2009/6/10 muhammad syahreza <[email protected]>:
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

> Cuma kita harus bisa membedakan dalam konteks berbangsa dan bernegara.
> Negara Indonesia bukan negara Islam, tapi negara yang berlandaskan
> Pancasila.
>

Di situlah masalah yang bagi saya prinsipil. Bagi seorang muslim,
Islam tidak patut untuk "ditanggalkan" kapan pun juga. Sebagai apa
pun, aturan Islam yang harus dinomorsatukan.

> Dulu Sila pertama Pancasila secara arif dirubah oleh founding father
> negara kita demi mengakomodir suara dari non muslim dan etnis dari
> Indonesia timur.
>

Itulah adalah sebuah kesalahan. Seingat saya, dalam biografi Kasman
Singodimedjo dikatakan bahwa perubahan tujuh kata itu tadinya bersifat
sementara untuk menenangkan. Janjinya akan dilihat lagi sesuai
aspirasi umat Islam, namun tidak pernah dilakukan. Semestinya ancaman
memisahkan diri karena tujuh kata itu harus ditangani sebagaimana
gerakan separatis lain ditangani.

> Coba Ridha jawab, kenapa PKS beserta partai Islam
> lainnya yang notabene partai Agamis lebih memilih berkoalisi dengan
> SBY-Boediono, sementara kita tahu mertua SBY dan keluarga istri SBY
> penganut Khatolik, Istri Boediono menurut isu yang santer beredar juga
> penganut Khatolik? (tolong  diklarifikasi kalau saya keliru).
>

Itulah salah satu "keajaiban" PKS. Juga telah muncul di media bahwa
kalangan akar rumput PKS pun terpecah dalam masalah ini. Kita lihat
saja nanti bagaimana "kekuatan qiyadah" PKS menanganinya.

> Sekarang kita lihat pada Pemilihan Legislatif, kenapa suara
> partai-partai islam jatuh? belum ada yang bisa mengalahkan suara
> partai Masyumi pada tahun 50-an yang mencapai 20%.
>

Bagi saya, PKS gagal karena "tanggung." Berusaha mengkompromikan Islam
dengan mengejar citra pluralis, dll sehingga membuat orang yang
menginginkan perubahan (yakni menuju Islam yang utuh) menjadi ragu. Di
sisi lain, orang yang sekuler sulit percaya ke PKS walaupun setelah
pelbagai usaha "ajaib" untuk kompromi (kampanye dengan dangdut,
perempuan yang menampakkan aurat, dll).

Tadinya saya, yang yakin bahwa sistem demokrasi bertentangan dengan
Islam, berencana untuk ikut memilih di pileg lalu jika memang ada yang
jelas-jelas berusaha melakukan perubahan (yakni partai yang terpaksa
ikut pemilu untuk memperjuangkan Islam) dan PKS adalah salah satu
kandidat kuat. Namun tingkah "ajaib" PKS menggagalkan rencana itu.
Untuk pilpres mendatang, kemungkinan saya hanya akan ikut jika masuk
putaran kedua dan salah satu pasangan yang masuk adalah Mega-Pro
(alias akan saya pilih pasangan yang satunya lagi).

> Kenapa rakyat Indonesia yang mayoritas muslim lebih banyak memilih
> partai nasionalis daripada partai agamis?
>

Itu bukti banyak rakyat Indonesia yang tidak paham bahwa hukum Islam
wajib ditegakkan sedangkan banyak partai-partai yang mengatasnamakan
Islam lebih suka mengkompromikan Islam dengan masyarakat.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke