Sepertinya pelajaran jaman Orba, yang rasanya belum bisa kita hapus dari
memori, sepertinya tidak dipedulikan oleh elite-elite Minangkabau. Politik
tanpa jati diri, tanpa landasan berpikir yang jelas dan konsisten, tanpa
melihat pentingnya check & balance antarelite, tetapi berebut dan
beramai-ramai mengekor ke calon yang diperkirakan akan berkuasa yang
akhirnya mendorong terbentuknya sruktur kekuasaan yang hegemonik, sepertinya
tidak pernah kita sesali sebagai sebuah kekeliruan etik dalam berpolitik.
Dulu, di jaman Orde Baru, hampir 100% elite-elite Minang menjadi pembela
luar biasa Golkar. Banyak dari mereka yang terlibat secara langsung dan
tidak langsung memenangkan Golkar dengan cara kasar hanya untuk mencari muka
kepada Penguasa Pusat bahwa mereka berhasil mengajak warga Sumbar mendukung
Pemerintah Orba. Penyakit oportunis dan pragmatis kolektif itu membuat tidak
ada kelompok elite yang bisa berdiri efektif sebagai kekuatan kontrol.
Akibatnya, kalau kita perhatikan situasi di awal era reformasi pasca Orba,
secara moral elite-elite Minang ketika itu tengah masuk ke kuburan massal
yang digalinya sendiri dengan cara-cara berpolitik sebelumnya. Berbeda
dengan daerah-daerah lain, dan dari masa lalu orang Minang, orang Minang
awal reformasi tidak punya tokoh yang berwibawa di tingkat nasional maupun
di Sumbar sendiri.
Saat ini, sebetulnya sistem politik yang demokratis dan multipartai telah
memaksa elite untuk siap hidup berganti posisi, menjadi bagian dari penguasa
atau bagian dari oposisi. Tetapi, tampaknya penyakit asal ikut yang menang
telah menjadi budaya di kalangan elite politik Minang.
Yang menyedihkan adalah, tidak ada yang merasa sedih dengan perilaku elite
seperti ini.
Salam,

Andrinof A. Chaniago

2009/6/8 Nofend St. Mudo <[email protected]>

>
> Selasa, 09 June 2009
> Hampir Semua Tokoh Sumbar, Masuk Tim Pakar SBY-Boediono
>
> Padang, Singgalang
> Hampir Semua kepala daerah di Sumbar masuk menjadi Dewan Pakar Tim Nasional
> Kampanye SBY-Boediono, kecuali Bupati Tanah Datar, Agam dan Bupati
> Kepulauan
> Mentawai.
> Tim Pakar itu diketuai oleh Azwar Anas, dengan wakil Gamawan Fauzi.
> Sementara anggotanya Hasan Basri Durin, Hasan Basri, Mukhlis Ibrahim,
> Fachri
> Achmad serta para bupati dan walikota. Nama-nama lainnya, Is Anwar, Sultani
> Wirman, Asrul Syukur, Rusdi Latif, Nasrul Siddik, serta sederetan nama
> lainnya masuk menjadi Dewan Pakar. Anggota Dewan Pakar berjumlah 54 orang.
>
> Sementara Ketua Tim Kampanye dipercayakan pada Ikasuma Hamid, Sekretaris
> Yul
> Teknil, Koordiantor Logistik, Liswandi, Koordinator Hukum dan Advokasi
> Hasranita, Koordinator Media dan Dokumentasi, merangkap Juru Bicara Gusfen
> Khairul, serta sejumlah koordinator lainnya.
>
> Tidak dihubungi
>
> Sementara itu, Walikota Sawahlunto, Amran Nur ketika dihubungi kemarin
> menyatakan, ia sudah tahu namanya masuk ke dalam tim dari pemberitaan
> suratkabar. "Tapi sampai hari ini saya tidak pernah dihubungi," kata dia.
>
> Walikota Solok, Syamsu Rahim yang dikontak kemudian juga menyatakan, ia
> tidak pernah dihubungi. "Saya ini kan orang Golkar, secara institusi
> politik
> saya tak mungkin masuk tim Pak SBY dan itu sudah saya sampaikan kepada Pak
> Azwar Anas," kata dia. Ia tidak tahu kenapa namanya masuk juga.
> "Bagi saya terserah siapa yang akan jadi presiden, tapi saya orang Golkar,"
> katanya.
>
> "Oh ya, saya memang tim SBY, kita sudah lihat hasilnya selama lima tahun
> ini," kata Bupati Limapuluh Kota, Amri Darwis, kemarin.
> "Kepala daerah itu tetap 'Kuning" (Golkar-red) jadi perlu kami jelaskan,
> mengingat semenjak dideklarasikannya Tim SBY-Boediono pada Minggu (7/6) di
> Bukittinggi, banyak kader Golkar yang menanyakan kebenarannya pada saya.
> Sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar, saya telah mengkonfirmasikan hal itu
> kepada bupati/walikota terkait. Sejauh ini, mereka menyatakan tetap
> 'kuning'
> dan tetap komit mendukung JK-Wiranto," jelas Sekretaris DPD Partai Golkar
> Sumbar, Irdinansyah Tarmizi  kepada wartawan, Senin (8/6) di DPD Partai
> Golkar Sumbar.
>
> Fungsi dewan pakar
>
> Juru Bicara Tim Kampanye SBY-Boediono, Gusfen Khairul yang dihubungi secara
> terpisah, kemarin menyatakan, dewan pakar tidak ikut serta dalam urusan
> teknis. "Rapat-rapat juga tidak," kata dia. Dewan Pakar antara lain akan
> dimintai arahan-arahan, solusi-solusi untuk menangkis isu negatif. "Jadi
> ketokohan beliau yang lebih menonjol," kata Gusfen.
>
> Menurut dia, semua nama yang tercantum dalam tim kampanye, apalagi tim
> pakar
> sudah dihubungi oleh Partai Demokrat dan partai-partai koalisi. "Semua
> menyatakan setuju waktu itu," kata Gusfen.
>
> Jika kemudian ada yang keberatan, tak soal, bisa jadi itu terjadi
> disebabkan
> pertimbangan-pertimbangan pribadi atau masukan dari berbagai pihak.
> "Sesuatu
> yang amat wajar dalam situasi politik yang amat cair seperti sekarang,"
> tukuknya.
>
> Menurut wartawan senior ini, "Insya Allah semua nama yang tercantum dalam
> tim, hatinya sudah bersama SBY, karena itu, mari kita lanjutkan!"
> Gusfen meminta, soal nama dalam tim pakar menjadi urusan pribadi-pribadi
> yang bersangkutan. Tersebab hal itu, pihak lain jangan memaksakan kehendak
> pada pribadi-pribadi itu. "Mari kita buhul erat persaudaraan dan rasa
> saling
> memiliki di Ranah Minang ini," tambahnya. (003/308)
>
> http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=2029
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Nofend St. Mudo
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Andrinof A Chaniago
      • ... Y. Napilus

Kirim email ke