JERUSALEM YANG DAMAI


Oleh : Zulharbi Salim


Nawaitu saya untuk sembahyang di Mesjid Al-Aqsa di Jerusalem
(Al-Qudus), telah dikabulkan Allah Yang Maha Kuasa. Saya dapat
mengikuti arus ummat Islam bersama Presiden Mohammad Anwar Sadat dari
Mesir menuju mesjid suci yang ketiga itu, dipagi subuh hari Minggu 10
Zulhijjah 1397 H/20 Nopember 1977, dimana seluruh ummat Islam di
delapan penjuru dunia berhari raya Idul Adha.

Sejenak saya tersentak dan bulu roma saya menggerinding dibuatnya,
ketika kalimat Allahu Akbar berkumandang di seantero Mesjid Al-Aqsa
yang serba luas itu. Hati siapa yang tidak tergugah, iman siapa yang
tidak akan bertambah, jiwa siapa yang tidak bergetar, karena sudah 30
tahun lamanya antara Israel dan Arab terjadi peperangan satu sama lain.
Sekarang secara mendadak muncullah seorang Kepala Negara Arab yang
paling disegani oleh Israel, Mohammad Anwar Sadat dari Mesir. Sekarang
Mohammad Anwar Sadat telah bertatap muka dengan pemimipin Israel dan
dengan ummat Islam di Mesjid Al-Aqsa.

“Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘alallahi”, bunyi sebuah ayat surah Al
Imran ayat 159 yang artinya “Apabila engkau bermaksud akan sesuatu,
maka bertawakkallah kepada Allah”.

Niat berziarah (berkunjung) ke Mesjid Al-Aqsa sudah tertanam di lubuk
hati saya sejak kecil. Sejak mengetahui/mempelajari kisah Isra’ dan
Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, sejak saya masih duduk di bangku
madrasah Thawalib di Parabek. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT saya
sudah mengunjungi tiga tempat suci umat Islam. Pertama Mekkah
Al-Mukarramah, kedua Medinah Al-Munawwarah dan ketiga Baitul Maqdis.
Mesjid Al-Aqsa adalah Qiblat pertama ummat Islam – Ula Qiblatain –
lihat Surah Al-Baqarah ayat 144.

Lebih-lebih lagi dapat pula melaksanakan sembahyang (shalat) Idul Adha
bersama seorang Presiden dari Mesir, suatu hal yang tidak terbayang
sebelumnya.

Niat Presiden Sadat dicetuskannya ketika pesawat kepresidenannya berada
diangkasa Turki dalam perjalanan dari Romania menuju Iran pada tanggal
31 Oktober 1977 dalam perjalanan dinas terakhirnya ke negara-negara
sahabat Mesir.

Presiden Sadat berfikir, alangkah baiknya kalau saya cetuskan niat
untuk berangkat ke Israel (Palestina) demi untuk terwujudnya perdamaian
yang adil dan abadi di Timur Tengah.

“Saya bersedia pergi ke ujung dunia, demi untuk terciptanya perdamaian
yang adil dan abadi, sekalipun harus pergi ke Israel”, demikian
dikatakan Presiden Anwar Sadat. Rupanya niat Presiden Sadat itu segera
dikabulkan Tuhan.



Haikal Sulaiman


Sebelumnya saya dengan beberapa rekan dari Mesir telah mengadakan
peninjauan di sekitar Mesjid Al-Aqsa, yang kami cari memang adakah
galian atau lobang yang dulu pernah digali oleh Isarel untuk menemukan
Haikal Sulaiman Yang Agung. Tujuan utama adalah mengecek kebenaran
kejadian tersebut.

Hampir satu jam kami sengaja mendaki bukit dan menuruni anak tangga
untuk sampai dimana lobang itu berada. Di depan sebuah pintu gerbang
Bab Maghariba (Pintu Barat) saya melihat beberapa tentara Israel
mengawal disitu. Dengan segera kami menghampirinya dan terjadilah
perkenalan. Keramahan tentara Israel membuat kami jadi betah. Setelah
kami meminta diantarkan ketempat dimana dahulu pernah digali, tentara
itu sadar bahwa kami adalah orang asing. Cepat-cepat ia menjawab, “kami
tidak bisa mengantar kalian kesana, maaf itu daerah militer”, katanya
menjelaskan.

Mendengar jawaban demikian kami bisa maklum, karena ada diantara kami
wartawan Mesir yang selalu diawasi oleh orang-orang berpakaian preman
(intel Israel) disamping kami. Tetapi ketika diminta bahwa kami ingin
melihat bekas sejarah lama, minta ditunjukkan dimana Haikal Sulaiman
Yang Agung itu berada, dengan senang hati salah seorang yang berpakaian
premen mengantar kami ketempat dimaksud.

Tempat itu tidak berapa jauh dari Mesjid Al-Aqsa, dindingnya bertemu
(menyambung) dengan Haikal Sulaiman. Kepada kami diperlihatkan dimana
haikal itu berada, tetapi sang guide tidak mau menjelaskan lebih
banyak. Kalau saya perhatikan apakah memang pernah digali dahulu,
ternyata memang ada bekas timbunan tanah-tanah putih dan beberapa
lobang disamping kiri Haikal dan berjarak kira-kira 100 meter dari
Mesjid Al-Aqsa. Lobang/terowongan tersebut tampaknya sudah ditutup buat
umum, sehingga tidak dapat dilihat dari luar. Terowongan itu
menunjukkan adanya beberapa pintu masuk yang di tutup rapi dan saya
menduga-duga mungkin itulah terowongan yang dimaksud, tetapi
kepastiannya saya sulit untuk membuktikannya.



Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra


Tentang Mesjid Al-Aqsa sendiri, sekarang ini sedang dipugar, terutama
dua hari sebelum (menjelang) kunjungan Presiden Anwar Sadat kesana.
Mesjid ini pernah di landa gempa tahun 1927 dan terbakar (baca :
dibakar) tahun 1969. Akibat kebakaran tahun 1969, masih jelas kelihatan
dan belum sempurna diperbaiki seluruhnya. Mimbar yang dibangun oleh
Abdul Malik bin Marwan tetap utuh, tetapi tidak dibolehkan masuk kesana
dan untuk gantinya dibangun mimbar darurat 5 meter jaraknya dari mimbar
lama.

Dibawah Kubbah Sakhra dimana dahulu Nabi Muhammad SAW mi’raj (diangkat)
ke langit, terdapat sebuah gua. Gua Para Nabi, - Ghaar Al-Anbiya’ –
namanya. Disinilah dahulu para Nabi bersembahyang dan beristirahat
termasuk Nabi Muhammad SAW.

Kubbah Hijau yang dibangun oleh Abdul malik bin Marwan pada tahun 685 M
dan selesai tahun 691 M, disempurnakan oleh Salahauddin Al-Ayyubi,
Panglima Perang Salib dan menghiasinya dengan relif-relif Al-Qur’an.

Diatas gua, terdapat sebuah batu panjangnya 17, 7 meter dari Utara ke
Selatan dan lebarnya 12,5 meter dari Barat ke Timur. Diatasnya ada
kubbah (penutup/atap) yang dilapisi emas, luasnya 20,44 meter persegi,
tingginya dari gua 105 kaki.

Mesjid Al-Aqsa sekarang ini tetap dikunjungi ummat Islam di Palestina
dan setiap Jum’at mencapai 1000 sampai 2500 orang yang bersembahyang
disana. Pada jam-jam tertentu para turis (wisatawan) dibolehkan masuk
ke Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra dengan beralaskan kain penutup
(sarung) sepatu dan harus membayar.

Rupanya Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra mempunyai daya tarik yang kuat
bagi turis dan Jerusalem dan “in-come” masuk ke kas negara Israel.
Hasil dari turis saja mencapai 45% dari hasil “in-come” Israel
keseluruhan.

Kepada ummat Islam di dunia pengurus Mesjid Al-Aqsa menyampaikan
permohonannya untuk memberikan bantuan guna perbaikan Mesjid Al-Aqsa
yang rusak akibat kebakaran tahun 1969. Meskipun ada bantuan
Kementerian Agama Israel dan Urusan Wakaf Islam, tidak memadai.

Tentang Jerusalem sendiri, memang tampaknya sebuah kota yang damai.
Disebut dengan Kota Shalom (Damai), kota Para Nabi (Madinatul
Al-Anbiya’), The God’s City (Kota Tuhan), The Holy City atau Bait
Al-Maqdis (Kota Suci), City of Peace (Kota Perdamaian) dan Beautiful
City (Kota Cantik) adalah julukan yang diberikan kepada Jerusalem.

Jerusalem yang berpenduduk 500.000 orang itu, mayoritas adalah pemeluk
Agama Yahudi (Jewis) 45%, Islam 30% dan Kristen 25%.

Kedamaian kota Jerusalem atau disebut oleh Jahudi dengan Ursalem sangat
terasa ketika Presiden Sadat membawa missi perdamaian kesana.

Kita tinggalkan kota Jerusalem dengan berbagai kenangan tersendiri
dizaman kekuasaan Isarel sekarang ini. Pembangunan gedung pencakar
langit di Jerusalem Barat sayup-sayup kelihatan dibelakang kami, ketika
bertolak ke bandara Ben Guruion. *



Cairo, 9 Desember 1977.

--
Posting oleh PONDOK PESANTREN MODERN AL HARBI ke ZULHARBI SALIM BLOG
pada 6/04/2009 08:00:00 PM
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke