Laporan Monitoring Perang Teluk melalui Radio Berbahasa Arab :

IRAK KEMBALI MENEMBAKI RIYADH

Bukittinggi. Jan (Haluan).

Radio Abu Dhabi (27/1) memberitakan bahwa tumpahan besar minyak mentah
di Teluk Persia sejak Minggu (27/1) dinihari diberitakan telah
terbakar, gumpalan asap raksasa yang ditimbulkannya tertiup angin angin
memasuki kawasan Iran.

Sebuah tim ahli penanggulangan tumpahan minyak itu sedang dalam
perjalanan dari Amerika menuju kawasan Teluk, untuk membantu bagaimana
mengatasi kebakaran besar itu.

Jurubicara Pentagon menyatakan Irak sampai sekarang masih terus
menumpahkan minyak keperairan Teluk Persia dan sebagian diantaranya
telah dibakar. Sumber minyak itu tidak diketahui, namun minyak tersebut
berasal dari sebuah terminal minyak di Kuwait dan kapal-kapal tanker
yang berlabuh dipesisir Kuwait.

Irak menyatakan bahwa tumpahan minyak itu disebabkan karena serangan AU
Amerika yang telah menembak 2 kapal tanker Irak diperairan Teluk Persia.

Menurut Pentagon tumpahan minyak besar dan gumpalan asap raksasa di
kawasan Teluk Persia itu tidak mempunyai arti penting dilihat dari segi
militer. Diakui bahwa tumpahan minyak tersebut dapat mempengaruhi gerak
cepat kapal-kapal perang AL yang akan digunakan dalam serangan ampibi
terhadap Kuwait. Curahan minyak itu mencapai kurang lebih 750 km
persegi dan dapat menimbulkan bencana alam bagi Teluk Persia.

Sementara itu, perang Teluk sudah memasuki hari ke-10 yang masih
berlangsung terus. Diberitakan dari sumber pasukan multinasional bahwa
Amerika dengan pesawat F-15 telah menembak jatuh 3 buah pesawat tempur
jet Irak di atas wilayah Irak. Sejak perang berkobar pasukan
multinasional sudah merontokan 22 buah dan menghancurkan 23 buah
pesawat lagi di darat. Sedangkan pihak koalisi telah kehilangan 19 buah
pesawat perang, 10 diantaranya milik Amerika.

Radio Baghdad yang dapat dipantau di Dubai memberikan gambaran yang
berbeda dengan menyatakan bahwa Irak telah menembak jatuh 171 pesawat
sekutu sejak Irak diserang tanggal 17 Januari lalu.

Satuan marinir koalisi sudah menerobos sejauh 10 km dalam wilayah
Kuwait dan telah menempati posisi-posisi penting memukul mundur pasukan
Irak. Dalam pertempuran yang terhebat pihak sekutu telah memblokade
perbekalan Irak di wilayah Kuwait. Kapal Selam yang mengambil posisi
tidak jauh dari pesisir Kuwait telah melepaskan tembakan 10 rudal ke
Irak dan Kuwait.



IRAK TEMBAKI RIYADH DAN TEL AVIV



Untuk membalas serang pasukan koalisi pimpinan Amerika itu, Irak hari
Minggu dinihari telah mengirimkan kembali rudalnya ke Israel dan Arab
Saudi, 7 rudal Scud ditembakan ke Israel, 3 ke Tel Aviv dan 1 ke Haifa,
sedangkan sisanya dapat ditembak jatuh dengan "Patriot". Serangan rudal
Scud ini menelan korban setidaknya 1 orang meninggal dan menciderai 66
orang lainnya. Salah satu rudal Irak mengoncangkan perumahan kelas
menengah di Tel Aviv. Tembakan rudal Irak membuat penduduk Israel
kalang kabut dan panik sehingga mereka mengungsi ke tempat yang
diapandang lebih aman.

Pihak Israel yang sekarang mendapat gempuran Irak sama sekali belum
melakukan pembalasan karena mematuhi permintaan Amerika untuk tidak
melakukan serangan belasan terhadap Irak. "Kesabaran ada batasnya dan
pada suatu ketika Irak akan menerima pembalasan hebat Israel", kata
Menhan Israel

Sistem penyerangan rudal Irak ke Israel menurut Radio Baghdad dilakukan
dengan cara berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan sekutu.

Radio Riyadh Minggu (21/1) dinihari memberitakan bahwa sirene
peringatan serangan udara terus menurus dibunyikan di kota Riyadh,
sementara rudal Irak menuju sasarannya di kota Riyadh dan jatuh
disebuah gedung berlantai 6.

Menurut laporan saksi mata sebuah rudal Irak meluncur menuju kota
Riyadh dan jatuh didekat gedung berlantai 6 sehingga membuat
penghuninya panik dan kemudian disusul rudal lainnya yang kemudian
meledak di tanah. Rudal Scud Irak itu gagal dikejar oleh penangkis
rudal "Patriot". Serangan rudal Irak ke Riyadh untuk keempat kalinya
telah menghancurkan beberapa gedung dan banyak bangunan. Serangan
semalam merenggut 1 jiwa dan 30 orang lainnya luka-luka.

Menurut Radio Cairo (27/1) memberitakan bahwa satuan-satuan tempur
Angkatan Darat sekarang sudah mulai melakukan terobosan ke wilayah
Kuwait dengan lindungan satuan AU sekutu. Konvoi besar sekutu bertujuan
mematahkan pertahanan 500.000 tentara Irak yang didukung 4000 tank di
Kuwait. Irak sengaja membakar tanker minyak guna menyulitkan serangan
udara dan darat sekutu.

Konvoi pasukan multinasional dibawah pimpinan Amerika ini diperlengkapi
dengan berbagai senjata mutakhir antara lain tank M1 A1 dan kendaraan
tempur Breadley ikut serta dalam konvoi ribuan tentara sekutu. Satuan
kekuatan ini diperkirakan akan mampu menyapu dan mengusir pasukan Irak
di Kuwait dalam jangka waktu 1 bulan. Wajah cerah pasukan ini
menandakan optimisme pasukan multinasional untuk memenangkan perang
dengan secepatnya, namun mereka diperkirakan kalah gesit dan pengalaman
menghadapi tentara Irak yang sudah banyak merasakan "asam garam" perang
di padang pasir. Pasukan komando "Badai Padang Pasir" yang diduga bakal
membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak ini terhalang dengan turunnya
hujan lebat dan kemudian melaju kembali setelah cuaca mulai membaik.



BERTAHAN SAMPAI TETES DARAH TERAKHIR



Menurut siaran Radio Baghdad, Presiden Saddam Hussein (26/1) telah
mengadakan kunjungan mendadak ke Kuwait untuk memompa semangat juang
pasukannya untuk tetap terus bertahan sampai "tetesan darah terakhir".
Radio Baghdad terus menerus memutarkan lagu-lagu perjuangan dan
kemenangan akan tetap berada di pihak Irak, karena pasukan sekutu harus
menghadapi tentara Irak 2 berbanding 1, dengan artikata pasukan sekutu
yang akan menyerbu Kuwait setidaknya 1 juta tentara. Irak bertekad akan
mempertahankan Kuwait sebagai "tanah air" Irak dan dikatakannya bahwa
Irak akan segera melakukan gerak cepat untuk menyerang balik dan akan
menembak mati setiap tentara Amerika dan sekutunya yang berada di Arab
Saudi.

Komandan devisis pasukan darat multinasional menyatakan bahwa pasukan
darat sekutu sudah berada dalam jarak tembak altileri dengan pasukan
Irak dan sudah mulai melakukan pengintaian dan mendeteksi kekuatan
pasukan Irak di Kuwait. Hingga hari ke-10 perang Teluk lebih dari
17.000 missi serangan sekutu ke Irak dan Kuwait.

Dari Dubai pasukan AU multinasional sudah melancarkan serangan udara
yang melindungi pasukan darat yang sudah mulai memasuki wilayah Kuwait
dan melumpuhkan pasukan Irak.

Dilain pihak, warga negara Kuwait yang berada diluar negeri merasa
gembira dengan serangan sekutu dan mengatakan "Inilah awal dari
kemerdekaan Kuwait".

KB Irak, INA meliput pernyataan pemerintah Irak untuk tidak menayangkan
lagi tawanan perang angkatan udara multinasional melalui televisi
sebelum prosesnya selesai. Pernyataan itu dikeluarkan setelah sehari
sebelumnya (Kamis) 3 tentara sekutu ditayangkan televisi Irak.

Pihak pasukan multinasional memprotes keras perlakuan Irak terhadap
tawanan perang yang tidak boleh dipublikasikan secara terbuka dan
bertentangan dengan konvesi Jenewa mengenai perlindungan terhadap
tawanan perang. Amerika dan sekutunya menyerukan Irak untuk
menghentikan penayangan tawanan perang yang tidak sessuai dengan kode
etik tawanan perang yang disepakati bersama dalam perjanjian Jenewa
(Zulharbi Salim)

--
Posting oleh PONDOK PESANTREN MODERN AL HARBI ke ZULHARBI SALIM BLOG
pada 6/04/2009 07:54:00 PM
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke