Hahaha...setuju Da Rief... Kalau bisa kadis-kadis setelah 2010 nanti betul-betul yg profesional dan punya portfolio yang match dengan bidangnya. Jangan cuma jadi sekedar Power Sharing saja. Cukup sudah kita semua..nak kato da Rief tadi..GALINGGAMAN...melihat kondisi diatas. Saya kira kendala kita di SUMBAR selama ini adalah apatisme orang daerah yang berujung pada pesimisme dengan Mimpi-mimpi orang rantau, saya rasa dua hal ini harus dipertemukan.
Salam Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Fri, 6/5/09, ARIEF <[email protected]> wrote: From: ARIEF <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Kapal Peserta SITF Distop ===>> SUMBAR 1 HARUS DIAMBIL ALIH 2010 To: [email protected] Date: Friday, June 5, 2009, 4:04 AM Assalamu'alaikum W W Kanda Nofrins dan dunsanak palanta nan sadang maunjua. Lah lamo awak tau, dan bahkan mungkin lah pasai awak mancaliak kejadian bantuak iko. Bagi ambo sederhana sajo... Sumbar itu memang UNIK dan RANCAK. UNIK!!!! Unik karena aturan yang seharusnya ditegakkan tidak dijalankan. Unik karena seharusnya dinas dan aparat terkait memberikan dukungan malah "seakan" menghalagi. Seperti yang Kanda katakan, bahwa mereka yang datang adalah tamu, di UNDANG pula. Mereka adalah buyers dan akan mempromosikan pariwisata SUMBAR. Nan ambo khawatirkan............ Penyetopan kapal di tengah laut ini akan jadi BAGIAN DARI PROMOSI para buyers tadi ke rekan mereka di luar.... RANCAK Kalau yang satu ini saya rasa baik Pol Airud yang katanya menjalankan tugas, dan juga KaDINAS pariwisata (apapun alasannya) tidak hanya sekadar rancak, tapi MATI KARANCAK an.... Mau tak mau............... TAMPUK KEKUASAAN SUMBAR SATU "2010" HARUS DIREBUT !!!!! Agar hal yang selama ini membuat banyak kita galinggaman bisa teratasi.... Kanda siap untuk maju 2010??? Yakinlah, banyak pula yang SIAP mendukung kanda Bagaimana ??? Wassalam W W ARIEF Rky Mulia 39 th, tingga di Senen - Jakarta/ Asal Pakan Kamih Tilatang Agam Pada 5 Juni 2009 14:50, Y. Napilus <[email protected]> menulis: Pak Aim, Bisa dapat cerita sebenarnya? Knp sampai terjadi aksi penyetopan ditengah laut seperti ini...? Gak harus orang asing, saya pun akan tersinggung jika dinegara lain sbg tamu diperlakukan seperti ini...? Apalagi diundang resmi dan dibawa naik kapal pun secara resmi...! Mesti Pol Airud tsb justru harus melakukan pengawalan kalau perlu dg bbrp kapal sekaligus supaya calon2 buyers tsb merasa lebih terhormat dan bangga lagi berada di Sumbar, supaya mereka makin bergairah utk membantu Pariwisata Sumbar diluar negeri... Sumbar oh Sumbaarrr...:( Salam, Nofrins "4 Rancak 5 Lamak Bana" From: Nofend St. Mudo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, June 5, 2009 1:42:41 PM Subject: [...@ntau-net] Kapal Peserta SITF Distop Pol Airud di Tengah Laut Padang | Jumat, 05/06/2009 12:01 WIB Kapal Peserta SITF Distop Pol Airud di Tengah Laut Padang, (ANTARA) - Kapal pesiar yang membawa 24 "buyers" dari tiga negara beserta panitia Sumatera Internasional Travel Fair 2009 (SITF) distop Pol Airud Sumbar dalam perjalanan menuju Sikuai Island. Penyetopan di tengah perjalanan itu bertujuan untuk pemeriksaan rutin. "Ini bukan menghambat, tapi penyetopan untuk tujuan pemeriksaan. Saya sudah kontak pihak Pol Airud agar kapal itu dilepas, dan sekarang sudah dilepas," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, James Hellyward kepada antara-sumbar.com, Jumat (5/6). James mengatakan bisa memahami tugas dan fungsi masing-masing lembaga, dan apa yang dilakukan Pol Airud bertujuan baik. Namun penyetopan saat kapal berlayar, apalagi dalam upaya "menjual" wisata Sumbar, implikasinya bisa negatif. "Peserta dari banyak kalangan. Bahkan ada yang dari luar negeri. Apa yang terjadi ini bisa membuat imeg jelek di benak mereka. Kapal distop saat berlayar, mereka akan menganggap ada yang tidak beres. Ini kan kontraproduktif dengan upaya promosi kita," kata James yang juga mempertanyakan tugas pemeriksaan itu kewenangan Syah Bandar atau Pol Airud. Ke depan James berharap semua pihak di daerah ini bisa berkoordinasi dengan baik agar program apa saja yang sedang dilaksanakan suatu instansi tidak berbenturan dengan tugas dan fungsi lembaga lain. Kunjungan 24 "buyer" (pembeli) dari tiga negara ke Sikuai dan PUlau Cubadah dalam rangka Sumatera Internasional Travel Fair 2009 (SITF) yang berlangsung dari Jumat (5/6) ke hingga Minggu (8/6). Mereka akan mempromosikan pariwisata nasional ke manca negara. Tiga Negara yang mengikuti SITF kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, James Hellyward kepada antara-sumbar.com, Eropa 13 buyer, Malaysia 10 buyer dan Australia satu buyer, dan kemungkinan masih akan ada tambahan buyer yang datang. James menambahkan, SITF sudah ketiga kalinya diadakan di pulau Sumatera dan merupakan agenda tahunan. Pertama, tahun 2007 SITF diadakan di Kota Medan, dan pada tahun 2008 dan 2009 dilaksanakan di Kota Padang. "Ini menunjukkan bahwa potensi pariwisata di pulau Sumatera tidak kalah bagusnya dari pulau dan kota lainnya yang ada Indonesia," ujarnya. Menurutnya, SITF merupakan ajang promosi wisata ke dunia international dan ini merupakan momentum bagi kabupaten dan kota untuk mempromosikan dan memperkenalkan potensi wisata yang ada di daerahnya. Sedangkan Koordinator Media Center SITF, Aim Zein mengatakan para peserta SITF, akan disuguhkan keindahan alam Sumbar dengan sejumlah "free tour" yang digelar panitia. "Hari ini peserta akan dibawa untuk melihat keindahaan pulau Sikuai," ujarnya. Sementara kesiapan panitia dalam pelaksanaan SITF ini sudah maksimal, sama halnya persiapan untuk penyambutan terhadap Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, Jero Wacik yang akan membuka secara resmi kegiatan ini, Sabtu (6/6). (non/wij) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=2&id=31489 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
