Waalaikum Salam Wr Wb bu dewi yang cantik
 
Jelang tidak aktif, Bung RA berpesan pada hanifah, agar hanifah bersedia 
memberitahu ota-ota yang penting ke beliau. Jadi beberapa email yang hanifah 
anggap bisa mewakili ota-ota di lapau, dengan senang hati hanifah teruskan ke 
beliau. 
 
Puisi SAHABATKU adalah juga puisi yang di tulis untuk melengkapi 
tulisan-tulisan tentang sahabat yang di kupas waktu itu di milis.
 
Barusan hanifah bertanya apa beliau bisa aktif nggak untuk sebulan ini di RN ?, 
Supaya kita-kita terutama sobatnya JEPE tidak perlu membawa tokek ke TPS untuk 
menentukan pilihan. Kameranya kan lebih tinggi dari kita-kita yang berada di 
daerah. Bukankah si Jepe ingin menenntukan pilihan dengan melihat dari atas .. 
apa daya  kita di daerah ... sementara sobatnya ada di pusat dan menurut 
hanifah beliau pastilah dekat dengan orang-orang penting di Jakarta. Bung RA 
benar-benar sedang sibuk, jadi belum bisa gabung. Nah kalau bu dewi punya 
uneg-uneg yang berhubungan dengan tulisan beliau, bu dewi bisa tanya langsung 
ke beliau. Waduh Magrib, maaf.
 
Wass
 
Hanifah

--- On Sun, 6/7/09, Dewi Mutiara <[email protected]> wrote:


From: Dewi Mutiara <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: FW: PUISI MEMIMPIN
To: [email protected]
Date: Sunday, June 7, 2009, 5:11 PM






Assalammua'laikum Wr.Wb.

Bu Ifah yang baik , bagus sekali PUISI MEMIMPIN  yang ditulis oleh Pak RA.
terima kasih ibu mau membagikannya bagi kita semua , walaupun ibu tujukan buat 
Bung Jepe ,tapi kami semua bisa membacanya . 

Pak RA, saya tau  Bapak sibuk sehingga mundur untuk sementara , dan saya juga 
yakin Bapak  selalu memantau tulisan-tulisan yang ada disini , tertulisnya  
PUISI MEMIMPIN  tidak lepas dari keresahan yang banyak  di bahas  di RANTAU NET 
ini.
Maaf kalau saya tidak benar ,hanya sekedar menduga-duga. Terima kasih.

Wassalam

Dewi Mutiara, suku Sikumbang.


--- On Sun, 6/7/09, hanifah daman <[email protected]> wrote:


From: hanifah daman <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] FW: PUISI MEMIMPIN
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Sunday, June 7, 2009, 7:39 AM




Assalammualaikum WR WB jepe dan dunsanak sapalanta yth. Jepe, uni teruskan 
puisi karya sobat jepe. Coba jepe analisis juga. Biar mudah dipahami, hasil 
analisanya di tulis di bawah puisi ya. Wass. Hanifah


----- Original Message -----
Subject: PUISI MEMIMPIN
Date: Sun, 7 Jun 2009 7:10:07
From: [email protected] <[email protected]>
To: hanifah daman <[email protected]>


MEMIMPIN

by : ricky avenzora


Bukankah Rasul mu telah mengajarkan mu cara untuk MEMIMPIN?
Bukankah Rasul mu telah menunjukan pada mu arti SIDIQ  dan AMANAH ?
Bukankah Rasul mu juga telah mengingatkan mu tentang makna TABLIGH dan FATHANAH?
Lupakah engkau akan Ilmu dari TUHAN mu tentang mengapa sebilah tulang rusuk 
kiri mu menjadi berkurang? 

Mengapa semua itu harus engkau sembunyikan dengan KILAH? 
Kilah kekaguman pada kegagahan dan mulut manis seakan bijaksana. .
Lupakah engkau pada peringatan nenek moyang mu bahwa mulut manis adalah 
berbisa? 
Apakah engkau fikir TUHAN mu sia-sia menciptakan BATU KARANG  dan BESI di muka 
bumi?

Tahukan engkau mengapa Rasul mu mengajarkan mu tentang Sidiq, Amanah, Tabligh 
dan Fathanah itu? 
Yaitu agar dapat tegak nya RAHMAN dan RAHIM di muka bumi. 
Yaitu  ADIL untuk semuanya dan  SESUAI dengan HAK nya.
Bukan kah TUHAN mu tidak pernah memberikan sepotong kecilpun kantong-rahim pada 
laki-laki? 

Lupakah engkau akan kunci yang pernah diceritakan pada mu tentang jalan untuk 
mencapai Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah itu?
Yaitu JUJUR dan IKHLAS. 
JUJUR pada diri ku sendiri dan juga  JUJUR pada semua nya. 
Ketika IMAGE  yg hanya terus ku JAGA tentulah tidak menggambarkan IKHLAS yang 
sesungguhnya membutuhkan pengorbanan nyawa. 

Tahukah engkau dari mana bisa melihat kejujuran  yang sesungguhnya?
Tentulah tidak pada angka-angka dan kata-kata sang juru bicara.
Kejujuran ku adalah terlihat dari mata dan gerak tubuh ku yang tidak boleh 
seperti robot.
Kejujuran tentang diri mu adalah segalah KEBAIKAN mu yang diceritakan oleh 
MUSUH mu. 

Tahukah engkau dari mana bisa melihat keikhlasan  sesungguhnya? 
Tentulah tidak dari berbagai retorika yang dipuji-pujikan oleh juru bicara, apa 
lagi dari iklan keberhasilan yang penuh rekayasa.
Keikhlasan mu adalah terlihat dari kucuran keringat mu dan bersedianya nyali mu 
dalam menantang bahaya.
Keikhlasan ku adalah bukan kilah ku yang sok bijaksana, tapi adalah rasa syukur 
ku ketika dihina, yaitu rasa syukur karena setidaknya nyawa ku masih ada.

Tidak kah engkau baca bagaimana TUHAN mu memberi Sang Khullafaur-Rasyidin 
kepada Rasul mu dalam memimpin? 
Tidak kah bisa engkau mengerti apa yang dibawa oleh si Abu Bakar dan si Usman?
Tidak kah bisa engkau maknai apa yang dilakukan si Umar dan si Ali? 
Apakah engkau fikir TUHAN mu sia-sia menjadikan mereka sebagai sahabat Rasul mu 
dalam memimpin? 

Mengapa engkau lupakan kucuran keringat Rasul mu ketika pertama kali disuruh 
membaca oleh JIbril ?
Tidak kah engkau perhatikan bahwa Rasul mu selalu tahu tentang artinya  MASA 
yang selalu diingatkan oleh TUHAN kepada kita? 
Ingatkah engkau akan Surat Al-Mudatsir dan peristiwa Hijrah?
Bukan kah rasul mu TIDAK TAKUT untuk HIJRAH?

JIKA  saat itu Rasul mu  berlaku BODOH tidak mau hijrah, akan kah engkau fikir 
ISLAM mu saat ini akan tetap ada? 
Dalam hijrah Rasul mu tidak pernah takut akan luka dan hina.
Jika Rasul mu telah menunjukan keberaniannya untuk Hijrah guna menegakan agama 
dan umatnya, mengapa pula sekarang engkau harus takut untuk hijrah dan melawan 
penjajah?
Hijrah untuk berjuang bagi bangsa dan negara agar bisa LEBIH BAIK. 
  
Apakah engkau fikir Rasul mu akan berhasil untuk HIJRAH kalau Rasul mu 
TERLAMBAT memilih MASA?
Bukan kah TUHAN mu telah mengatakan bahwa seluruh isi alam adalah menunjukan 
ILMU NYA bagi mereka-mereka yang mau berfikir?
Tidak pula kah engkau hargai petuah nenek moyang mu yang telah mengatakan "Alam 
Takambang Jadi Guru"?
Bencana apa lagi yang engkau tunggu untuk menyuruh mu HIJRAH?.

Memimpinlah TAPI  Hijrahlah.
Hijarahlah DAN  Memimpinlah,
IKUTILAH mereka yang Hijrah.
Cepatlah dan lebih baiklah, 

Ingatlah ketika ASHAR pertama kali ditegakan.
Tanyalah mengapa ASHAR perlu ditegakan.
Jangan biarkan Magrib datang tanpa pengawal.
Jangan biarkan bangsa mu menjadi KELAM karena ulah para penjajah dan kelakuan 
mereka-mereka yang berulah seperti si Abu Jahal.   

RS HUSADA,
Ahad, 7 Juni 2009
Jam 14.10 WIB.

Salam,
r.a
Lupakah engkau bahwa Rasul mu telah mengajarkan mu untuk membina keluarga mu 
lebih dahulu? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®


      






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke