SBY pengendali setir. JK penginjak gas. Sri Mulyani penginjak rem. Begitu banyak orang menganalogikan pemerintah kita saat ini.
Kali ini sang penginjak gas hendak menjadi sopir juga. Sang sopir saat ini, mengambil orang yang bertipikal penginjak rem juga. Saya tak pernah bertemu langsung dengan JK. Kalau Wiranto pernah. Kita sama-sama antre di tempat check in bandara. Ia bersama keluarganya ketika itu. Karena pesawatnya masih lama, di sebuah lounge kami bertemu lagi. Kebetulan saya kenal anaknya. Walaupun tidak begitu dekat. Saya hanya menyapa, lalu bersalaman. Saya memisahkan diri ke smoking area. Saya tak bisa membuka obrolan dengan "orang besar" seperti itu. Jujur, saya masih berniat golput di pilpres ini. Jagoan saya, Kwik Kian Gie, tak ada dalam daftar kandidat. Tapi kemaren saya ngobrol dengan seorang kawan. Ia katanya akan memilih JK di pilpres ini. Ia seorang sunda. Well educated. Berekonomi bagus. Alasannya, orang ini (JK) tahu apa yang ia mau. Berani mengambil keputusan yang cepat. Cuma satu yang tak ia suka dari JK. Suka ada sedikit busa di bibirnya, kalau kelamaan berbicara. Di kesempatan lain, saya pernah bertemu dengan seorang kawan lama. Ia seorang staf kedutaan Indonesia di sebuah negara. Ia pernah mendampingi rombongan Pak JK ketika berkunjung ke sana. Pak JK bersitegang dengan pemimpin negara tersebut menyoal alumunium peredam suara jalan tol. Pak JK ngotot, agar Indonesia diizinkan mengekspor yang sudah jadi saja. Bukan berbentuk bahan baku seperti saat ini. Negara tersebut berkepentingan juga dalam melindungi industrinya. Teman saya ini sangat kagum dengan kengeyelan Pak JK. Tapi ada satu yang membuat teman saya ini agak ilfil, adalah ketika dichalenge tentang kemampuan perusahaan Indonesia membuat peredam dengan baik dan tepat waktu dalam penyelesaian. Pak JK menyebutkan perusahaan milik adiknya pasti bisa. Kenapa harus perusahaan adiknya yang diberikan contoh. Ini agak membuat ilfil katanya. Ada sebuah cerita lagi dari seorang teman auditor. Ia pernah mengaudit perusahaan kalla dan bosowa group. Saya tanya apakah perusahaan itu sehat. Kawan saya bilang, perusahaan itu untung dan sehat. Cuma laporannya agak kurang rapih. Agak sering menggampangkan urusan administrasi. Dokumen-dokumennya agak kurang komplit. Jadi ia sering berantem ketika mengaudit. Walaupun disclaimer yang diberikan di akhir audit tetap bagus. Ini adalah secuil informasi yang saya dapat tentang urang sumando kita, Pak JK. Mudah-mudahan bisa memperkaya pengetahuan kita tentang Pak JK. Piss. MS Powered by Telkomsel BlackBerry® --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
