Assalamualaikum warahmatullahiwqabarakatuh,

Terima kasih dengan tambahan cerita dari Simeulue melingkupkan interaksi antara 
masyarakat dan penduduknya. Walaupun tidak sempat singgah di Simeulue, MakNgah 
sudah dua kali meliwati peairan pulau itu. Pertama kali,dengan kapal barang,  
dalam Pelayaran Sibolga - Gunung Sitoli, melingkari Pulau Nias arah jarum Jam 
ke Teluk  Dalam, Hinako, Lahews, dan terus ke utara Sabang (1965). Pelayaran 
Kedua dengan Ocean Pearl Cruise Line dari Singapore, Port Klang, Penang, 
Phuket, Sibolga, Padang , Jakarta, Semarang, Bali, Singapore (1989). 

Dalam perjalanan pertama (1965) sampai di Sabang di puncak bukit di Pulau Weh 
MakNgah sempat membayangkan pelayaran yang dilalui dari Selatan. Dalam 
pelayaran kedua (1989) sesudah menyeberang dari Phuket (Thailand) kami berlayar 
di selat antara Bandar Aceh dan Sabang menuju Selatan mendarat di Sibolga dan 
menyeberang ke Teluk Dalam. Dalam pelayaran itu MakNgah sempat menikmati dan 
membayangkan perairan sekitar itu sambil menyusul menelaah peta pantai Barat 
Sumatera. Peta di bawah ini mengingatkan pemandangan Pulau Sumatera kalau 
MakNgah berdiri lagi melihat ke arah Selatan dari puncak bukit di Sabang.

http://today.caltech.edu/today/images/sumatra_05jan2005_01.jpg

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
--- In [email protected], "Jupardi" <jupa...@...> wrote:
>
> Assalamualaikum Wr Wb
> 
>  
> 
> Bapak Masrur Siddik dan Adi Dunsanak Palanta RN yang Mulia
> 
>  
> 
> Melengkapi tulisan saya seputar Simeulue semalam saya coba cari file
> tulisan saya tentang sekilas Pulau Simeulue yang saya tulis pada bulan
> September 2006 dan sedikit telah seya edit kembali. Perantau Minang
> boleh dikatakan bagian yang cukup penting dan punya "pengaruh" dalam
> tatanan kehidupan social terutama di Sinabang yang merupakan Ibu Kota
> Kabupaten Pulau Simeulue. Orang Minang yang merantau ke pulau ini hidup
> berdampingan dan berbaur menyatu dan bisa hidup rukun dan damai serta
> menyatu dengan penduduk asli, bahkan orang Minang sudah bagian dari
> Dunsanak mereka sendiri, karena banyak juga perantau minang yang
> mendapatkan jodoh gadis atau bujang Simeulue. Selamat membaca semoga
> berkenan dan bermanfaat.Wass-Jepe
> 
>  
> 
>  
> 
> SEKILAS TENTANG SIMEULUE 
> 
> OLEH :  Ir. JUPARDI
> 
>  
> 
>  
> 
> Berbeda dengan pulau Mentawai secara administratif pemerintahan masuk
> kedalam Provinsi Sumatra Barat. Gugusan pulau yang terletak di perairan
> barat samudera Hindia ini  terkenal dengan Taman Nasinal Siberut, dunia
> mengenalnya dengan flora dan fauna  yang endemic (tidak ditemui
> dikawasan/daerah lain). Begitu juga dengan Pulau Nias di bagian utaranya
> termasuk kedalam provinsi  Sumatera Utara dikenal oleh mata dunia dengan
> ombaknya, surga bagi peselancar dan permainan tradisionalnya loncat
> batu. Keujungnya utaranya lagi dari gugusan pulau-pulau di samudera Indi
> ini disanlah terdapat Pulau Simeulue,   secara administrasi pemerintahan
> bagian dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).Ketiga pulau yang
> terpencil tersebut, segaris dan terletak di tengah samudra Hindia.
> Simeulue kurang begitu di kenal dimata  dunia International jika
> dibandingkan Mentawai dan Nias. Kalaulah kita hendak mengambil hikmah
> dari musibah gempa dan tsunami tanggal 26 Desember 2004, salah satu
> hikmahnya adalah dikenalnya Pulau Simeulue secara lebih luas (global).
> 
>  
> 
> Secara geografis Mentawai, Nias dan Simeulue ibarat Satelit yang
> mendampingi Pulau Sumatera  diwilayah Pantai Barat yang terletak
> dilautan bebas Samudra Hindia. Ketiga Pulau tersebut sangat tepat bila
> diposisikan sebagai pusat alarm untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya
> bencana alam seperti gempa yang diikuti oleh gelombang pasang (tsunami)
> yang memang sudah menjadi pusat gempa/episentrum selama ini. Tetapi
> teknologi kita sebagai bangsa yang besar ini boleh digolongkan masih
> dalam kategori serba manual.Sehingga di ketiga pulau itu tidak terdapat
> piranti canggih untuk mendeteksi pergolakan samudra hindia serta
> pergerakan lepengan dibawah lautan dalam yang imbasnya sangat dahsyat.
> 
>  
> 
> Itulah sebabnya ketika pulau ini terjadi  gempa susulan pada 28 Maret
> 2005 yang mengguncang Pulau  Nias dan Simeulue , pemerintah  tidak bisa
> berbuat banyak.Setelah korban berjatuhan barulah kita bergeming, banyak
> berkata-kata,  debat sana debat sini seolah paling tahu
> segalanya.Sesudah itu kita ibarat para dewa dalam kisah Agon. Ketika
> bumi sudah terbakar, para dewa itu bukan cepat-cepat turun ke bumi,
> malah asyik berdiskusi di khayangan tentang bagaimana cara memadamkan
> kebakaran yang efektif, sementara itu korban sudah banyak berjatuhan.
> Kondisi ini diperparah dalam pekerjaan tanggap darurat paska bencana
> serta rekontruksi dan rehabilitasi baik fisik maupun mental selalu saja
> dipengaruhi sentimen kepentingan bernuansa politis.Rakyat sengsara dan
> menderita akibat bencana,  masih saja politik bermain, ada saja yang
> menari diatas penderitaan rakyat seperti kasus oknum anggota DPR menjadi
> calo dana bantuan bencana  kemanusian. 
> 
>  
> 
> Untuk mengetahui  sekilas tentang Pulau Simeulue inilah gambarannya yang
> saya kutip dari berbagai sumber diantaranya laporan Bupati paska gempa
> dan tsunami 2004.
> 
>  
> 
> LETAK GEOGRAFIS
> 
>  
> 
> Kabupaten Simeulue dengan Ibu Kota Sinabang (Simeulue sejak Era Otonomi
> telah menjadi Kabupaten) terletak disebelah barat daya  Provinsi NAD
> berjarak 105 Mil Laut dari Meuleuboh. Merupakan gugus kepulauan yang
> terdiri dari 41 pulau besar dan kecil. Terletak pada posisi 95 43' s/d
> 96 26' BT dan 2 19' s/d 2 26' LU. Panjang sekitar 100 Km dengan lebar
> bervariasi 8 s/d 28 Km.
> 
>  
> 
>   
> 
> Salah satu pantai Simeulue yang indah, alami, berpasir putih, landai,
> airnya jernih dan biru, dangkal penuh dengan terumbu karang dengan aneka
> ikan hias eksotik dan biota laut yang beragam
> 
>  
> 
> KEPENDUDUKAN
> 
>  
> 
> Jumlah Penduduk Kabupaten Simeulue 82.555 jiwa (kondisi per Juni 2005)
> tersebar di 8 Kecamatan. Kosentrasi penduduk terjadi di Kecamatan
> Simeulue Timur mencapai 30 % total penduduk, sekaligus menjadi pusat
> Administrasi pemerintahan Kabupaten Simeulue. 
> 
>  
> 
> AKTIVITAS PEREKONOMIAN
> 
>  
> 
> Sumber mata pencaharian masyarakat pada umumnya adalah bekerja disektorr
> Pertanian , Perikanan dan Peternakan. Disektor Pertanian mengusahakan
> berbagai komoditi  yang paling diandalkan adalah cengkeh, kelapa (kopra)
> dan kakao. Potensi perikanan cukup besar dan memiliki area tangkapan
> (fishing ground) seluas 305.000 Ha atau sekitar 4 Mil dari bibir pantai
> kelaut bebas disekeliling pulau. Disamping itu, pesisir barat dan utara
> merupakan lintasan ikan tuna. Saat ini salah satu investor telah membuka
> usaha dibidang penangkapan udang lobster yang ditampung dari nelayan
> setempat untuk kebutuhan dalam negri dan ekspor.Peternakan Simeulue
> terkenal dengan ternak kerbaunya untuk pasokan daging ke pulau sumatera
> (ke Sibolga dan Labuan Haji)
> 
>  
> 
> Potensi Sumber Daya Kehutanan juga relative besar, berdasarkan
> interprestasi data dan citra satelit yang ada areal Hutan Pulau Simeulue
> mencapai 100.436 Ha atau menutupi 53,63 % dari Total luas wilayah.
> Potensi wisata pulau Simeulue cukup menjanjikan untuk menarik turis
> domestik maupun mancanegara baik wisata alam, pantai dan budaya.Wisata
> pantai dengan alamnya yang masih alami, ombak yang besar dan ideal untuk
> surfing.
> 
>  
> 
> AGAMA DAN ETNIK PENDUDUK
> 
>  
> 
> Boleh dikatakan hampir 99 % penduduk asli  menganut agama Islam dan
> dalam kehidupan sehari-hari mereka menerapkan hukum syariah Islam tapi
> masih sebatas judi, miras  dan perbuatan asusila (Syahwat) dengan
> hukuman cambuk. Aktivitas kegiatan terutama perdagangan di kota Sinabang
> took, warung, kedai serta rumah makan  diwajibkan tutup kala masuk
> shalat jum'at dan shalat magrib. Secara umum penduduk Simeulue bermata
> sipit  (seperti Mongoloid) tetapi berkulit kuning (tidak seputih ras
> Mongoloid) dan bukan sawo matang apalagi Hitam. Penduduk Simeulue
> memiliki beberapa bahasa local yang digunakan sebagai bahasa ibu yaitu
> bahasa Aneuk-Jamee, bahasa Devayan, Bahasa Sigulai dan bahasa Leukon.
> Khusus ibu kota Sinabang bahasa pergaulan sehari-hari boleh dikatakan
> hampir sama dengan bahasa ibu kita yaitu Minang walau ada perbedaan
> logat dan kata-kata tapi bagi orang Minang yang baru pertama kali
> menginjakan kaki ke kota Sinabang dengan mudah memahaminya serta tetap
> terjalin komunikasi dua arah. Salah satu contoh yang saya amati. Mereka
> menyebutnya Bahasa Jamu
> 
>  
> 
> Kasinan (Minang) -  Kasitin(Jamu),
> 
> 
> Buekan ambo nasi goreng ciek (M)
> 
> Pelokan ambo nasigoreng sabuahm (J),  mudahkan dimengerti
> 
> 
> Ibu kota Simeulue Sinabang umumnya banyak pendatang dari Minang terutama
> dari Pesisir Pantai Padang Pariaman dan sekitarnya.Mereka telah bermukim
> di Sinabang sekurang-kurangnya 2 keturunan.Etnis atau suku minang dapat
> diterima dengan baik oleh penduduk asli Simeulue mungkin karena seagama
> dan adat budaya yang hampir mirip pada bagian-bagian  tertentu. Boleh
> dikatakan telah terjadi proses asimilasi/pembauran,  banyak pendatang
> dari suku minang terutama anaknya yang lahir dan besar di Sinabang
> mendapatkan jodoh gadis Simeulue.
> 
> SERBA SERBI
> 
> Untuk akses transportasi ke Simeulue (Sinabang) dapat ditempuh melalui
> Laut dengan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) dari Labuhan Haji (Pesisir
> Sumatra NAD)  jarak tempuh sekitar 10 Jam, berangkat malam jam 20.00
> sampai sekitar jam 6 atau 7, jika cuaca bagus.Melalui udara sejak
> ramainya aktivitas NGO asing di Simeulue peluang ini ditangkap oleh
> investor yang bergerak di bidang jasa transportasi udara yaitu Susi Air
> dengan pesawat sejenis Cassa atau Cesna 12 Penumpang. Dulunya hanya satu
> penerbangan yang disubsidi oleh Pemerintah yaitu SMAC.Hampir tiap hari
> (secara reguler) pesawat dari Bandara Polonia Medan ke Bandara Lasikin
> Simeulue begitu juga sebaliknya.. Bahkan saat-saat liburan (peak season)
> Susi Air menambah jadwal penerbangannya menjadi 2 atau 3 kali dalam satu
> hari.
> 
> Prasaranan dan Sarana Telekomunikasi belum seluruhnya menjangkau Pulau
> Simeulue, khusus ibu kota Simeulue Sinabang jaringan yang telah tersedia
> (provider seluler) yaitu Telkomsel, Satelindo dan Telkom (Flexi).
> Kecamatan yang cukup maju di Simeulue telah ada jaringan Telekomunikasi
> yaitu Flexi adalah Kecamatan Teupah Barat.  Itulah sekilas dan selayang
> pandang  tentang Pulau Simeulue semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya.
> Simeulue, 17 September 2006



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke