Kisah Keluarga Asmarida, Warga Pabalutan Rambatan
Dua Puteranya Lumpuh, Pernah Digendong ke Sekolah
Direlise oleh PPI-India

Oleh Admin Padek 1

Sabtu, 30-Juli-2005, 11:54:207

Tidak bisa dipungkiri. Bahagia dan sedih merupakan romantika kehidupan
yang harus dilalui setiap insan. Ketika kebahagiaan ditutupi kedukaan,
hanya penyerahan diri kepadaNya, satu-satunya obat pelipur lara, sebab,
hal itu bagian dari ujian Allah kepada hambanya.
Hal itu pula yang kini dilalui Keluarga Asmarida (44 th) warga
Pabalutan Rambatan Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanahdatar.
Walaupun terasa pahit tapi liku-liku kehidupan itu harus dilaluinya
dengan penuh ketabahan. Terkadang ada rasa dalam batinnya, tak siap
menerima kenyataan hidup yang harus dilaluinya. Dua dari tiga orang
anaknya, Afrianto (12 th) dan Agus (10 th), kini menderita kelumpuhan.
Sedangkan si sulung, Eva kini menjadi siswa kelas II SMP.
Kepedihan makin tak terkira ketika dua anaknya yang malang tersebut
terpaksa harus ditinggalkan di rumah lantaran Asmarida harus banting
tulang mencari sesuap nasi untuk kehidupan anak-anaknya. Suaminya,
Asril (52), meninggal dunia lima tahun silam.
Ketika Asmarida bekerja, kedua anaknya yang lumpuh hanya dapat menatap
kehidupan teman-temannya dengan tatapan hampa, padahal sebelum
kelumpuhan itu menyerang, keduanya sempat menikmati pendidikan di SD
Bukit Sangok. Disaat masih sekolah, keduanya termasuk anak yang pintar,
yang dibuktikan dari rapor dan pengakuan para guru mereka.
Perihal penderitaan Afrianto, suatu ketika di tahun 2002, sepulang
sekolah ia berjalan tertatih-tatih.Ketika ditanya penyebabnya, Afrianto
pun tak mengetahuinya. Ia mengaku tak pernah jatuh.
Ketika dia pulang kaki terasa sakit dan jalannya seperti
merangkak-rangkak. Melihat kondisi itu, dicobalah mengobati anaknya
tersebut ke puskesmas, tapi tidak mengalami perubahan.Malahan kemudian
anaknya tidak bisa lagi berjalan.
Akhirnya dia coba membawa anaknya berobat ke dukun kampung, juga tak
mengalami kemajuan, bahkan sempat pula membawa anaknya tersebut berobat
ke dokter syaraf di Bukittinggi, tapi hanya satu kali sebab biaya untuk
pengobatan anaknya tersebut dia tidak punya.
Apalagi setelah suaminya meninggal, dia sendirilah yang bekerja
mengambil upah di sawah. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya makan
sehari-hari saja. Rumah yang ditempati sekarang berasal dari pemberian
keluarga.
Asmarida berkeinginan agar anaknya tetap bersekolah, sehingga masa
depannya tak suram dikemudian hari. Dalam kondisi kelumpuhan itu,
Afrizon tetap sekolah.
Untuk sampai ke sekolah dan kembali pulang, Asmarida terpaksa
menggendongnya.
Semua penderitaan dan rutinitas itu berlangsung tanpa henti. Hanya
saja, selang setahun kemudian, penderitaannya bertambah. Kini giliran
anak ketiganya yang saat itu baru duduk di kelas I SD mengalami hal
yang sama.
Suatu ketika, sepulang sekolah, Agus berjalan sempoyongan,
tertatih-tatih. Persis yang dialami kakannya, setahun sebelumnya.
Berbagai upaya dilakukan, namun kesembuhan yang diharapkan tak jadi
kenyataan. Kini, Asmarida hanya pasrah menatap masa depannya bersama
ketiga anaknya.
Keadaan itu terlihat sekali Ketika Koran ini berkunjung ke rumahnya di
Jorong Pabalutan walaupun sedikit mengejutkan Asmidar,apalagi saat ini
dia sedang memandikan kedua anak-anaknya yang lumpuh tersebut dengan
penuh kasih sayang dimuka rumahnya tapi setelah menjelaskan
kedatanganya mendengar informasi kelumpuhan dua putera tersebut,
barulah dia memahami, malah dengan nada sabak dan sedih mereka
menuturkan awal perjalanan kehidupan putera tersebut sehingga mengalami
kelumpuhan.
"Saya tak pernah menduga dua putra saya lumpuh mendadak," jelasnya
ketika memandikan kedua anaknya tersebut. (mal)

http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3772

--
Posting oleh PONDOK PESANTREN MODERN AL HARBI ke ZULHARBI SALIM BLOG
pada 6/04/2009 08:11:00 PM
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke