SANAK Adrianof Chan, bgmn ini GF malah bangga, bisa "berkilah" spt yg sanak
katakan, ternyata SBY lbh "alun bakilek ala bakalam, siapa menfaat kan
siapa.. Saya setuju dgn pendapat sanak. utk memblock suara JK di Sumbar,
mari kita lihat apa yg didapat(posisi)  nanti nya di kabinet?? Walauhu'alam.


Pertanyaan nya: Mana yg lbh baik Sumbar punya wakil di kabinet atau tidak
punya wakil? Terlepas dari "tudingan mencari jabatan"

masalah nya bgmn mengukurnya, Mungkin bisa sanak berikan indikator2 para
penjabat tinggi Jkt yg memberikan "kebijakan lbh" pd Sumbar.

Wass. Muzirman Tanjung.
--------- Gamawan Fauzi: Ini Kebanggaan untuk Sumatera Barat

Sabtu, 16 Mei 2009 | 14:37 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Padang*: Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi yang
dipilih membacakan deklarasi pencanangan calon presiden dan wakil presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono di Gedung Sasana Budaya Ganesha
Bandung tadi malam, Jumat (15/5) mengatakan ini kebanggan untuk Sumatera
Barat.

“Sebanyak itu tokoh nasional di Indonesia, saya diminta pribadi oleh
presiden SBY untuk membacakan *endorsement* itu, ini kan kebanggaan untuk
Sumatera Barat, jangan dikaitkan dengan partai, karena saya bukan orang
partai, saya kan pegawai negeri,” kata Gamawan Fauzi yang dihubungi melalui
telepon genggamnya, Sabtu ( 16/5).
Ia mengatakan, pada 12 Mei lalu, usai acara Musyawarah Rencana Pembangunan
yang dihadiri kepala daerah seluruh Indonesia, ia dipanggil Presiden SBY ke
Istana melalui pengawal presiden.

Menurut Gamawan, pukul 5 sore, ia bertemu Presiden SBY di Istana dan
berbicara empat mata. Presiden SBY lalu meminta Gamawan membacakan deklarasi
pencanangan capres dan cawapres SBY dan Budiono. Gamawan diminta sebagai
salah satu tokoh nasional yang dianggap konsisten dengan gerakan anti
korupsi. “Endorsement itu kan bisa dibacakan oleh siapa saja, saya mau
karena hal ini merupakan kehormatan untuk Sumatera Barat, sebab dari sekian
banyak tokoh nasional ia memilih dari Sumatera Barat,” kata Gamawan Fauzi.

Gamawan mengatakan ia tidak melanggar undang-undang karena ia diundang tidak
sebagai gubernur atau partai, namun sebagai tokoh masyarakat. “Lagipula itu
bukan kampanye, karena hingga tadi malam Presiden SBY dan Pak Budiono belum
resmi menjadi capres dan cawapres karena belum mendaftar ke KPU,” kata
Gamawan Fauzi.

Walau begitu, Gamawan mengakui amat respek pada pasangan SBY dan Budiono.
”Karena itu saya buatkan jargon kampanye untuk keduannya , SBY Berbudi,
karena menurut saya Pak Boediono, adalah seorang intelektual yang santun dan
guru besar yang bersahaja dan ekonom yang teruji,” kata Gamawan Fauzi.

*FEBRIANTI *

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke