Tulisan Bagus dari Novelis E.S Ito http://www.esito.web.id

Bukan Negara Instan <http://esito.web.id/2009/05/bukan-negara-instan/> by
e.s. ito ~ May 28th, 2009


Tuan Presiden kita beriklan. Meminjam jingle mie instan. Negara apakah yang
kita angankan? Tentu saja negara karbitan. Visi pembangunan ditentukan oleh
reaksi spontan, bukan lagi oleh sebuah gagasan. Kritik dianggap tidak sopan.
Kelak demonstrasi akan mudah saja diamankan Keberhasilan pembangunan
ditentukan oleh statistik angka-angka yang dipublikasikan. Sementara rakyat
tetap saja menjadi korban. Dalam jingle mie instan, presiden kita tampil
dengan segala kelebihan, tiada cela tanpa kekurangan. Polesan citra diri
lewat iklan menjadikan dirinya seorang megaloman.

Bila citra iklan telah menjadi komandan, maka gagasan hanya akan menjadi
sampiran. Pemimpin hanya akan akan memikirkan penampilan ketimbang dampak
pembangunan. Fungsi negara mengalami pergeseran, sebab hanya menjadi
manifestasi kepentingan. Maka semua masalah kenegaraan pun diserahkan kepada
konsultan. Hanya pada saat-saat keberhasilan pemimpin tampil ke depan. Bila
keadaan genting, presiden akan ber-akting layaknya bintang opera sabun,
tampil dengan wajah tertekan. Simpati didapatkan, masalah tidak terpecahkan.
Beginilah nasib negara karbitan. Pada saat gagasan dikalahkan oleh mie
instan, kita menjadi negara Indonesia Instan. Semua masalah dipikirkan
spontan, diatasi dengan cara-cara juragan. Menekan mereka yang lemah sembari
menyelamatkan mereka yang mapan.

Kami tidak butuh pemimpin yang senantiasa tampil menawan. Sementara rakyat
bawah terkucilkan. Kami juga tidak perlu mulut yang sopan, bila itu semua
digunakan untuk menutupi ketidakjujuran. Kami tidak bangga punya pemimpin
jenderal bintang empat, bila dia tidak pernah jadi komandan. Kami malu punya
Doktor Pertanian bila untuk mendapatkan pupuk saja petani kelabakan. Kami
tidak butuh pemimpin yang mendapatkan penghargaan sebagai tokoh dunia
terdepan bila bergandengan tangan dengan rakyat saja dia enggan. Kami
benar-benar tidak butuh pemimpin yang dipoles lewat iklan dengan meminjam
jingle mie instan sebab negara kami bukanlah negara instan. Negara kami
lahir dari sebuah gagasan, dibangun dengan perjuangan dan kami menjaganya
lewat angan-angan sebuah kemakmuran. Itu bukanlah sebuah proses yang instan.
Berbeda sekali dengan apa yang Tuan lakukan dengan jingle iklan.

Tuan yang beriklan, kami bukan mie instan. Bisa Tuan remas hingga hancur
berantakan. Bisa Tuan rendam hingga lemas tidak berkekuatan. Kami adalah
rakyat kebanyakan. Tetapi kami belajar dari mereka yang jadi korban iklan.
Cukup sudah semua polesan, rasa bosan akan menghentikan. Dan kami sekarang
sudah bosan. Kami butuh pemimpin yang satu kata, satu perbuatan. Kami tidak
butuh pemimpin yang gila penghargaan tetapi miskin teladan. Kami akan
meninggalkan pemimpin yang mengandalkan konsultan dan bukan menjaga
kepercayaan. Karena kami sadar bahwa kami yang menentukan, maka jangan harap
Tuan bisa mengubah Indonesia menjadi negara Instan.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke