Sebenarnya pertanyaannya adalah apakah kita punya sumber duit lain untuk
membiayai pengeluaran pemerintah? Apakah pajak dan pendapatan non pajak
lainnya (selain utang) bisa menutupi semua pengeluaran, rutin atau
pembangunan?

Sri Mulyani sekarang udah usaha untuk meningkatan penerimaan pajak dengan
memperluas objek pajak, tapiitu masih sangat kecil relatif dengan
pengeluaran. Ambo ndak tau, statistk terakhir dari orang yang punya NPWP,
tapi kayaknya ndak jauh dari 10-20% (ini hitungan optimis). Kalo udah,
berapa banyak?

Alternatif pembiayaan lainnya adalah SUN. SUN itu kan dijual ke publik
dengan rate yang kompetitif dengan bond swasta. Atau intinya, yield dan
interest rate dari SUN ini masih tinggi. Jadi ini bukan pilihan yang terlalu
menarik.

Kalo seandainya utang di hilangkan, satu-satunya cara agar dana yang ada
cukup untuk membiayai pengeluaran adalah dengan cara menekan pengeluaran.
Ntar kalo subsidi dihilangkan, semuanya protes. Ntar kalo BUMN di
privatisasi, semuanya protes.  Pointnya adalah, kita sekarang sering
ngelihat persoalan APBN dengan kerangka berpikirnya masih sangar parsial,
akhirnya yah semua kebijakan akhirnya salah. Padahal itu kan semuanya saling
berhubungan (utang, pajak, obligasi pemeintah, PNS, subsidi BUMN,
privatisasi, etc) :-)

Tabik

2009/6/14 Y. Napilus <[email protected]>

> Nah kalau ini, siapa yang punya peranan paling besar thd hutang ini...?
> Apakah ini masih dalam rangka mendukung ekonomi kerakyatan...? Mohon
> pencerahannya krn saya bukan orang keuangan nih...:) Thanks.
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke