CATAN
FINAL ULC BARCELONA VERSUS
MANCHESTER UNITED
Stadion Olimpico Roma, 27 Mei 2009
By :
Jepe
Usai sudah pentas akbar
kejuaraan sepak bola antar klub Eropa yang paling bergengsi didunia, dulunya
dikenal dengan Liga Champhions, setelah berubah format dikenal dengan UEFA
Champions League (UCL). Final yang berlansung di Stadion Olimpico Roma yang
mempertemukan “dua raja” dari Inggris dan Spanyol, Manchester
United (MU) versus Barcelona (Barca) terasa istimewa tahun ini saya saksikan
lansung (live) dari layar lebar bersama istri saya bergabung dengan sekitar 250
orang lebih pecandu bola kota Pekanbaru nonton bareng (nonbar) diBall Room
Hotel Pangeran. Barcelona akhirnya menjadi yang terbaik di Eropa setelah
menghentikan perlawanan MU dengan skor yang cukup meyakinkan 2-0, musim
2008/2009 adalah musim yang sangat fantastis bagi Barcelona, dua pekan sebelum
Final UCL berlansung mereka telah meraih trofi Copa del Rey tiga hari setelah
itu The Catalans merebut Trofi La Liga dan malam tadi Rabu (Kamis dini hari
WIB) Barcelona melengkapi kejayaannya dengan merebut Trofi UCL.
Jika laga ini
dihubung-hubungkan sejarah Kekaisaran Romawi Kuno, maka Pep Guardiola pelatih Barca
malam itu pantas dikalungi rangkaian daun sebagai mahkota khusus komandan
tentara kerajaan yang berhasil memimpin anak buahnya menakluk “tentara
kerajaan” yang dikomandani oleh Alex Ferguson. Menurut legenda, Roma
didirikan oleh Romulus
setelah ia membunuh saudara kembarnya. Remus dan malam itu di stadion Olimpico
Barcelona menjadi Romulus setelah menaklukan Manchester United.Stadion Olimpico
ibarat sebuah Colleseum sebagai salah satu “landmark” kota Romawi
kuno tempat bertarungnya Gladiator, malam itu di “Colleseum modern”
kota Roma terjadi pertarungkan dua Gladiator raksasa Eropa dan Barcelona
berhasil menaklukan Eropa sebagai penerus kekaisaran Julius Ceasar yang pernah
berjaya pada tahun 117 menguasai daratan Eropa bahkan Mesir dan Mesopatamia
(Asia). Barcelona
begitu sempurna musim ini dengan torehan 3 gelar bergengsi atau dikenal dengan
istilah Treble Winner, Barcelonalah “Raja Sejati” Eropa.
Inilah catatan singkat
saya para “tentara-tentara” Catalans dibawah komandan Pep Guardiola
yang menaklukan “tentara-tentara” Britania yang dikomandoi Sir Alex
Ferguson, mereka-mereka inilah “Gladiator” yang mempunyai kontribusi
penting dalam laga final tersebut
Charles
Puyol
Jika saya ditanya siapa
yang menjadi “Man of the match” pada partai final tersebut, pilihan
saya jatuh pada Sang Kapten kharismatik Barca ini, Charles Puyol. Seperti
halnya Paolo Maldini di AC Milan ,
Puyol adalah Barca dan Barca adalah Puyol. Pemain belakang bernomor punggung 5
ini penampilannya malam itu sungguh trengginas, taktis mengawal daerah
pertahanan, energik penuh tenaga ikut membantu serangan dari sayap kanan tanpa
lupa tugas utamanya kembali segera kebelakang membentengi daerah pertahannya
dan yang paling penting lagi sangat tangguh mematikan pergerakan dan akselerasi
berbahaya Ronaldo ketika membangun serangan di sebelah kanan daerah pertahanan
Barca. Kita bisa saksikan seorang Ronaldo dibuat frustasi oleh Puyol ketika
mendapat umpan dari temannya alih-alih menguasai bola malah Puyol yang
“dilabrak” nya sehingga Ronaldo mendapatkan kartu kuning.
Paling tidak Puyol yang
rajin ikut menyerang dari sayap kanan ini dua kesempatan emas yang berpeluang
terjadi Gol didapatkannya yang pertama sebuah tendangan “Head to
Head” dengan van der Sar, tapi masih bisa di blok kiper veteran Belanda
ini, kesempatan emas kedua sebuah “heading” bertenaga dilepaskan
Puyol menyambut umpan crossing Xavi di sebelah kiri daerah pertahan MU,
lagi-lagi van de Sar dengan cekatan menangkap sundulan Puyol ini.
Samuel
Eto ‘O
Aha ini dia seperti
tulisan saya terdahulu “Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih
bagus” dengan jitu diterjemahkan oleh Samuel “Singa Afrika” Eto’O,
Barcelona yang
selalu bermain positif sepanjang kompetisi dan selalu menampilkan permainan
ofensif yang memikat berusaha secepat mungkin untuk mencebol gawang pada
menit-menit awal. Eto’O walau sepanjang permainan tidak begitu menonjol
didepan gawang tapi sudah menjadi ciri khasnya sebagai salah satu striker
kenamaan di Eropa, ketika mendapat sebuah peluang maka sangat jarang
disia-siakan. Inilah gol cepat Barcelona yang terjadi pada menit 9, dari sayap
kiri pertahan MU, Eto’O mencoba menusuk lebih dalam lagi mendekati gawang
van de Sar, dengan sebuah gerakan tipuan yang ciamik (Keeping) membuat Ferdinan
mati langkah, tanpa membuang waktu dengan kaki kanan dia menyosor bola masih
sempat membentur badan van de sar tapi itu tidak menolong merubah arah bola
keluar gawangnya. Gol ini murni sebuah skill individu dari Eto’O yang
menggabungkan teknik mengusai bola dan berpikir cepat mengambil keputusan.
Xavi dan
Ineasta
Gelandang serang ini tak
pelak lagi merupakan “nyawa” lapangan tengah dalam memulai mengatur
serangan, bermain taktis dan efektif, tahu kapan memberi umpan dan mengatur
atau mengendalikan ritme permainan. Xavi adalah pengumpan dengan tingkat
akurasi yang cukup tinggi, passingnya sangat memudahkan Henry disayap kiri dan
Messi sebagai orang terdekat membangun serangan, begitu juga dengan Ineasta
yang gerakan ekplosif menerobos lawan sering berbuah pelanggaran yang berakibat
tendangan bebas diluar kotak penalty MU.
Messi
Menit –menit awal
babak pertama Messi belum menunjukan permainan terbaiknya, tapi setelah gol
pertama Eto’O dimana Barca mulai memegang kendali permainan Messi mulai
beraksi dengan ciri khasnya penguasaan bola yang prima dengan umpan-umpan pendek
satu dua dengan pemain terdekat, gerakannya menerobos kotak penalty MU cukup
membahayakan gawang van de Sar. Gol kedua yang diciptakannya dimenit 70 diluar
kebiasaannya dalam menceplos bola ke Gawang dengan ciri khas tidak perlu
dengan tendangan keras tapi selalu mengarahkan bola ke sudut tiang jauh gawang..
Berawal dari umpan lambung Xavi yang sangat terukur dan sulit diantisipasi
Ferdinan sementara Messi berdiri bebas disamping Ferdinan, Messi dengan
keseimbangan badan yang kurang stabil karena factor tinggi badan masih sempat
melakukan heading melambung tapi sangat telak bola terarah ketiang jauh sudut
kiri gawang van de Sar. Bola hasil sundulan kepala seperti yang dilakukan Messi
ini selalu sulit diduga dan diantisipasi oleh seorang kiper sekaliber apapun kiper
tersebut. Messi jatuh setelah melakukan sundulan ini karena keseimbangan badan
dan cara berdirinya kurang stabil ini dibuktikan ketika Messi melakukan
selebrasi golnya ini cukup mengundang senyum, sambil berlari Messi menenteng
sebelah sepatunya yang copot
Pep
Guardiola
Pelatih muda berusia 39
tahun mantan pemain Barca ini tak pelak lagi menorehkan sejarah baru di Eropa
dengan meraih treble winner dimusim pertamanya sebagai pelatih sebuah klub. Pep
membawa gairah dalam bermain bola dengan memberikan kebebasan pada pemainnya
untuk terus melakukan permainan ofensif yang terkadang dikompetisi yang ketat
seperti UCL ini para pelatih selalu mengharapkan kemenangan sebagai hasil akhir
walau dengan strategi “anti football” . Pep Guardiola tidak pernah
takut mengusung sepak bola menyerang walau lawannya diatas kertas selevel
Barcelona atau malah diatasnya seperti yang selalu
“digadang-gadang” kan
para jurnalis dan pengamat bola kenamaan.
Bagaimana dengan Tierry
Henry, malam itu penampilan cukup bagus, memang sudah menjadi “trade
mark” dia juga dalam mencetak gol ketika “head to Head”
dengan kiper lawan selalu ingin menciptakan gol dengan “stylish”
yaitu dengan cara membidik tiang jauh gawang atau dengan gerakan tipuan,
tampaknya Henry kurang beruntung menciptakan gol diberbagai peluang yang Ia
dapat. Tapi Henry sebagai pemain bola kenamaan di Eropa yang telah pernah
meraih Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Timnas Perancis dan juara Liga
bersama Arsenal akhirnya sebagai pemain professional dia bisa mewujudkan impian
meraih trofi bergengsi UCL ini. Selangkah lagi impian itu diraihnya di tahun 2006
bersama Arsenal tapi di Final ditaklukan oleh Barcelona, sekarang Barcelona
klub yang dibelanya mewujudkan impiannya..mmm..bahagia memang, lengkap sudah
Henry sebagai pemain bola “Top” Eropa mengikuti rekannya seperti
Zinadine Zidane dan Makalele.
Apaboleh buat laga
pamungkas yang diperkirakan cukup seru dan alot ini Manchester United secara
keseluruhan penampilan malam final tersebut jauh dari penampilan-penampilan
mereka yang impresif sebagaimana yang diperlihatkannya ketika berlaga di ajang
EPL maupun UCL sampai babak semi final musim ini. MU hanya 8 menit sebelum
terjadi gol Eto’O pertama tampil mengesankan dengan karakter aslinya
melalui umpan pendek kombinasi umpan panjang melalui serangan balik yang
mematikan dengan pergerakan yang cepat dari Ronaldo, Carrick,
Anderson , Park dan Ronney. Setelah gol
Eto’O praktis permianan dikendalikan oleh Barcelona, semula banyak
pengamat memprediksi lini belakang Barca yang rapuh dengan cederanya Marquez
dan akumulasi kartu kuning Alavez serta absennya Abidal karena kartu merah yang
didapatnya di babak semi final tapi dalam laga final tersebut kwartet
pertahanan Barca Pique, Yaya Toure dan Puyol tampil cukup apik terutama
mematikan pergerakan Ronaldo dan Rooney, diperparah dengan penampilan buruk
Park Ji Sung .
Jika Henry sungguh
beruntung malam itu, nampaknya saya dan istri yang ikut nonbar di Ball Room
Hotel Pangeran Kamis dini hari tadi belum beruntung ketika voucher di undi
jangankan mendapatkan hadiah utama 2 Tiket Pku-Bali p/p atau sebuah Hand Phone,
kaos murahan kedua klub sebagai hadiah hiburanpun tak dapat..he..he. Ya sudah
yang penting Alhamdulillah segala sesuatu berjalan lancar dimalam special ini
saya menonontong bareng final UCL bersama istri, sementara keempat anak saya
tidur lelap dikamar hotel.
Sampai jumpa lagi di
Edisi UCL musim 2009/2010

Salam
Bola-Jepe/28/5/09
INGAT….DAN TERNYATA..!!!
“Lebih cepat lebih
bagus” yang identik dengan Barca meraih piala bergengsi tersebut merekalah
Raja sejati Eropa
MU terpaksa menunda
keinginannya untuk MELANJUTKAN juara seperti musim lalu.
Terakhir…MERDEKA
buat BARCA
***
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe