H. Sutan Zaili Asril http://www.padangekspres.co.id/content/view/37196/56/
Kita memasuki masa kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2009 yang untuk kedua kalinya secara langsung - rakyat yang sudah mempunyai hak pilih dan yang sudah terdaftar pada daftar pemilih serta mendapat undangan untuk memilih akan memilih bebas/rahasia/jujur/adil siapa dari tiga kandidat calon presiden/calon wakil presiden (Capres/Cawapres) yang sudah disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pertama, pasangan Jenderal TNI Purn Susilo Bambang Yudhoyono/Prof Dr. Bediono MA yang diusung Partai Demokrat (PD) yang berkoalisi dengan 4 partai Islam/berdasarkan Islam (Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta beberapa partai kecil lainnya/yang tidak mendapat suara di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). SBY-negitu lazim namanya disebut secara populer, adalah incumbent/presiden yang akan berakhir masa jabatan pertamanya Oktober 2009 nanti yang akan mempertahankan jabatannya untuk periode kedua 2009-2013. Kedua, pasangan Drs. H. Mohamma Jusuf Kalla/Jenderal TNI Purn Wiranto diusung Partai Golkar (PG) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bersama beberapa partai kecil lain yang tidak mendapat kursi di DPR-RI. JK - begitulah nama sumando rang Minang yang telah banyak berbuat secara kongkret bagi daerah/masyarakat Sumatera Barat adalah incumbent wakil presiden yang semula berpasangan dengan SBY yang maju sebagai Capres berpasangan dengan Jenderal Wiranto. Wiranto adalah Capres 2004 dari PG yang saat itu berpasangan dengan salah seorang tokoh utama Nahdlatul Ulama (NU), yang untuk putaran pertama di Sumatera Barat meraih suara 32 persen setelah pasangan Prof Mohammad Amien Rais MA/Siswono Yudohusodo 36 persen). Di nomor urut ketiga pasangan SBY/JK, nomor urut keempat Mega/Drs. KH A. Hasyim Muzadi, dan kelima Hamzah Haz/Letjen TNI Agum Gumelar. Wiranto adalah mantan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata (Menhankam/Pangab) periode akhir Presiden Jenderal Besar HM Soeharto dan masa Presiden Prof. Bacharudddin Jusuf (BJ) Habibie. Duet Dyah Permata Megawati Soekarnoputri/Letjen TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan beberapa partai kecil lain yang tak dapat kursi di DPR-RI. Mega adalah putra sulung Proklamator/Presiden RI pertama Soekarno - lazim Kita menyebut namanya Bung Karno yang menjelang pemilihan umum (Pemilu) 1982 ikut dan terpilih jadi anggota DPR-RI serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, yang menjelang 1987 terpilih jadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI. Menjelang Pemilu 1997, pihak Pemerintah (diduga Presiden Soeharto/Pangab Faisal Tanjung) "mengkondisikan" mantan Ketua Umum PDI Suryadi untuk terpilih kembali. Peserta kongres tak menerima, lalu pada tahap berikut/dalam kongres PDI di Surabaya Megawati terpilih namun tetap diganjal. Atas fasilitasi Pangdam DKI Jakarta Jenderal TNI Abdullah Machmud (AM) Hendrowyono dan petinggi Bais Jenderal TNI Agum Gumelar melalui Rapimnas PDI di Jakarta, Megawati jadi Ketua Umum DPP PDI, tapi, tidak diakui Presiden Soeharto. Lalu, terjadi kerusuhan Mei 1998. Dalam pemilu 1999, kelompok PDI Mega mengganti nama partai jadi PDIP dan memenangkan Pemilu dengan 36 persen suara. Megawati dipilih MPR-RI jadi wakil presiden dengan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Kemudian jadi presiden menggantikan Gus Dur - begitu namanya lazim disebut - setelah dimakzulkan MPR-RI. Letjen TNI Purn Pranowo adalah Ketua Dewan Pembina (Wanbin) DPP Gerindra. Ia anak ayatollah ekonomi Indonesia Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo MA. Ia pernah jadi menantu Presiden Soeharto (mengawini Ny. Titik dan sudah bercerai). Prabowo termasuk baron ABRI/TNI yang amat cemerlang. Ia pernah jadi Panglima Korp Baret Merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus/Kopasanda/RPKAD). Habis memimpin Korp Baret Hijau Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat) yang juga terkenal di atas Kopassus dengan pangkal Letnan Jenderal dalam usia masih di bawah 50 tahun. Prabowo diduga ikut bermain dalam kerusuhan/Reformasi 1998 setelah memperbantukan pasukan Kostrad ke Kodang DKI Jaya yang panglimanya dijabat Mayjen TNI Syafri Syamsuddin yang diduga dekat dengan Prabowo yang juga berusia muda. Prabowo/beberapa jenderal lainnya diusut Dewan Militer atas kemungkinan keterlibatan dalam "orang hilang". Prabowo tersingkir di masa Presiden Habibie yang lebih memilih mempertahankan Wiranto menjadi Menhankam/Pangab. Prabowo, seperti adiknya Hasyim Djojohadikusumo terjun ke bisnis. Dikabarkan ia memiliki hubungan baik dengan Raja Yordania, Abdullah II. Ia mempunyai cabang usaha di beberapa negara. Sejak dua tahun terakhir ia naik ke pentas politik dengan menggunakan kenderaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). PADA Pilpres 2009 ini, kelihatan kecenderungan elektabilitas ketiga pasangan relatif seimbang - sebelumnya SBY dilaporkan berbagai lembaga survei sebagai memiliki elektabilitas lebih tinggi (di atas 50 persen) yang sejak "bercerai" dengan JK dan memilih Boediono sebagai calon pendampingnya populeritas, elektabilitasnya dilaporkan lembaga survei terus merosot. Sebaliknya dengan JK/Win (Wiranto) terus menanjak, terutama karena memposisikan sebagai incombent wakil presiden lebih banyak berbuat dalam pemerintahan SBY/JK yang berpikir lebih praktikal serta bertindak lebih cerdas/tepat/cepat - moto yang kemudian dikukuhkan menjadi moto dengan pesan seerhana dan lugas serta efektif menjadi "lebih cepat lebih baik". Jauh sebelumnya, kontroversi appearance presiden SBY dan wakil residen (Wapres) JK sudah jadi perhatian banyak pihak. JK lebih mengedepankan kemadirian ekonomi - mengutamakan pengusaha dalam negeri dan khusus pemberdayaan usaha ekonomi mikro-kecil. JK berusaha mengeliminasi peran The International Monotary of Fund (IMF) yang nasehat lembaganya tidak sesuai dengan pembangunan ekonomi Indonesia. JK memaksa pemerintah/khusus Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan (Menkeu) Srimulyani Inderawati memberi jaminan untuk beberapa investasi asing yang akan masuk Indonesia, misalnya. Seberapa arah/fokus yang disindir Menkeu Srimulyani bahwa JK sebagai "sangat nasionalis". JK memang seorang yang berlatarbelakang pengusaha (juga jadi pengurus beberapa organisasi dunia usaha) dan saat jadi mahasiswa aktivis organisasi mahasiswa (Himpunan Mahasiswa Islam/HMI) emoh berwacana/abstrak/makro. Wapres JK tampil menyelesaikan beberapa masalah bangsa seperti kasus Ambon dan kasus Aceh Merdeka serta perselisihan Indonesia dengan Malaysia dengan menaikkan posisi Indonesia, Tidak salah kalau orang sangat kritis seperti sejarawan/mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) MUhammadiyah Prof Dr Ahmad Syafii Maarif MA menyebut JK sebagai "the real president" (presiden yang sebenarnya karena berbuat/bertindak kongkret). Hal yang kemudian mengecilkan hati Presiden SBY memang tidak senang JK tampil terlalu maju. SBY dinisbahkan berbagai kalangan sebagai peragu/kurang peka/tak cukup punya sense of urgency/lamban/terlalu normatif. Rupa-rupanya, "lebih cepat lebih baik" memiliki akar dan mereferentasikan apa yang terjadi selama hampir lima tahun SBY/JK berduet memimpin pemerintahan/negara. Ketika situasi/perkembangan politik "memaksa" JK tampil jadi capres, sangat cerdas mengungkapkan sikap sebagai pemimpin nasional dengan satu ungkapan simple/fokus/lugas" "lebih cepat lebih baik". Ungkapan yang mengesankan, sebagai wapres JK menghadapi situasi di mana pemerintahan (SBY/para menteri tertentu) bertindak lambat/lamban dan atau kurang cepat, dan atau JK sendiri ingin pemerintah bergerak/bertindak lebih cepat dari masa hampir lima tahun pemerintahannya. Menanggapi ungkapan "lebih cepat lebih baik", SBY sempat keceplos memandang ungkapan itu sebagai jumawa (takabur), lalu JK menepis dengan ringan bahwa ungkapan "lebih cepat lebih baik" tersebut merupakan anjuran agama (Islam) fastabqul al-khairat). Artinya, berkompetisi dalam kebaikan/secara baik. Jawaban jitu/mantap/telak atau efektif. Kini, ungkapan "lebih cepat lebih baik" jadi lengket/populer untuk duet JK/Wiranto. Dalam ungkapan Minang, "lebih cepat lebih baik" pun dikenal pada ungkapan "karajo baiak disugirokan/kalo lambek (dikarajokan) ditimpo nan ndak elok" (kerja baik dilaksanakan segera/kalau tidak nanti masuk momentumnya hilang atau asumsi/faltor pokoknya berubah). Orang Minang, khususnya mereka yang jadi manti, selalu berpikir praktikal atau memecahkan masalah dihadapi kaumnya (mementingkan strategi/cara atau pendekatan dan berorientasi hasil). Begitu menemukan pemecahan masalah, akan segera dikerjakan/penghulu melaksanakan dengan segera. Dalam masyarakat Minang selalu dipersoalkan orang yang ragu/setengah hati/tak mau menghadapi kalkulasirisiko. Jika takuik dilamun ombak jan barumah di tapi pantai (kalau takut pada risiko jangan ambil posisi (orang peragu/penakut) - disuruh menghindar/berbaris di belakang saja (tidak jadi pemimpin). Kalau dalam dunia periklanan - sejauh dipahami Cucu Magek Dirih, salah satu upaya promosi untuk mencapai tujuan penjualan/penguasaan market share (pangsa pasar), dikenal istilah brand awareness, brand images, brand usage, brand activations, misalnya. Brand awareness bentuk upaya membangun/menanamkan keasadaran calon konsumen tentang produk. Brand images bentuk upaya menanamkan produk lebih kuat pada konsumen/agar konsumen setia pada produk yang sudah dibeli dibandingkan produk sejenis - brand images lebih bersifat mempertahankan/meningkatkan market share. Brand usage bentuk upaya lebih keras mendorong/"memaksa" calon konsusmen yang belum mengkonsumsi produk untuk mencoba karena bentuk promosi yang lebih mendidik masyarakat hingga mau mencoba/merasakan kegunaan/manfaat jika membeli satu produk. Brand activation bentuk upaya lebih aktif daripada brand usage di mana calon konsumen dipengaruhi dalam bentuk aktivitas yang menggabungkan hampir semua bentuk ptomosi produk. Brand activation dapat dipandang bentuk upaya promosi lebih demonstratif: sekaligus brand usaage dan bahkan langsung menjual produk. Di antara pesan terpenting dalam periklanan dalam pemahaman Cucu Magek Dirih agar upaya promsi produk efektif adalah bagaimana diusahakan iklan lebih simple dan mudah diterima konsumen/calon konsumen dan sejauh mungkin fokus dengan pesan tunggal. Apalagi bilamana produk tersebut massal, tidak segmented (lapis/segmen terbatas) dan dapat dikatakan semua lapisan, maka semakin diperlukan pesan promosi/iklan lebih sederhana/lebih fokus/mudah dicerna atau dimenegerti atau diterima/pesan yang tidak terlalu sarat (lebih tunggal lebih baik). Moto kampanye capres/Cawapres JK/Win dengan "lebih cepat lebih baik" dapat dipandang sebagai memenuhi semua asumsi/kriteria disebutkan. "Lebih cepat lebih baik" and getting done, selayaknya jadi sikap pimpinan nasional/pimpinan daerah dan sikap bangsa kita, insya Allah. (H. Sutan Zaili Asril ) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
