Da Romi,

Urang dapua maaf ambo indak potong ikua dibawah dek informasi ini penting 
diketahui banyak orang.

saat krisis global mulai melanda,semua partai dengan para pakarnya berbicara 
keras tentang hal ini,semua menolak dan menilai sistem ekonomi barat sudah 
sangat membahayakan bangsa ini.

Saya beneran berharap bahwa saat pemilu nanti ini akan dijadikan "kritikal 
point" untuk memilih pemimpin.tapi apa lacur koalisi cuma memperkuat untuk 
berlakunya hal tersebut.

Terlepas dari pemilihan saat ini.saat krisis global terjadi dan dunia perbankan 
kembali dilanda ke khawatiran jaman tempo lalu dan saat pemerintah didesak 
untuk melakukan antisipasi,salah satu hal klasik yang diusulkan team ekonomi 
adalah "membuat peraturan untuk menjamin seluruh tabungan nasabah sampai nilai 
maksimal pada LPS".

Saya saat itu berpikir kita memang tidak pernah berkaca pada masa lalu,lebih 
suka rakyat menanggung beban konglomerat dan tambah sengsara.coba bayangkan 
bagaimana masyarakat yang harus menanggung kasalahan para elit dalam menerapkan 
prinsip ekonomi dan dari mana uangnya?

Saya ikuti berita ini hari demi hari,allhamdulilah wakil presiden saat itu 
mengatakan tidak dan sempat terjadi konflik yang berat disini yang akhirnya 
membuat konflik halus antara presiden dan wakilnya karena masalah ini.

Sebenarnya kalau kita mau pelajari lebih baik,masalah kepercayaan masyarakat 
kita terhadap perbankan sudah terjadi beberapa kali selama krisis.anehnya saat 
terjadi krisis, perbankan selalu goyah pertama kali lalu pertanyaannya siapa 
yang mengawasi perbankan kita dan mana pertanggung jawabannya?

Kemudian saat perbankan bermasalah disaat krisis lalu kenapa solosusinya 
"likuidasi"?entahlah saya tidak habis pikir padahal kalau kita amati media 
medio krisis sejak tahun 1998 ada satu kasus yang bisa ditangani dengan 
strategi.

Kita masih ingat kasus BII?IMF sudah katakan likuidasi atau mereka tidak 
bertanggung jawab akan kerugian yang lebih besar,saat itu Rizal ramli 
memamnggil dirut BII,Mandiri. Beliau katakan kita coba selesaikan masalah BII 
ini dengan baik dan bersama tanpa likiudasi.

Rizal Ramli katakan pada dirut mandiri yang waktu itu dijabat ecw neloe "kamu 
buat seolah mandiri akan ambil alih BII dan umumkan dimedia massa,kemudian 
untuk meyakinkan hal tersebut taruh orang mandiri pada direksi BII dan rombak 
direksi BII yang ada". Saat itu Rizal ramli cuma pesan siapun yang membocorkan 
hal ini maka akan mendapatkan resikonya.

Persis setelah itu diumumkan hal ini dalam konfrensi pers.semua dalam waktu 
cepat berangsur pulih rush terhadap BII dan program penyehatan bisa dilakukan.

Bukankah cara2 seperti ini sudah sering dilakukan oleh para begawan ekonomi 
dunia?entahlah kadang saya bingung sama para elit dalam bidang ekonomi.

Marilah kita merenung,neoliberalisme dan kapitalisme sudah hancur dan membawa 
masalah dunia,lalu kenapa kita masih ingin?kenapa kita susah benar berubah 
kiblat ekonomi?

Singapore sudah gencar dengan ekonomi syariahnya?sampai dana dana timur tengah 
banyak hinggap diperbankan syariah singapore,aneh bukan kenapa bukan indonesia 
yang muslim mayoritas?

Kalau bukan kita yang memberikan pelajaran sama banyak masyarakat indonesia 
siapa lagi?dan kapan kita baru akan terbangun dari semua ini?

Salam hormat
Ronal chandra rajo bingsu
Di ladang minyak duri dan ditengah kabut asap yang menggila.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Romi Pernando <[email protected]>

Date: Sat, 13 Jun 2009 14:18:49 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Track Record Budiono


Da Ronald

Klo ambo memang ndak berharap dengan Budiono do da, malahan akan terjadi krisis 
berikutnya terhadap indonesia. Krisis di Amerika Serikat seharusnya menjadi 
pelajaran bagi elit ekonom kita untuk membuat kebijakan ekonomi indonesia. 
bahwa negara yang katanya superpower juga kelabakan dalam masalah krisis di 
negerinya, hal ini di sebabkan oleh RE-Asuransi kredit perumahan yang semuanya 
mengharapkan keuntungan dari % bunga semata dari komisi, rabat, potongan, yeald 
dan sebagainya. Pendapatan instan semua..
Ambo masih takana katiko Budiono di Tanyo soal program ekonomi kerakyatan oleh 
host. jawabannya apa? Jawaban lebih kurang seperti ini : "bahwa setiap 
kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat itulah ekonomi 
kerakyatan". tanpa merinci program yang akan dilakukan untuk itu. hmm jawaban 
yang menggelikan,,
============>
Posisi menko yang pernah beliau duduki lebih dari cukup untuk membuat
kebijakan strategis pro rakyat jika ingin,napa harus menunggu jadi
wakil presiden dahulu?
+++
Dari track record kebijakannya selama menjadi mentri perekonomian dan keuangan 
kita bisa melihat bahwa kebanyakan kebijakannya pro pada pasar. Seperti :
1--------Pada
1997-1998, dikucurkan BLBI sebesar Rp 400 triliun (untuk bank swasta Rp
144,8 triliun & bank pemerintah Rp 267 triliun). Dan ini melibatkan
Boediono secara mendalam.
2.-------Di era BJ Habibie, Boediono (Kepala Bappenas) menyetujui Dana Rekap
Perbankan Rp 600 triliyun. Akibatnya rakyat Indonesia harus menanggung
Rp 80 triliun setiap tahun di APBN hingga tahun 2032.
3--------Di Tahun
2001-2004, Boediono (Menkeu), mengeluarkan kebijakan Privatisasi &
Divestasi. Akibatnya 13 BUMN, yang merupakan aset strategis, dijual dan
obligor BLBI diberi status ‘Release & Discharge’ (Dibebaskan dari
sspek hukum). 
4-------Hingga saat ini Boediono masih menjabat sebagai IMF Board of
Governors. Atas pesanan Bank Dunia, di era Menteri Keuangan Boediono,
dikeluarkan UU Keuangan Negara No 17/2003. Undang-undang tersebut
memberikan kewenangan luar biasa kepada Menteri Keuangan dan mengurangi
peranan “perencanaan”, sesuai model ekonomi Neoliberal. Untung kemudian
Kwik Kian Gie sedikit mengoreksinya lewat UU No 25/2004
5-------Di era Boediono menjabat Menko Ekuin,yang kemudian digantikan Sri
Mulyani, utang pemerintah sudah mencapai level tertinggi, yakni 149,67
miliar dolar AS per Desember 2008. Meski begitu, tipe kebijakan
pengelolaan utang dari SBY-Boediono tidak menunjukkan keberpihakan
untuk lepas dari cengkeraman utang.

toh udah jelas bukti neolibnya.
=========>
70% masyarakat indonesia yang terdiri dari pns ditenangkan dengan
kenaikan gaji tapi tidak punya pilihan dalam membelanjakan uangnya
karena semua serba mahal.
+++++++++

Kenaikan gaji adalah hal yang wajar di terima oleh para PNS, karena nilai uang 
yang semakin rendah atau nilai barang yang semakin tinggi. Sehingga untuk 
membeli barang yang sama pada tahun 1998 dengan 2008 akan berbeda. Nilai 
rupiahnya akan lebih besar pada tahun 2008.
Namun hal ini sebagian PNS tidak menyadari, dan merasa berterima kasih karena 
kenaikan gaji tersebut, padahal itu hanya kebaikan kamuflase doang akibat salah 
urus dalam bidang perekonomian dan ada sebagian (pejabat negara)  yang malah 
menggunakan kesempatan itu untuk tebar pesona memperkuat pencitraan dan rakyat 
di ninabobokan dengan materi semu. 
=======================>
Namun perlu juga dipahami,pola ekonomi barat sudah mengakar
diindonesia,merubah bukan juga hal yang mudah tapi memang sudah harus
dimulai kalau tidak kita akan jadi negara kaya dalam keterpasungan
ekonomi.

Kata Rizal Ramli kalau mau pasti bisa
+++++++

Walaupun sedah mengakar tetapi kita harus berusaha mencobanyanya. 
Dimana lagi letak kedaulatan bangsa ini ketika setiap kebijakan ekonominya di 
dikte oleh orang asing.
Dimana lagi kemerdekaan bangsa ini ketika satu persatu pulau kita di Ambil 
Malaysia.
Trus apa yang di banggakan oleh bangsa Indonesia untuk di lanjutkan dengan 
pengalaman seperti ini.

klo ada niat dan usaha untuk mengubahnya maka itu akan terwujud,,

Romi 
Jakarta




--- On Wed, 6/10/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Track Record Budiono
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 10, 2009, 6:46 PM

Da Romi,

Ambo pesimis ekonomi kita akan lebih baik jika pola ekonomi yang dikembangkan 
seperti yang sudah2.walaupun dalam pidato nya Pak Boediono akan melakukan 
ekonomi dengan pola kesejahteraan masyarakat koq rasanya saya tidak yakin jika 
melihat kiprahnya selama ini.

Posisi menko yang pernah beliau duduki lebih dari cukup untuk membuat kebijakan 
strategis pro rakyat jika ingin,napa harus menunggu jadi wakil presiden dahulu?

Rakyat dibuat sejahtera secara semu dengan naikan gaji dan tunjangan PNS,GURU 
yang lebih dari 70%penduduk indonesia berada disektor itu.namun disisi lain 
kebutuhan pokok mahal para kartel ekonomi mengatur jalur distribusi sehingga 
kontrol harga dilakukan sedemikian rupa.

Akhirnya jumlah peningkatan pendapatan berbanding atau malah lebih rendah dari 
harga kebutuhan yang melonjak.kembali yang kaya semakin kaya yang miskin trus 
bertambah.

Hal ini bisa terjadi karena roda ekonomi kecil tidak digerakan,mekanisme pasar 
berjalan cuma pasar saham sedang pasar tanah abang,melayu dan pasar masyarakat 
lainnya dibrangus.

70% masyarakat indonesia yang terdiri dari pns ditenangkan dengan kenaikan gaji 
tapi tidak punya pilihan dalam membelanjakan uangnya karena semua serba mahal.

Ironinya kita terlena dengan hal hal seperti itu.

Namun perlu juga dipahami,pola ekonomi barat sudah mengakar diindonesia,merubah 
bukan juga hal yang mudah tapi memang sudah harus dimulai kalau tidak kita akan 
jadi negara kaya dalam keterpasungan ekonomi.

Kata Rizal Ramli kalau mau pasti bisa.

Salam Hormat
Ronal Chandra

Powered by Telkomsel BlackBerry®




      



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke