Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barrakatuh.

Tan Lembang sarato Sanak di palanta,

Nan pasti 'MS'  bukan lah ambo......... he he he..

Tagalitiak hati mambaco kalimat panutuik dari Sanak Tan Lembang.......
mamiliah Presiden  ? ? ?

Baa kiro-kiro kiat mamiliah supayo ndak salah piliah......... ka duo pasang
nan manonjol  punyo kalbiahan sakligus ado kurangnyo........

"Bacarai' pulo piliahan awak dulu......... baa ko batuka tampek sajo liau
liau nantun.

Antah lah.........

Wassalam,
Masrur Siddik
L /67, Bandung



2009/5/21 Boediman Moeslim <[email protected]>

> Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barrakatuh.
>
> Dunsanak nan bainisial "MS"........



>  Ambo raso, awak indak usah takuik manulih namo, tampek tingga, jo umua di
> akan membantu awak.



>  ....Baitu pulo dalam mamiliah PRESIDEN bisuakko, jaan sampai salah
> piliah. Sabab, mungkin awak akan tatap seperti SEDIA KALA.
>
> Wassalam,
> Tan Lembang (L,52+)
> Lembang, Bandung
>
> --- On *Wed, 5/20/09, [email protected] <[email protected]>*wrote:
>
>
> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Mobil Dinas
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, May 20, 2009, 4:18 PM
>
>
> Saya pernah membaca sebuah kitab tentang sistem kekhilafahan yang diimpikan
> oleh kelompok Hizbut Tahrir. Judulnya saya lupa. Diantara tebalnya halaman,
> saya menemukan sebuah aturan renumerasi untuk aparat penyelenggara negara.
> Sumbernya hadits nabi, p perawinya saya lupa. Disebutkan bahwa gaji yang
> diterima untuk penyelenggara harus cukup. Jika ia belum bekeluarga, carikan
> ia keluarga. Lalu penuhi kebutuhannya. Jika ia belum berpunya rumah,
> bangunkan ia rumah. Jika ia belum punya kendaraan, berikan ia onta.
>
> Pointnya disini. Penuhi minimum requirement dari aparatur negara. Baru ia
> akan total mengabdi untuk kesejahteraan umat.
>
> Ayah saya pensiunan PNS, golongan IVB. Pernah menjabat pada level eselon 3.
> Sampai pensiun ia tak pernah mampu membeli sebuah kendaraan pribadi. Dengan
> mengandalkan gaji, untuk makan saja mungkin tak kan pernah berlebih. Tak kan
> mungkin untuk bermimpi membeli mobil.
>
> Ketika ia mendapatkan kendaraan dinas plat merah, memang ia bawa pulang.
> Mengantarkan ibu saya ke sekolah. Pulang kampung, belanja ke pasar.
> Mengantarkan anaknya ke rumah anak daro.  Pernah juga kita gunakan untuk
> mengangkut karung beras, hasil panen bareh baru.
>
> Ketika Gamawan mengeluarkan aturan soal mobil dinas. Bapak saya komentarnya
> singkat. Jika ia adalah pejabat tinggi penentu jabatan seseorang. Dengan
> kondisi gaji PNS saat ini, ia akan memilih mengangkat orang yang benar-benar
> hanya kendaraan dinas daripada yang telah punya kendaraan pribadi di
> garasinya.
>
> Ketika SK pensiun tiba. Ayah saya menggadaikan SKnya ke bank. Ia membeli
> sebuah sedan butut, seharga 30 juta. Itulah yang sekarang setia mengantarkan
> kemana ayah saya hendak pergi.
>
> Wassalam,
>
> MS
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke