Kasus spt ini seharusnya tidak terjadi bila saja system rujukan dan tanggung jawab pemerintah dibidang kesehatan terhadap rakyat miskin tersosialisasi dengan baik dan berjalan dengan akurat. Dari beberapa pengalaman saya menangani dan membantu penderita keluarga kurang beruntung ini sebagian besar masalah tidak terlayani dengan baik ini adalah masalah ketidaklengkapan administrasi. Ketidaklengkapan administrasi ini mulai dari KTP dst. Saya kira hal ini perlu kita sosialisasikan dan jelas kan pada setiap keluarga...
Untuk kasus ini saran saya adalah kita mensupervisi ortu penderita agar dapat mencapai pelayanan terbaik di negeri ini. Bila RSUP M JAMIL TIDAK MAMPU dan mereka mau mengundang ahli dari pusat atau dari LN malah akan memperbaiki citra RSUP M JAMIL di tengah pelayanan yang carut marut di SUMBAR. Mengurus Jamkesda/mas saya kira adalah langkah pertama. rahyussalim -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nofend St. Mudo Sent: 14 Juni 2009 9:36 To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Derita Keluarga Miskin Jorong Siaru : Dapat Anak dengan Jantung dan Usus di Luar Tubuh Semoga ada dermawan di palanta ini yang bermurah hati membantu....... Selasa, 09/06/2009 10:00 WIB Oleh: Aurizal Nasib malang menghampiri keluarga miskin asal Jorong Siaru Nagari Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Pasalnya bayi mereka yang baru dilahirkan memiliki kelainan berupa jantung dan usus yang berada di luar tubuh. Andika (32) dan istrinya Rahmayanti (31) tidak pernah bermimpi, berfirasat dan mengira bayinya yang baru lahir, Jum'at (5/6) memiliki kelainan. Kenapa tidak, sang istri Rahmayanti selama mengandung 9 bulan mengaku tidak pernah mengalami sakit atau merasakan ada keanehan dalam kandungannya. Apalagi, proses persalinan yang dilaksanakan di Puskesmas Sulik Aie juga berjalan lancar. "Tapi setelah bayi lahir dengan selamat, barulah ketahuan kalau letak jantung dan ususnya berada di luar", tutur Rahmayanti dengan berderai air mata kepada antara-sumbar.com di RSUD Solok. Rahmayanti menambahkan melihat kondisi bayi tersebut pihak Puskesmas langsung melarikan sang bayi ke RSUD Solok, Jum'at itu juga (5/6). Setibanya di RSUD Solok, bayi langsung dimasukan ke sal anak, dan sempat dilakukan penanganan semestinya. Namun karena keterbatasan, pihak rumah sakit ini pun menyarankan agar bayi dibawa langsung ke RSUP M. Djamil Padang. Namun saran ini tidak bisa langsung dituruti karena ketiadaan uang/dana. Sang Bapak, Andika menunjukkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang diterbitkan Pemerintahan Nagari Sulik Aie. Artinya, keluarga yang baru memiliki anak (pertama) dengan kelainan saat lahir tersebut termasuk keluarga miskin (gakin). Andika mengaku dia bersama sang istri selama ini berada di rantau dan berprofesi sebagai (buruh) tukang bangunan. Dan ketika telah berada di kampung, profesinya lantas beralih sebagai buruh tani. "Karena keinginan untuk melahirkan di kampung, kami baru tiga bulan belakangan berada di Sulik Aie", tambahnya. Dengan ketiadaan biaya, tak pelak bayi laki-laki yang belum punya nama itu "tertahan" di sal anak RSUD Solok. Kedua orangtua, Andika dan Rahmayanti sangat berharap uluran tangan para dermawan. Untuk ini, keduanya memberikan nomor HP yang bisa dihubungi "081374577999". Ketua DPC Sulik Aie Sepakat (SAS), Hendri Dunan menyatakan keperihatinannya atas musibah yang dialami warganya tersebut. Dia berjanji akan segera ikut membantu pula mencarikan solusinya agar sang bayi bisa segera dilarikan cepat ke RSUP M Djamil Padang. "Tentunya, kita akan berembuk terlebih dahulu dengan pihak keluarga. Bagaimanapun, tanggung jawab utama tetap berada di tangan keluarga bersangkutan. Setelah itu, kita segera menghubungi warga SAS lainnya, Pemkab. Solok dan tentunya memohon pula uluran tangan para dermawan lainnya", tekad Hendri ikhlas. (*/wij) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=artikel&id=189 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
