Menyampaikan analisa, pendapat dan ramalan tentu adalah hak setiap 
warganegara.....tetapi mencap negatif tentulah bukan budaya kita .....
Kemuncilan dari seorang GF pada salah satu babakan politik ini adalah juga hak 
beliau.....
Saya pikir ini adalah suatu keputus yang perlu dihargai oleh orang minang..... 
(tidak harus menunggu dukungan mayoritas)
Mungkin kalau JK maju.. tentu akan ada lagi sanak kito yang lain  akan 
memunculkan diri.....misal FI, dll
Jadi siapa pun pemimpin yang akan muncul kita berharap selalu ada putra minang 
yang berperan......
Pendek kato sejarah membuktikan bahwa setiap babak sejarah baik republik ini 
orang minang harus muncul.....dan mesti ada, karena ia adalah representatif 
masyarakat minang......


salam
Hamdani Alwi






Dari: sutan jabok <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 17 Mei, 2009 10:23:53
Topik: [...@ntau-net] Re: Apa kata politisi: Gamawan ke kubu SBY.


keputusan yang nekat dari GF...
tapi sebagai individu GF sudah memilih, konsekuensi adalah miliknya seorang...
sayangnya angin mulai berhembus ke pasangan JK-Win, apakah langkah GF termasuk 
strategis? minimal untuk dirinya, atau justru melangkah terlalu cepat... 

sedikit oportunis terlihatnya, tapi semoga saja ada agenda yang lebih strategis 
dibanding hanya sekedar melihat orang minang tergiur porsi kue kekuasaan...

ada isu yang lebih besar jika kita mau melihat: salah satunya dalam UU Tambang, 
masyarakat (adat) dikategorikan makar jika menghalangi proses pertambangan yang 
sudah di izinkan oleh negara. atau suatu tanah/wilayah yang disinyalir memiliki 
kandungan alam, maka itu adalah hak negara, dan artinya hilang hak kaum adat 
terhadapnya. Pasal berapanya cari tahu sendiri aja, search aja di google.

UU berbahaya untuk masyarakat minangkabau... Saya justru bertanya tentang 
apakah masyarakat jawa mampu memahami hak komunal suatu suku bangsa, dan apakah 
suku bangsa pendatang (non-melayu) yang melebur dalam masyarakat jawa memahami 
tentang eksistensi massal/komunal. Indonesia yang sudah belari terlalu 
melenceng.

Dan ini terlatak di isu kecil Pasangan Capres Jawa-Non Jawa, representasi 
pergerakan islam, teknokrat etc... Isu kecil yang berbahaya... Cuma sekedar 
meletakkan atau melihat orang minang dalam struktur pemerintahan, terlalu 
kerdil untuk kita berfikir seperti itu.

Kalau perlu MERDEKA 100%!!

TanJabok
http://andodinejad.insancendekia.org/tulisan/686/retorasi/


--- On Sat, 5/16/09, Ronal Chandra <[email protected]> wrote:


From: Ronal Chandra <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Apa kata politisi: Gamawan ke kubu SBY.
To: [email protected]
Date: Saturday, May 16, 2009, 12:45 AM




Dear Dunsanak,.

Mungkin yang paling menyedihkan adalah, bahwa sikap Gubernur kita ini menjadi 
pembenaran pernyataan selama ini bahwa Urang Minang 'Opportunis" juga 
pembenaran terhadap karekter karakter negatif yang selama ini trus ingin ubah 
oleh generasi Minang. 

Miris bener,.

Cuma mungkin ada hal jauh lebih penting yang harus kita pikirkan dan antisipasi 
secara national yang akan berdampak buruk juga terhadap Ranah. pertama tampak 
ada upaya untuk memecah Orang Minang demi untuk kepentingan sesaat dan tidak 
akan bermamfaat pada masyarakat banyak.

Kedua ada cara berpikir pragmatis bahwa, pola sentralisasi pembangunan akan 
kembali dilakukan seperti jaman suharto dahulu dan desentralisasi pembangunan 
cukup dengan menempatkan mentri dari berbagai daerah diindonesia. Dan ini sudah 
dilakukan dengan menjadikan Gubernur Sumbar sebagai declarator salah satu 
capres dan cawapres, sehingga opini terbentuk bahwa ini salah satu hal bagus 
karena kader Minang masih dilihat dan terpakai, sangat pragmatis pola nya dan 
ibarat mancing umpan termakan.

Ketiga salah satu Capres terlihat sangat power full dan ini membahayakan sistem 
demokrasi indonesia dan ranah juga nanti nya. 

Himbauan untuk urang Minang, awak harus lebih berhati2 dalam menentukan sikap 
respon terlalu negatif ke Gamawan juga akan membuat riak teramat besar sehingga 
mudah untuk dilihat dan dianalisa oleh capres dan cawapres lainnya. Saya 
beneran khawatir jika pola lama kembali diterapkan dijaman reformasi ini. Mana 
yang mendukung dan tidak mendukung di buat garis tebal untuk ditandai. 

Semoga pemilihan Gubernur Jakarta kemarin menjadi pelajaran bagi Masyarakat 
Minang.

Salam Hormat 
Ronal Chandra Rajo Bungsu.





      




      Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. 
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke