Sanak Aufa,.

Saya minta maaf kalau jawabnya semua diatas, karena di palanta ini kalau 
diskusi dengan sistem sisip ini akan mengakibatkan file menjadi besar dan 
member flat merah akan sangat terganggu.

Neo Liberalisme kalau dipandang sebagai sebuah paham tentu dia merupakan konsep 
yang tujuan akhirnya katanya kemamuran masyarakat dan seperti sanak sudah 
katakan paham Neo Liberalisme berpikiran jika semua individu berpikiran sama 
maka akan menghasilkan hasil yang maksimal. Setuju saya sampai sini.

Cuma Proses awal sampai tengah ini yang menyengsarakan rakyat. Paham ini 
seperti dilekatkan dalam ekonomi kita, seolah olah kita adalah negara maju yang 
mempunyai sistem baik, standar pendidikan yang baik dan asumsi asumsi lainnya 
baik lainnya. Dengan satu harapan insya allah akan baik nanti nya. Masalahnya 
sebelum hasil akhir dicapai masyarakat kita bergelimpangan, ukm bertumbangan, 
kebijakan pemerintah terhadap sektor ekonomi kerakyatan jauh karena fokus dan 
tidak punya pilihan terhadap tekanan tekanan ekonomi dari luar serta tidak 
hanya tekanan ekonomi, tekanan politis pun dilakukan dari luar karena begitulah 
textbook paham ini untuk kebijakan luar negri bidang ekonomi.

Saya setuju pemerintah harus melakukan kontrol dan intervensi, masalah nya 
selama ini intervensi pemerintah sangat dipengaruhi oleh tekanan politik, 
tekanan ekonomi yang sangat kuat dari kartel kartel ekonomi dunia yang kuat 
seperti imf, woldbank dan etc. 

Yang akhirnya kembali hak hak dasar ekonomi masyarakat terabaikan dengan iming 
iming insya allah nanti akan lebih baik, nanti ...kapan ?

Privatisasi selalu punya dua bentuk tergantung pendekatan yang dilakukan. 
Karena privatisasi tidak harus dengan menjual keluar seandainya potensi dalam 
negri memungkinkan. Masalah nya potensi dalam negri tidak pernah untuk ditumbuh 
kembangkan. 

Kemudian masalah BUMN tidak produktif ini masalah dalam negri yang harus 
dipecahkan secara internal dan harusnya itu sudah bisa dilakukan. Saya tidak 
ingin juga menampikkan corrupt nya sistem birokrasi dibangsa ini, masalahnya 
asing merasa diuntungkan dengan sistem corrupt bangsa ini. Saya tidak ingin 
mengatakan bahwa Neo Liberalisme juga menganut pendekatan militer, intelejen 
dan lainnya dalam pendekatan ekonomi demi terciptanya pasar bebas yang 
diinginkan walaupun saya tau Neo Liberalisme melegalkan hal seperti itu. 

Saya koq kurang setuju menyamaratakan indonesia dengan negara negara dengan 
paham Neo Liberalisme yang katanya sukses :-) Apalagi contoh contohnya yang 
diambil. Saya juga tidak anti Privatisasi kalau pendekatannya ekonomi 
kerakyatan dan dalam penentuan BUMN untuk privatisasi kita diberikan 
kemandirian untuk menentukan. Tapi dikita kan yang diprivatisasi BUMN sehat 
seperti Indosat misalnya ?

Saya koq merasa indonesia ini penerimaannya selalu lebih kecil dari pada 
pengeluarannya dari dulu sampai sekarang susah trus, katanya kita bangsa yang 
kaya ? Saya teringat waktu PLN dijaman Rizal Ramli. Datang ke pak Rizal Ramli 
bilang bangkrut. Hutang sudah lebih besar dari pada pemasukan. Mau pinjam uang 
ke bank tidak bisa karena neraca sudah minus. Datang ke negara mengemis minta 
subsidi kalau tidak akan merumahkan 50% pegawai nya ? Sepertinya sudah kiamat 
begitu Rizal ramli bilang tidak!!

Akhirnya Rizal Ramli mengatakan revaluasi seluruh asset pln karena asset pln 
sudah lama sekali tidak dilakukan revaluasi. Begitu Asset sudah di revaluasi 
maka neraca perdagangan pln kembali sehat. Namun ada masalah dari revaluasi 
asset ini yaitu beban pajak yang harus dibayar oleh PLN kepada negara. Kemudian 
Rizal Ramli melakukan negoisasi dengan Dirjen Pajak dan Mentri keuangan untuk 
diminta kemudahan dalam pembayaran pajak yang dicicil dalam kurun waktu 
tertentu. 

Dalam case ini, negara justru mendapatkan penerimaan pajak walaupun tidak 
langsung tapi bertahap dari cara cerdas ini. PLN jadi operational kembali 
karena laporan keuangan (neraca) sudah kembali bisa untuk dibiayai oleh bank. 

Yang salah itu Mental Ngutang bangsa ini sudah merambak dan menyusup ke semua 
arah, karena dibuai oleh enaknya ngutang dan menghilangkan sisi kreatif kita 
sebagai makhluk mulia disisi allah karena diberikan akal. 

"Bagi Paham Neo Liberalisme Hutang parameter sebuah negara akuntable dan 
bankable." 
? he he he ini Ronalisme melihat hobi ngutang bangsa ini.

Masalah Subsidi BBM kita sudah sama sama tau, masalahnya kita lebih suka buat 
rakyat menjerit dari pada menyehatkan dan menutup lubang jalur distribusi yang 
bocor. Sepertinya kebocoran itu dipelihara.

Masalah pertamina ini juga masalah internal yang harusnya bisa dibersihkan 
walaupun tidak kunjung bersih. Masalahnya karena pertaminan ini mengelola 
sumber daya yang stretegis tekanan tekanan politik, ekonomi teramat kuat dari 
luar karena mereka dibiarkan menekan disebabkan posisi tawarnya yang trus 
diperkuat. Akhirnya pertamina merasa nyaman kerja biasa gaji gede dan 
produktivitas kecil. Saya koq gak enak hati kalau harus mengatakan bahwa 
pertamina tidak sanggup dan tidak bisa ?karena saya yakin bisa.

Bagi ambo Nasionalisme bukan masalah tolak dan terima asing. Nasionalisme 
adalah bagaimana negara bisa memproteksi hak hak masyarakatnya untuk berusaha 
tanpa ada tekanan dari mana pun. 

Kesimpulan :

Kita perlu mengembangkan sebuah paham ekonomi yang dekat dengan masyarakat, 
yang bisa memproteksi hak hak masyarakat, mensejahterakan rakyat tanpa harus 
dipengeruhi oleh pihak manapun. 

Coba mungkin saya kurang baca literatur, adakah dunia yang tidak memproteksi 
hak hak masyarakatnya ? ada INDONESIA karena kita lebih mementingkan pasar 
saham dari pada Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Kampung Melayu dan Pasar 
lainnya. Sehingga nantinya akan menjadi Mall Tanah Abang, Mall Atrium, Mall 
Kampung Melayu dan Mall Mall lainnya.

Salam Hormat 
Ronal Chandra Rajo BUngsu (30th)
Sampai Pemilu Legislatif kemarin masih Golput.



Yang paling penting paham ini membuat peran pemerintah semakin sangat kecil 
kalau ingin dibilang tidak ada. Ketika sudah masuk ke dalam sistem Neo 
Liberalisme akhirnya semua sulit keluar dan masyarakat tidak terproteksi hak 
hak dasarnya.




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke