Tulisan dari kawan sakelas di wakatu SMA 2 Bkt "Erison J Kambari",
cukuik lugas jo bahaso sederhana di paparkan,

" Demokrasi Panjat Pinang" dalam Perebutan Tahta Istana

Agak sesekali…
rindu aku menepuk dada ini…
pengeeeen.. rasanya berbangga diri…
ingin kukalungkan garuda di leher ini…
lalu….. ku tegak di atas gerobak..
dengan kaosku yang terkoyak…
kulafaskan suara serak….
dalam geraham yang gemeretak…..
lantas, dengan setengah bersorak...
aku berteriak dengan ketiak mengepak…;
iINILAH DEMOKRASI BANGSA KAMIII....!!

Tapiii…aahhh..
selalu saja….
setiap mengeja sepotong kata; DE-MO-KRAS-SI...
tiba-tiba pangkal lidahku ini serasa tersekat duri….
tiba-tiba pula di hidungku, negeri ini seperti bau terasi…
tiba-tiba juga dimataku, demokrasi itu seperti mayat berbungkus kafan…,
yang diatas peti mati itu aparat penegak hukum seolah-olah menari
dalam gelinjang yang menggairahkan….
sambil mengacungkan neraca keadilan di tangannya yang kiri..
sementara di tangannya yang kanan, rupiah mereka taburkan berpeti-peti….
iiihh….betapa kurasa demokrasi ini mengiris hati…! ngeriii….!

Mimpikupun tinggal mimpi untuk berbangga diri…

Dan ketika pesta demokrasi ini semakin mendekati hari…
Televisi swastapun berpacu diri….
menyajikan nyaris sepanjang hari menu membosankan yang serasa basi
tentang demokrasi negeri ini yang sudah menjadi KOMODITI…..

Yaaah….KOMODOTI.
Sebaiknya, tak usah basa-basi lah untuk mengobati borok diri ini…,
Tak usah kita takutlah ditangkap polisi untuk membenahi negeri ini…
Mari kita singkap saja kudis di kulit diri..,
bahwa ; bukankah pesta Berebut Tahta Istana adalah komoditi dagang
dengan harga yang menggiurkan….?

Lihatlah iklan-iklannya di layar kaca…..
Beragam gaya menggoda seperti merayu-rayu nurani dan akal sehat kita…
Ada iklan Capres yang seperti iklan sampo…
janjinya berbusa-busa….
tapi sampai di mata pedih terasa…
Ada iklan Capres yang seperti iklan pembalut…
menawarkan kenyamanan…
tak gampang ditembus hukum….
dan cepat menyerap aspirasi rakyat….
Ada iklan Capres seperti dukun cilik Ponari…..
yang dengan ujung jari beliau bermimpi ingin mensejahterakan segenap
penghuni anak negeri….
Akupun sebenarnya rindu iklan Capres yang seperti Syekh Puji…
yang berani membuat penjara mandiri sebelum rakyat memenjarakan akibat
ulahnya sendiri….

Namanya juga orang lagi jualan….
maklum sajalah…
Tinggal kita sebagai penonton…
sebagai pembeli…
sebagai pemilik negeri ini..
perlu jeli dan kecerdasan ekstra untuk tak tertipu dengan kiat iklan..
muslihat dagang…
untuk sebuah KOMODITI yang namanya DEMOKRASI…

Dan..
Ketika….: sepanjang hari televisi tak henti mempertontonkan pada kita ;
bagaimana sangarnya perang dagang antar tiga kubu calon penguasa….
Ketika…: tim sukses mereka saling serang dengan urat leher meregang
dalam suasana debat terbuka dan benak kita seakan diremasa-remas dalam
logika yang serasa dijungkirbalikkan saja….
Ketika….; Tim Poles Capres beradu gigih memoles barang dagangannya
agar tampak menggiurkan dan terbit selera rakyat untuk memilihnya….
Ketika….; yang namanya Deklarasi Kampanya Damai justru menjadi ajang
menabur benih kebencian dari Capres wanitanya….
Nah…ketika begini, maka pesta Pesta Demokrasi BEREBUT TAHTA ISTANA tak
ubahnya seperti Lomba PANJAT PINANG di kelurahan saja….

Yaaah….
Layaknya panjat pinang…
Mereka saling menginjak….
Saling menyakiti….
Kursi yang menggantung di ubun-ubun
mereka jolok dengan ambisi…
Tahta yang menggayut di langit-langit
sepertinya mereka kait dengan demokrasi berkalung clurit….oh, tentulah sakit.
Sepertinya saja mereka berpadu…
sesungguhnya mereka berseteru…
Tak sadar….badan diripun ditelanjangi…
Ada yang menyerang untuk menang..
Ada yang takabur dalam bertempur…
Roman coreng morengpun mereka tak hiraukan…
Asalkan impian tertinggi bisa mereka renggutkan,
maka cara apapun bisa dihalalkan…..
Soal logika, menjadi urutan kesekian saja…
Dan dalam suasana yang begini hangar ,bingar dan sangar…
maka ADEGAN BERSALAMAN-pun adalah sesuatu yang bikin gempar…

Semoga saja Demokrasi negeri yang kucintai bukan Demokrasi Panjat
Pinang yang menggelikan…
Sebab, kalau Panjat Pinang sudah menjadi model demokrasi dalam setiap
Pesta Berebut Tahta Istana….
maka; ….tepuk tangan yang menggemuruhpun tentulah bukan tepuk tangan
atas DEMOKRASI YANG MEMBANGGAKAN…..
tapi justru,l itulah TEPUK TANGAN KEPRIHATINAN ketika DEMOKRASI telah
menjadi HIBURAN….!

-- 
http://www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari

http://urangminang.wordpress.com
http://palantaminang.wordpress.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke