung ungu dan terung
bakar. Saya juga berimajinasi sebelum berangkat betapa nikmatnya asam
pedas ikan karapu saway dimakan ditengah laut dengan ombak yang teduh
dan kapal tundo yang digoyang lebut oleh alunan arus laut yang lemah
gemulai.

 

Setelah kami pastikan semua perlengkapan memancing dan logistic tidak
ada yang tinggal untuk kami bawa pergi memancing kelautan bebas ditengah
malam gelap bertabur bintang....

 

 

HERE WE GO....TO THE SEA !!!!!

 

To be continued...

 

Salam-Jepe

 

 

 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke