|

Terbakar: Kapal pesiar bermerek
Lautan Mega dengan nomor lambung GT 105 terbakar, di perairan Pulau
Pisang, Padang, Senin (1/6). Kendati tak menyebabkan jatuhnya korban jiwa,
tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Padang,
Padek--Sebuah
kapal pesiar terbakar di perairan Pulau Pisang, Kota Padang, Senin (1/6). Dua
orang anak buah kapal (ABK) bermerek Lautan Mega dengan nomor lambung GT 105
itu, lolos dari maut setelah melompat ke laut. Mujur kapal dalam keadaan
kosong, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Namun
demikian, kerugian materil ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Kapal milik
perusahaan Mentawai Wisata Bahari ini, rencananya hendak membawa turis
surfing ke Mentawai hari ini.
Dari penuturan
Edi, 32, salah seorang ABK yang selamat dari maut, peristiwa itu terjadi
sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia bersama rekannya, Deri, 31, tengah
mengecek kesiapan kapal tersebut membawa sembilan turis ke Mentawai
hari ini. Sesaat sebelum kejadian, Edi tengah berada di dek untuk
menghidupkan mesin kapal. Tiba-tiba, ia mendengar letupan dari ruang tamu
kapal. Tanpa membuang waktu, Edi pun berlari menuju sumber ledakan.
Namun
ternyata, ruangan itu telah dipenuhi asap tebal. Dengan cepat, api berkobar
menjalar ke bagian lain. “Saya sudah coba padamkan dengan racun api,
tapi api cepat berkobar. Karena api sudah membesar, saya langsung ajak Deri
melompat ke laut,” ungkap Edi. Begitu melompat, kapal
dengan panjang 26,8 meter dan lebar 6 meter itu meledak. Dalam sekejap, api
melumat kapal fiber bermuatan 3,5 ton premium itu. Akibatnya, kapal menjadi
patah dua.
Berselang satu
jam kemudian, petugas pemadaman kebakaran tiba di lokasi memadam api. Selain
karena keterbatasan alat pemadam, petugas sulit menjinakkan api karena kapal
berada di tengah laut. Sesuai keterangan Edi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran
Kota Padang Budhi Erwanto menduga kebakaran dipicu arus pendek di ruang tamu
saat ABK menghidupkan mesin kapal. “Akibat kejadian itu, pemilik kapal
rugi sekitar Rp1 miliar,” kata Budhi.
Periksa 2 ABK
Untuk
menyelidiki penyebab kebakaran, dua ABK yaitu Edi dan Deri, dimintai
keterangan di Pos Polisi Airud, di Muaro Padang. Dari keterangan itu, Edi
menyebut kapal milik Nasdion Khalik yang tergabung dalam perusahaan wisata
“Mentawai Wisata Bahari” ini, sedang buang jangkar di perairan
Pulau Pisang.
Kapal wisata
itu rencananya berlayar ke Mentawai hari ini membawa sembilan surfer asal
Australia. Kapal tersebut biasa menunggu penumpang di perairan Pulau Pisang,
setelah dibawa dari Pelabuhan Muaro, Padang. “Setelah dibawa dari
Pelabuhan Muaro, baru kapal berlayar ke Mentawai,” kata Edi kepada
Padang Ekspres. (cr12)
|