Terima kasih informasinya Pak Mochtar Naim. Rupanya telah menjadi urang
Sumando sang Lenonardo ko. Semoga usaha yang dirintis beliau sukses dan
berhasil.

salam hormat
.ari


2009/5/25 Mochtar Naim <[email protected]>

> Sdr Muzirman dan Ari,
>      Salam hormat dari ambo, Mochtar Naim.
> Kebetulan Guru Silek Waleed nan dari Amerika kelahiran Panama tu kini lah
> labiah satahun ka mari manatap di Padang, walau acok pulang kampuang juo ka
> Amerika. Inyo bahkan lah jadi rang sumando awak, dan dapek anak ciek,
> padusi, umua lk setahun. Tingga di Tabiang. Kini alah dirintis kerjasamo jo
> FSastra Unand, dan Waleed sato maajakan silek di kampus Limau Manih. Kini
> kito sadang mempersiapkan organisasi federasi silek Minang sadunia, dengan
> tiok tahun maadokan konvensi silek Minang      sedunia di ranah Minang. Kini
> baru di ateh karateh. Ambo sato lo sakaki mambantu-bantu.
>      Baa kaba ransanak kini tu. MN
>
> --- On *Sun, 5/24/09, Ari NGT <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Ari NGT <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: SILAT HARIMAU, FILOSOFI ISLAM DAN KEPUNAHAN.Apa
> yg dapat kita lakukan?
> To: [email protected]
> Date: Sunday, May 24, 2009, 5:30 PM
>
>
> Assalamu'alaikum .wr.wb,
> Beberapa tahun lalu pernah search di Internet dan ketemu web site orang
> Asing yang menguasai silat 'harimau' ini dan sepertinya dia ikutan sampai
> tarekatnya / menjadi muslim. Namanya Leonardo..dia mengajarkan silat ini
> Harvard dll.
> Beberapa tahun kemudian, saya datang ke kawinan teman yang istrinya berasal
> dari Lintau sana..saya lihat ada orang yang mirip banget dengan yang di
> internet. Pakai baju galembong hitam-hitam. Pas saya saya tanya rupanya
> memang dia. Mungkin gurunya ada hubungan keluarga dengan keluarga anak daro.
> Saya sampaikan apresiasi saya ke dia dan bilang saya sendiri yang orang
> minang tidak bisa silat..tapi sambil senyum dijawabnya "Don't worry, it's
> already in in your blood' ..pandai juga sang Leonardo ini berkilah dan
> bercanda.
>
> wassalam
> .ari '33
>
>
>
> 2009/5/25 Muzirman -- 
> <[email protected]<http://us.mc526.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> >
>
>>  Tradisi Silat Harimau, Filosofi Islam, dan Kepunahan
>>
>> By Republika Newsroom
>> Jumat, 22 Mei 2009 pukul 20:09:00
>> (komentar ambo)
>> Dengan punahanya kebudayaan tua kita ini, apa yg perlu kita lakukan? Ada
>> yg mengatakan krn tetua kita itu
>> kikir (ceke) memberikan ilmunya pada yg mudo2., atau yg mudo2 nan maleh
>> baraja silek tu.
>> Maka nya ilmu sejenis bela diri impor cukup banyak berkembang., dan
>> mendesaak bela diri traditional.
>> Memang ada pendirian perguruan silat,keliahatnya perkembanganya begitu
>> saja. belum menampkakkan jati dirinya secara utuh
>> silat Minang.
>> Pertanyaan: Apa yg harus kito lakukan ?
>> Wass. Muzirman Tanjung
>>
>>
>>
>>
>>
>>   [image: Tradisi Silat Harimau, Filosofi Islam, dan Kepunahan]AGUNG
>> SASONGKO/REPUBLIKAONLINE Salah satu gerakan dalam tradisi Silat Harimau
>>  JAKARTA - Kemajemukan negara yang disimbolkan "Bhineka Tunggal Ika" yang
>> berarti berbeda-beda tapi satu jua kerap mengundang decak kagum dalam
>> berbagai acara budaya internasional. Namun malangnya karena kurang
>> pemeliharaan, budaya itu tak hanya dicaplok negeri serumpun, tapi juga
>> terancam punah. Salah satu budaya yang berpotensi terancam adalah Pencak
>> Silat, sebuah seni beladiri asli Indonesia.
>>
>> Silat dipengaruhi keragaman budaya yang terdapat di tanah air maka tak
>> mengherankan begitu banyak aliran pencak silat di Indonesia. Kekayaan
>> filofosi, ritme gerak dan sinergi dengan musik tradisional menjadiknnya
>> begitu berbeda.
>>
>> Apa yang membuatnya terancam? Jika menengok kebelakang,Indonesia selalu
>> dominan terhadap pencak silat. Di setiap penyelenggaraan pesta olahraga Asia
>> Tenggara (SEA GAMES), Indonesia selalu menjadi jawara.
>>
>> Namun, layaknya cabang lain seperti bulu tangkis, pencak silat lantas
>> seolah mengalami kemunduran. Fakta kemudian berbicara, Vietnam lantas muncul
>> sebagai negara yang mengkilap prestasinya melalui silat.
>>
>> Belakangan, negara komunis tersebut tak lagi menjadi penggembira di cabang
>> pencak silat bahkan bisa dikatakan calon penggusur Indonesia di pentas
>> pencak silat. Bukan tak mungkin kekhawatiran nantinya pesilat Indonesia akan
>> belajar disana bakal terwujud.
>>
>> *Silat Harimau*
>>
>> Begitu banyak jenis silat yang terdapat di nusantara menyulitkan untuk
>> mengetahui asal muasal darimana pencak silat berasal. Praktisi dan Pemerhati
>> Pencak Silat ssekaligus Sekjen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Hariadi
>> Anwar menyatakan selama ini belum bisa diketahui darimana pertama kali
>> pencak silat berasal.
>>
>> Namun, hanya bisa diketahui jenis aliran pencak silat di Indonesia yang
>> berjumlah ribuan. Belum lagi, setiap daerah memiliki jenis Pencak Silat.
>> sebut saja, Silat Betawi, silat Sunda dan silat Jawa.
>>
>> Satu dari sekian banyak, silat nusantara yang terancam punah adalah silat
>> harimau. Konon silat yang berasal dari warisan kerajaan Minangkabau kini tak
>> banyak yang menguasai. Bahkan untuk orang minang sendiri tak banyak
>> mengetahui.
>>
>> Persoalan yang terjadi begitu klasik. Hal-hal berbau tradisional dianggap
>> ketinggalan jaman alias "ga lagi canggih". Kenyataan tersebut diakui
>> Hariadi.
>>
>> "Dulu, orang yang berlatih silat itu malu-malu menenteng baju latihan.
>> Dikatakan silat kalah tenar dari seni bela diri impor macam karate dan
>> taekwondo," ujarnya.
>>
>> Selain kalah tenar dengan seni bela diri Impor, proses mewarisi juga
>> mandek. Hal itu yang kemudian menjadi masalah pada pelestarian warisan
>> budaya Indonesia.
>>
>> Silat Harimau tidak begitu mudah diturunkan ke sembarang orang. Pakem ini
>> kemudian berakibat tidak terjadinya regenerasi pesilat Harimau. Hingga pada
>> akhirnya, silat Harimau keluar dari pakem yang bisa membahayakan
>> keberadaannya.
>>
>> Kompromi dan "panggilan nurani" yang kemudian membuat Guru Besar Silat
>> Harimau Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam atau yang akrab dipangil pak Datuk
>> kemudian memperbolehkan silat Harimau untuk disebar luaskan.
>>
>> Keputusan tersebut memang membutuhkan waktu panjang karena amanat leluhur
>> yang diemban Pak Datuk untuk tidak sembarang mengajarkan silat Harimau
>> begitu berat untuk dilepaskan.
>>
>> Bebicara tentang silat Harimau, singkat cerita belumlah dikenal sebagai
>> silat Harimau seperti sekarang. "Dulu belum dinamakan silat Harimau, namun
>> kemudian ketika saya mewariskan dan berguru dengan ahli silat lain, lantas
>> dinamakan silat Harimau," cerita Pak Datuk Saat ditemui Republika Online
>> awal pekan lalu.
>>
>> Setidaknya ada aliran-aliran silat di Minang yang lebih dahulu ada seperti
>> Kuciang Siam, Anjiang Mualim ,dan Harimau Champa. Dari nama aliran terakhir
>> kemudian Pak Datuk mengembangkan silat Harimau. Sebelum itu, dia berguru
>> dengan berbagai ahli silat yang ada.
>>
>> Kemudian dikembangkan dan lantas diberi nama silat Harimau. Terkait tahun
>> berapa nama tersebut muncul, Pak datuk mengaku tidak bisa menyebutkan
>> lantaran segala hal yang terkait asal muasal silat diwariskan secara lisan
>> bukan tertulis.
>>
>> Intisari silat Harimau terinspirasi dari gerak-gerakan Harimau. Kuda-kuda
>> dan sikap waspada persis menyerupai Harimau. Maka tak heran, jika mitos yang
>> berkembang mengatakan jika pesilat yang menguasai silat Harimau maka dirinya
>> kelak akan berubah wujud menjadi Harimau.
>>
>> Meski mitos yang berkembang seputar silat Harimau begitu kental. Seperti
>> pencak silat lain, nuansa islami juga dominan dalam filosofi yang terkandung
>> didalamnya.
>>
>> Untuk belajar silat, guru memperkenalkan nilai-nilai agama lebih dulu
>> kepada murid. Seperti pada tradisi Minang, silat zahir bertujuan mencari
>> silaturahmi, batin silat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan jika
>> ingin berniat jahat maka terlebih dahulu telah disingkirkan.
>>
>> Filosofi tersebut tertuang dalam ungkapan," Awas rasa jangan hilang,
>> berlantai sebelum roboh, bersiang menebas sebelum tumbuh."
>>
>> Ungkapan lantas terimplementasi melalui gerakan kuda-kuda yang berdiri
>> dengan huruf alif yang bermakna pesilat berdiri beserta Allah, berdiri dua
>> kali menyerupai huruf lam dan berdiri dengan menyerupai huruf hijaiyah
>> 'Kha'.
>>
>> Karakter keras, bukan basa-basi dan tegas menjadi ciri utama ajaran silat
>> harimau. Karena memang didesain untuk mematikan lawan dengan jurus-jurus
>> berbahaya dengan menyerang langsung daerah vital musuh, baik dengan gaya
>> lenting atau terkam Harimau.
>>
>> Oleh karena itu, silat Harimau kemudian dikenal dengan silat beraliran
>> keras. Demikian keras, hingga potensi penyalahgunaan ilmu begitu besar. Pak
>> Datuk sendiri terbebani jikalau ada anak muridnya yang telah diajarkan
>> kemudian menyalahgunakan.
>>
>> Untuk mengatasinya, Pak Datuk kerap memberikan pendalaman agama disetiap
>> sesi latihan guna memperkuat iman dan mental anak didiknya.
>> *Upacara Penerimaan Murid*
>>
>> Untuk mengikat anak muridnya dengan tanggung jawab sebagai pesilat
>> Harimau, Pak Datuk selalu mengadakan upacara tradisional sebagai simbol
>> pembaiatan terhadap anggota keluarga baru silat Harimau.
>>
>> Upacara dilakukan ketika murid sudah siap secara lahir dan batin untuk
>> menerima ilmu. Proses penerimaan itu pun tidak main-main karena didasarkan
>> dengan "penerawangan" pak Datuk terhadap calon anak didiknya.
>>
>> Pada prosesi upacara, calon murid akan diberikan pisau, yang memiliki
>> makna semakin diasah semakin tajam.  Artinya, anak murid harus melalui
>> proses latihan panjang guna mahir menjadi pesilat Harimau.
>>
>> Kemudian dilanjutkan, pemberian kain putih, hal ini dimaksudkan ketika
>> sang murid berlatih silat maka harus memiliki hati yang bersih dan semua
>> pasti akan berakhir atau mati. Pemberian beras oleh murid kepada guru yang
>> diartikan sebagai murid jangan pernah menyusahkan gurunya.
>>
>> Pemberian buah jeruk kuku Harimau, buah yang konon sudah langka di
>> Minangkabau diartikan sebagai simbol kelurga silat Harimau.
>>
>> Sirih lengkap, dimaksudkan untuk menandakan hubungan antara guru dan
>> saudara lain memiliki satu rasa layaknya sirih yang berasa asam, asin, manis
>> dan pahit dan terakhir, ayam jantan, dimaksudkan untuk mengingatkan pesilat
>> harus mengingatkan orang lain atas kewajiban layaknya ayam yang membangunkan
>> orang ketika azan subuh tiba.
>>
>> Keunikan lain yang dimilik Silat Harimau antara lain dengan filosofi
>> "langkah Ampe" yang begitu tertanam di orang-orang Minang. Jika tidak
>> mengetahui keempat langkah dimaksud maka bukan orang Minang melainkan orang
>> "kabau".
>>
>> Tradisi tersebut kemudian tertanam dalam pesilat Harimau. Pertama yang
>> harus diketahui pesilat Harimau, dirinya harus mengetahui dasar kata mendaki
>> yakni menghormati orang yang lebih tua.
>>
>> Tahu sikap mendatar, yakni harus mengetahui bagaimana dengan bersikap
>> dengan teman sebaya. Harus tahu dasar kata menurun, yakni berlakukan
>> seseorang dengan kasih sayang dan Melereng, harus mengetahui berbicara pada
>> iparnya.
>>
>> Usai lepas dari pakem yang menghambat perkembangan silat Harimau, kini
>> keberadaan silat Harimau jauh lebih baik. Meski tak ingat jumlah murid yang
>> diajarkan, tapi Pak Datuk mengaku puas. Paling tidak, silat Harimau bisa
>> diturunkan walau belum banyak yang benar-benar menguasai.
>> *Apresiasi Asing Terhadap Silat Harimau*
>> Sepanjang ingatan Pak Datuk hanya ada tiga orang yang menguasai silat
>> Harimau yakni satu orang Indonesia dan dua orang kebangsaan Inggris.
>>
>> Ditnya mengapa orang asing bisa menguasai,  menurut Pak Datuk karena
>> kebanyakan orang asing yang belajar silat Harimau karena tertarik dengan
>> keunikan filosofi dan ritme setiap gerakan yang tidak dimiliki seni beladiri
>> lain.
>>
>> "Tak heran, mereka begitu detail ingin mempelajari silat Harimau," tutur
>> Pak Datuk.
>>
>> Hal mencengangkan lain, ketika Silat Harimau kemudian didokumentasikan
>> melalui sebuah film berjudul "Merantu", sutradaranya merupakan kebangsaan
>> Inggris yang begitu tertarik terhadap keberadaan pencak silat.
>>
>> Diakui Pak Datuk, permasalahan ketidaktertarikan masyarakat Indonesia
>> terhadap budaya sendiri dikarenakan memang tidak pernah pertunjukan
>> kebudayaan dikemas secara apik.
>>
>> "Kemasan kurang bagus dan image yang ditumbuhkan cenderung negatif"
>> seperti misal silat identik dengan dukun dan banyak juga info yang salah
>> terkait silat seperti yang ditampilkan di televisi menjadi penyebab,"
>> ungkapnya.
>>
>> Pak Datuk begitu berharap, keberadan pencak silat bisa menjadikan
>> kebanggaan seperti yang sekarang terjadi. Namun, silat dikatakan tidak hanya
>> untuk dipelajari bertujuan kompetisi saja melainkan juga filosofi yang
>> terkandung didalamnya. Sebab yang kerap terjadi, silat hanya dipelajari
>> untuk mengalahkan lawan dan mendapat poin bukan untuk mengamalkan
>> filosofinya.
>>
>> Optimisme keberlanjutan pencak silat dan terutama silat Harimau terus
>> berdengung dihati Pak Datuk. Jika yang ingin berguru dengan dirinya, dengan
>> tangan terbuka Pak Datuk bersedia mengajarkan.Selama berniat mengamalkan
>> silat untuk kebaikan tidak menjadi masalah.
>>
>> "Bangsa saya ini dikenal sebagai bangsa beradab dan berbudaya tinggi.
>> Bila, saya keluar negeri dengan silat, bangsa-bangsa lain bisa menghormati,"
>> harapnya./cr2/itz
>>
>>
>>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke