Kapal Pesir Lautan Mega = ini bertanda Mega akan karam ya Fen?





--- On Tue, 6/2/09, Nofend St. Mudo <[email protected]> wrote:

From: Nofend St. Mudo <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Kapal Pesiar Terbakar
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 2, 2009, 2:29 AM

HEADLINE NEWS

 


Sample Image

Terbakar: Kapal pesiar bermerek Lautan Mega dengan nomor lambung GT 105 terbakar, di perairan Pulau  Pisang, Padang, Senin (1/6). Kendati tak menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

 

Padang, Padek--Sebuah kapal pesiar terbakar di perairan Pulau Pisang, Kota Padang, Senin (1/6). Dua orang anak buah kapal (ABK) bermerek Lautan Mega dengan nomor lambung GT 105 itu, lolos dari maut setelah melompat ke laut. Mujur kapal dalam keadaan kosong, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

 

Namun demikian, kerugian materil ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Kapal milik perusahaan Mentawai Wisata Bahari ini, rencananya hendak membawa turis surfing ke Mentawai hari ini.

Dari penuturan Edi, 32, salah seorang ABK yang selamat dari maut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia bersama rekannya, Deri, 31, tengah mengecek  kesiapan kapal tersebut membawa sembilan turis ke Mentawai hari ini.  Sesaat sebelum kejadian, Edi tengah berada di dek untuk menghidupkan mesin kapal. Tiba-tiba, ia mendengar letupan dari ruang tamu kapal.  Tanpa membuang waktu, Edi pun berlari menuju sumber ledakan.

Namun ternyata, ruangan itu telah dipenuhi asap tebal. Dengan cepat, api berkobar menjalar ke bagian lain. “Saya sudah coba padamkan dengan racun api, tapi api cepat berkobar. Karena api sudah membesar, saya langsung ajak Deri melompat ke laut,” ungkap Edi.    Begitu melompat, kapal dengan panjang 26,8 meter dan lebar 6 meter itu meledak. Dalam sekejap, api melumat kapal fiber bermuatan 3,5 ton premium itu. Akibatnya, kapal menjadi patah dua.

Berselang satu jam kemudian, petugas pemadaman kebakaran tiba di lokasi memadam api. Selain karena keterbatasan alat pemadam, petugas sulit menjinakkan api karena kapal berada di tengah laut. Sesuai keterangan Edi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budhi Erwanto menduga kebakaran dipicu arus pendek di ruang tamu saat ABK menghidupkan mesin kapal. “Akibat kejadian itu, pemilik kapal rugi sekitar Rp1 miliar,” kata Budhi.

Periksa 2 ABK

Untuk menyelidiki penyebab kebakaran, dua ABK yaitu Edi dan Deri, dimintai keterangan di Pos Polisi Airud, di Muaro Padang. Dari keterangan itu, Edi menyebut kapal milik Nasdion Khalik yang tergabung dalam perusahaan wisata “Mentawai Wisata Bahari” ini, sedang buang jangkar di perairan Pulau Pisang.

Kapal wisata itu rencananya berlayar ke Mentawai hari ini membawa sembilan surfer asal Australia. Kapal tersebut biasa menunggu penumpang di perairan Pulau Pisang, setelah dibawa dari Pelabuhan Muaro, Padang.  “Setelah dibawa dari Pelabuhan Muaro, baru kapal berlayar ke Mentawai,” kata Edi kepada Padang Ekspres. (cr12)

 

http://www.padangekspres.co.id/content/view/37293/1/


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


Kirim email ke