Dunsanak, ninik-mamak Yth,
 
Iko ado buku terbaru Urang Bayua.
 
Silahkan dapatkan bukunya di toko-toko buku Gramedia.
 
Wassalam
 
Uni Tati (41 thn , 5 bulan)

Hartati Nurwijaya in Megara - Greece

Ikuti Sayembara berhadiah martabak bolu dan souvenir dari Rusia.
Beli buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock
http://perkawinan-antarbangsa-loveshock.blogspot.com/

--- On Sun, 6/14/09, afuadi <[email protected]> wrote:


From: afuadi <[email protected]>
Subject: [FLP] Segera Terbit: Negeri Lima Menara: A journey from Maninjau to 
Washington
To: [email protected]
Date: Sunday, June 14, 2009, 10:02 AM


Assalamualaikum  para sahabat FLP

Saya ingin memohon doa dan dukungan kawan-kawan semua. Novel pertama saya, 
"Negeri Lima Menara" Insya Allah akan diterbitkan bulan Juli 2009 oleh 
Gramedia. Novel ini adalah kisah nyata dengan sentuhan fiksi: perjalanan 6 anak 
kampung menembus dunia dengan rumus: berani bermimpi, man jadda wajada, dan 
berdoa. Jangan pernah remehkan mimpi, setinggi apa pun, karena sungguh Tuhan 
Maha Mendengar.

Niatnya adalah ibadah dengan berbagi inspirasi kepada khalayak luas. Karena 
itu, bantuan kawan-kawan untuk memforward ke banyak teman, rekan dan keluarga, 
sangat saya hargai. Jazakumullah khairan katsiran.

Salam
fuadi

Berikut beberapa komentar tokoh tentang novel ini:

*Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ
...bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan 
guru. ..bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang 
menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan...Layak dibaca para ibu yang 
bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

*Riri Riza, Sineas
" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi 
mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi 
kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara 
adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju 
dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

*Andy Noya, Wartawan dan host talkshow KickAndy 
"Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang 
bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka-teki. 
Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita"

*Herry Nurdi, Pimpinan Redaksi Majalah Sabili
Perjalanan selalu memberikan imbalan pelajaran. Tentang banyak hal. Tentang 
ruang, tentang waktu, juga tentang orang dan nilai fundamental. Novel ini 
menyarikan sekaligus menyajikan beragam perjalanan dengan tokoh-tokohnya yang 
mengisahkan pelajaran untuk para pembacanya. Selamat membaca dan menemukan 
banyak hal...

*Erbe Sentanu, Penulis Buku Quantum Ikhlas
"Demonstrasi yang indah tentang kekuatan ikhlas dan "kesengajaan" prasangka 
baik kepada Tuhan. Rumus proses belajar yang jitu: yaitu murid ikhlas diajar, 
guru ikhlas mengajar. Hasilnya secara tidak disangka-sangka, terbuka lebarlah 
pintu hikmah dan pintu dunia akhirat. "Ditulis "menggunakan kata" hati, 
sehingga terasa menyentuh hati...Bacalah dan ambillah hikmahnya.."

*Gola Gong, Pengarang, Pengelola Rumah Dunia
"Negeri Lima Menara" membuat saya ingin kembali memutar arus waktu. Saya ingin 
kembali ke masa kanak-kanak dan mengalami masa seperti  Alif, Said, Atang, 
Dulmajid, Baso dan Raja. ...Buku ini bagus sekali untuk dibaca oleh keluarga 
muda, yang sedang merenda hari depan. Membaca buku ini,  semakin memastikan 
bahwa hidup ini indah dan memiliki cita-cita setinggi langit adalah sesuatu 
yang memungkinkan.  Seperti yang ditulis pengarang buku ini, "Modal kami hanya 
berani bermimpi, lalu berusaha, bekerja keras dan menggenapkan dengan doa. Man 
jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil…" Jadi, bacalah buku 
ini! Dan kita akan mendapatkan spirit itu. 

*Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
"Sebuah novel yg merekam pengembaraan anak kampung di pinggiran danau Maninjau 
menjejakkan kaki dan tinggal di Washington DC, pusat superpower dunia. Sebuah 
mozaik kehidupan mimpi seorang santri kampung yg mengepakkan sayapnya memasuki 
dunia baru berkat pendidikan dan nyalinya yg kuat. Wajib dibaca oleh penutur 
agama khususnya"

*Emha Ainun Nadjib
Masyarakat dunia, khususnya Indonesia, sedang mengolah kekayaan alam, 
kreativitas pengetahuan dan invensi serta inovasi teknologi menjadi sampah 
kebudayaan, kekonyolan mental, kehinaan moral dan kekerdilan kemanusiaan. Fuadi 
melakukan yang sebaliknya: dengan bukunya ini ia mengolah sampah-sampah masa 
silam kehidupannya menjadi emas permata masa depan...

*KH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo
Novel ini bercerita bahwa "pesantren kemasyarakatan" bebas mendidik anak bangsa 
dalam keislaman dan keilmuan.  Alumninya dengan menumpang "perahu moral" bisa 
melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya 
dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri 
manusiawi darinya. Selamat menikmati.

*Ary Ginanjar Agustian, Penulis Buku Best Seller ESQ
"Kisah dalam buku ini menggelorakan semangat untuk mewujudkan impian sekaligus 
memberi keyakinan bahwa kesungguhan akan membuahkan keberhasilan. Bacaan yang 
tanpa disadari mengasah kecerdasan emosi dan spiritual."

*Udjo, artis
...pikiranku melayang langsung masuk ke sebuah 'dongeng' perjalanan tentang 
persahabatan, hidup dan mimpi.....Tidak sadar ternyata dongeng itu berdasarkan 
kisah nyata dari sang penulis. Ingin rasanya menjadi bagian dari kisah yang 
menakjubkan ini. Jadi sahabat yang ke tujuh, mungkin gak yaa?:) Tampaknya kini 
giliran aku punya mimpi dan meyakini bahwa mimpi itu bisa terjadi....Sungguh 
inspiratif!

*Wicaksono, blogger, wartawan Tempo
...bagaikan menikmati laporan jurnalistik seorang wartawan kawakan. Begitu 
detail dan penuh deskripsi. Kita seperti dibawa bertamasya secara spiritual, 
dari Bukittinggi yang permai hingga Washington yang bersalju. Dari Pondok 
Madani yang ajaib hingga Trafalgar Square yang menegakkan bulu roma. Sangat 
inspiratif.

Sinopsis Novel "Negeri Lima Menara"
Buku Pertama dari Trilogi oleh Ahmad Fuadi
Terbit Juli 2009 
Penerbit: Gramedia

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar 
ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit 
Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru 
Danau Maninjau. Bukannya masuk SMA, tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari 
tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok 
Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi 
Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" 
sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.  Dia 
terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau 
dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu 
Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara. Dia 
belajar menjadi orator seperti Bung Karno, memaksa diri bercakap-cakap dengan 
bahasa Arab dan Inggris, serta mendaftar jadi tim sepakbola—walau hanya duduk 
di bangku cadangan. Pelan-pelan, dari setengah hati, dia mulai jatuh hati pada 
sekolah baru, Kiai yang bijak dan para guru yang inspiratif. 

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari 
Medan, Said dari Mojokerto, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso 
dari Gowa.  Bersama kawan-kawannya, Alif belajar menjadi anak muda yang tahan 
banting dan percaya diri. Di saat yang sama, jauh di pedalaman hatinya, 
cita-cita menjadi Habibie tidak pernah padam. 

Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib 
sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia 
mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. 
Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Jangan pernah remehkan impian, 
walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Lima belas tahun kemudian, 6 sekawan menemukan bahwa nasib secara ajaib 
mendaratkan mereka di 5 negara yang berbeda. Ini adalah realisasi mimpi-mimpi 
mereka ketika duduk-duduk di kaki menara PM. Baso, Atang, Raja dan Alif 
terdampar di hiruk-pikuk kemodernan London dan Washington DC dan eksotisme 
Kairo dan Madinah. Sebaliknya Dulmajid dan Said memutuskan pulang kampung. 
Menempuh jalan sunyi mengajar mengaji di surau dan madrasah. Tangan Tuhan, 
melalui mimpi, tekad bulat, kerja keras dan doa menuntun mereka ke "menara" 
hidup mereka masing-masing. 

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu 
mereka? Mengapa ada yang menggigau dalam bahasa Inggris? Apa pengalaman 
mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? 
Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa 
Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak 
berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu 
Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang 
inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah 
buku pertama dari sebuah trilogi. Terbit bulan Juli 2009.


Tentang Penulis 

Ahmad Fuadi lahir di Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau 
tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka.  Ibunya guru SD, ayahnya guru 
madrasah. Lalu Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk 
sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang 
diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang 
membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, "man jadda wajada", siapa 
yang bersungguh ¬sungguh akan sukses. Juga sebuah hukum baru: ilmu dan bahasa 
asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia. Bermodalkan doa dan manjadda 
wajada, dia mengadu untung di UMPTN. Jendela baru langsung terbuka. Dia 
diterima di jurusan Hubungan Internasional, UNPAD.  

Lulus kuliah, dia mendengar majalah favoritnya Tempo kembali terbit setelah 
Soeharto jatuh. Sebuah jendela baru tersibak lagi, Tempo menerimanya sebagai 
wartawan. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya 
di bawah para wartawan kawakan Indonesia.  

Selanjutnya, jendela-jendela dunia lain bagai berlomba-lomba terbuka. Setahun 
kemudian, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk program S-2 di School of Media 
and Public Affairs, George Washington University. Merantau ke Washington DC 
bersama Yayi, istrinya—yang juga wartawan Tempo—adalah mimpi masa kecilnya yang 
menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan 
VOA. Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September dilaporkan mereka berdua 
langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill. 

Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa 
Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang 
film dokumenter. Kini, penyuka fotografi ini menjadi Direktur Komunikasi di 
sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy.  

Fuadi dan istrinya tinggal di Bintaro, Jakarta. Mereka berdua menyukai membaca 
dan traveling. Saat ini, di horizon yang jauh Fuadi melihat jendela-jendela 
terus dibukakan tangan Sang Maha Pembuka. Dia hanya bisa menunduk dengan 
mengucap "Alhamdullillah" dengan berjuta syukur.   












------------------------------------

===========================
Situs resmi FLP:
http://www.forumlingkarpena.net

Blog FLP (unofficial site):
http://forumlingkarpena.multiply.com

Kalau mau keluar dari milis ini, kirim saja email kosong ke     
[email protected] . Tunggulah email konfirmasi dari 
Yahoo Groups, dan silahkan di-reply (balas) tanpa mengubah apapun.

Ingin ikutan milis tanpa membuat email Anda penuh? Baca kiatnya di 
http://forumlingkarpena.multiply.com/journal/item/45
=======================



Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum_LingkarPena/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum_LingkarPena/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke