LAYANG – LAYANGoleh : Evy Nizhamul
Pada suatu hari, beberapa buah Layang-layang
akan  berlomba pada sebuah lapangan kehidupan. Layang-layang
itu ada yang mudah melesat
ke udara. Ada pula diantaranya akan tertatih – tatih
untuk melayang. Bahkan ada yang langsung menghujam ke tanah, tak berdaya. Ia
tidak memiliki kekuatan – berdasarkan rumusan keseimbangan dari sebuah layangan,
Akhirnya ia tercabik-cabik tak berguna. Anak-anak kecil yang cendrung menyukai
layanganpun tidak ada yang meliriknya.


Sebuah layang layang A, bercilotehlah kepada lawan-lawannya
: “ Hemmm…Akulah yang akan mengudara. Aku memiliki warna serta accessories yang
indah. 

Kemudian layang-layang B
berkata sambil mencibir ; “ Huuu….Justru akulah yang akan melesat keudara. Aku
memiliki kekuatan yang terjamin mutunya. Aku dibuat dalam rumusan Keliling K = 
2. s1 + 2 . s2. Luas L = ½ . D1 .D2. 

Sebaliknya layang-layang C,
cukup berdiam diri dan meyakini bahwa kemampuan mengudara hanyalah jika ada
hembusan angin yang bagus dan kekuatan orang yang mengendalikannya,  walau 
iapun terukur dalam keseimbangan dan
kekuatan rangkanya.    

Sementara itu beberapa layang-layang lainnya, tidak memiliki target
– target sebagaimana layang-layang A. B. C. Baginya, ia hanyalah layang –
layang mainan yang tidak untuk diperlombakan. Berangan-angan sebagai layangan
aduan ia tidak mampu. Sebagai barang mainan, ia hanyalah pelengkap penderita
dalam kehidupan. Cukuplah melenggang-lenggok ke kiri dan ke kanan. Ia takut
untuk naik keatas, karena semakin ke atas anginnya pasti terasa kuat. 

 

Tibalah waktunya mengulur layang-layang kehidupan itu. Semua
berusaha berpacu disaat angin sang takdir, Terkadang sesekali harus tersentak
agar dirinya itu mengapung ke udara. Masing-masing
sesuai dengan sasaran kehidupannya. Dalam mencapai ketinggian itu, layang
layang itu diberikan waktu  untuk naik  setinggi mungkin. Semakin tinggi, lebih 
baik karena ada angin yang akan
menghembusnya di atas, dan semakin
mudah orang yang dibawah mengulur benang. 

Namun sesungguhnya, layang-layang itu tidak menyadari bahwa
dibawah sana ada orang orang yang mengulurkan benang untuknya dan  berjuang 
pula untuk menopangnya. Bahkan ada yang luka karena tersayat
benang, disaat ia mengulurkan benangnya. Terkadang ia pun tertarik kencang oleh
layang-layang itu. Namun layang-layang itu tetap semakin melayang menjauh. 

 

Layang-layang yang baik adalah yang mampu naik sehingga benangnya
hampir tegak lurus. Dia tidak banyak lagi berlenggak lenggok di atas sana. Dia 
menyadari
bahwa di bawah sana ada orang yang membantu menggenggam tali kehidupannya
dengan kokohnya. Ia memiliki Spiritual Intelegency yang baik. Ia percaya bahwa 
selain
angin yang membuatnya kokoh berdiri, ada orang yang memegangkan benangnya. 
Itulah
sikap layang-layang C. 

 

Sebaliknya sebuah layang layang yang berpenampilan kokoh dengan rumus 
keseimbangan yang
sempurna berlenggang lenggok diudara bak penari serimpi, Ia lupa diri untuk
menjaga keseimbangannya. Tiba-tiba datang badai menerpa. Ia
tidak mampu menjaga keseimbangannya. Pada hal keseimbangan diri ketika dalam
posisi puncak adalah sebuah kekuatan. Ia tidak memiliki itu lagi. Semuanya ada
pada sisi kepalanya, yang penuh dengan harkat dan martabatnya sebagai sebuah
layang yang kokoh. Prestasi telah beralih menjadi prestise. Kedudukan berubah
menjadi kekuasaan. Semua mudah tergoda oleh 3 ta ; tahta, harta, dan wanita. 
Inilah
dia layang-layang B.

 

Pada
layang-layang A, ia terlalu sibuk dengan keindahan dan rumbai-rumbainya. Ia 
sarat
dengan angan-angan dan rencana-rencana sesuai dengan warna dan jambulnya.. Ia
memiliki tandan
agak berat. Padahal dengan keadaan ini, maka ia
akan sulit mendaki di udara. Layang-layang yang serupa itu disebut “ bamban “.  
Seberapapun panjang benang di rentang,
seberapapun keras angin meniup, dia tidak sanggup naik tinggi. Untuk
dinaikkan keatas terlalu sulit. Ia tak kuat menerpa angin, apalagi angin badai.
Akhirnya ia turun ke bumi dan hidupnya menjadi hiasan. Bahwa ia adalah layang
layang yang indah.

 

Tantangan dalam
layang layang kehidupan adalah, jika menyadari bahwa untuk mencapai posisi 
mengudara harus taat
kepada aturan yang berlaku. Namun menyadari pula bahwa yang membuat ia naik
keudara adalah orang-orang yang menopangnya. Tanpa ada orang yang menopangnya, 
maka sewaktu
waktu benang itu pasti putus.  



Mengumpamakan masa kritis dalam pertandingan layang-layang kehidupan, 
berpangkal pada “jungur” layang-layang. Jungur
ini adalah akal dan pikiran manusia. Pada layang layang kehidupan, jika terlalu
mengandalkan akal dan pikiran semata, ada resiko ia terbalik di udara. Kalau
terjadi yang demikian, habislah sudah. Layang-layang itu kalah dengan
sendirinya karena tidak bisa lagi dikendalikan dan dia akan turun jatuh bebas. 
Itulah buah kesombongan.

 

Nah begitulah kisah perjalanan hidup kita..

 

Surah Albaqarah ayat 286
;

Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapatkan pahala dari kebajikan
yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya. 

Mereka berdoa, “ Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. “ Ya Tuhan kami,
janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan
kepada orang –orang sebelum kami. “ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan
kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. “ Maafkanlah kami,
ampunilah kami dan rahmatilah kami, maka tolonglah kami menghadapi orang –orang
kafir.

 

 Wassalam,




  Evy Nizhamul 
(Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang)

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke