Nah, kejadian ini mungkin memberikan pelajaran berharga tentang pelayanan pariwisata di sumbar kalau memang sumbar mau dianggap sebagai destinasi yang aman, nyaman dan safety, antara lain: 1) kesiapan petugas dan peralatan pemadam yang telat datang 1 jam setelahnya dan dengan peralatan terbatas pula, 2) bagaimana pengelolaan kapal2 wisata tersebut yang sandar, apakah mereka dikelola dengan baik atau tidak? misalnya apakah mereka bayar setiap masuk/ membawa wisatawan ke SUMBAR?, 3)apakah kapal2 tersebut punya ijin operasi wisata di sumbar atau tidak? kalau ya..mereka proses dimana? dan berapa kapal yang harusnya boleh beroperasi di sumbar, karena jumlah kapal yang beroperasi untuk wisata harusnya ada batasnya agar nilai pariwisata kita tetap tinggi dan menjamin persaingan yang sehat antar operator wisata.
Demikian komentar saya 2009/6/2 Nofend St. Mudo <[email protected]> > HEADLINE NEWS > > > > > [image: Sample Image] > > *Terbakar:** Kapal pesiar bermerek Lautan Mega dengan nomor lambung GT 105 > terbakar, di perairan Pulau Pisang, Padang, Senin (1/6). Kendati tak > menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp1 > **miliar.* > > > > *Padang, Padek--*Sebuah kapal pesiar terbakar di perairan Pulau Pisang, > Kota Padang, Senin (1/6). Dua orang anak buah kapal (ABK) bermerek Lautan > Mega dengan nomor lambung GT 105 itu, lolos dari maut setelah melompat ke > laut. Mujur kapal dalam keadaan kosong, sehingga tidak ada korban jiwa dalam > peristiwa itu. > > > > Namun demikian, kerugian materil ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Kapal milik > perusahaan Mentawai Wisata Bahari ini, rencananya hendak membawa turis > surfing ke Mentawai hari ini. > > Dari penuturan Edi, 32, salah seorang ABK yang selamat dari maut, peristiwa > itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia bersama rekannya, Deri, > 31, tengah mengecek kesiapan kapal tersebut membawa sembilan turis ke > Mentawai hari ini. Sesaat sebelum kejadian, Edi tengah berada di dek untuk > menghidupkan mesin kapal. Tiba-tiba, ia mendengar letupan dari ruang tamu > kapal. Tanpa membuang waktu, Edi pun berlari menuju sumber ledakan. > > Namun ternyata, ruangan itu telah dipenuhi asap tebal. Dengan cepat, api > berkobar menjalar ke bagian lain. “Saya sudah coba padamkan dengan racun > api, tapi api cepat berkobar. Karena api sudah membesar, saya langsung ajak > Deri melompat ke laut,” ungkap Edi. Begitu melompat, kapal dengan panjang > 26,8 meter dan lebar 6 meter itu meledak. Dalam sekejap, api melumat kapal > fiber bermuatan 3,5 ton premium itu. Akibatnya, kapal menjadi patah dua. > > Berselang satu jam kemudian, petugas pemadaman kebakaran tiba di lokasi > memadam api. Selain karena keterbatasan alat pemadam, petugas sulit > menjinakkan api karena kapal berada di tengah laut. Sesuai keterangan Edi, > Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budhi Erwanto menduga kebakaran > dipicu arus pendek di ruang tamu saat ABK menghidupkan mesin kapal. “Akibat > kejadian itu, pemilik kapal rugi sekitar Rp1 miliar,” kata Budhi. > > Periksa 2 ABK > > Untuk menyelidiki penyebab kebakaran, dua ABK yaitu Edi dan Deri, dimintai > keterangan di Pos Polisi Airud, di Muaro Padang. Dari keterangan itu, Edi > menyebut kapal milik Nasdion Khalik yang tergabung dalam perusahaan wisata > “Mentawai Wisata Bahari” ini, sedang buang jangkar di perairan Pulau Pisang. > > > Kapal wisata itu rencananya berlayar ke Mentawai hari ini membawa sembilan > surfer asal Australia. Kapal tersebut biasa menunggu penumpang di perairan > Pulau Pisang, setelah dibawa dari Pelabuhan Muaro, Padang. “Setelah dibawa > dari Pelabuhan Muaro, baru kapal berlayar ke Mentawai,” kata Edi kepada > Padang Ekspres. (cr12) > > > > http://www.padangekspres.co.id/content/view/37293/1/ > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
