Senin, 15 June 2009

Orang Minang, Tulangnya Kropos


Padang, Singgalang
Sebanyak 60-70 persen warga Sumatra Barat menderita penyakit
osteoporosis (tulang keropos). Besarnya jumlah penyakit itu lantaran
makanan di daerah ini banyak mengandung santan.
Hal itu diungkapkan dokter ahli tulang dari Jakarta, dr. Irfan Buchori
selaku pembicara dalam seminar dan pemeriksaan tulang keropos di food
court Sentral Pasar Raya (SPR), Sabtu (13/6). Kegiatan pemeriksaan itu
hasil kerjasama Apotek Cahaya SPR yang diikuti oleh sedikitnya 50 orang
peserta.
Lebih jauh disebutkan Irfan Buchori, penderita tulang keropos ini tak
hanya orangtua namun bisa segala umur, sehingga perlu diwaspadai dari
dini. Penyebab lainnya, pola hidup yang tak teratur karena kurang
istirahat, proses kehamilan yang tak baik, dan juga bisa juga diderita
ketika bayi baru dilahirkan. 
Bagi anak-anak atau orang muda tak sulit mengobati penyakit ini, cukup
dengan memakan makanan yang mengandung kalsium lebih banyak. Sedangkan
orangtua bila memakan juga makanan yang mengandung kalsium, kerapkali
bertentangan dengan penyakit lain seperti rematik.
"Oleh sebab itu, saya tengah menyiapkan obat mengunakan kalsium hidrat
yang dibuat dari kulit jeruk nipis. Obat ini aman dan tak menimbulkan
efek samping terhadap penyakit lain," imbuh Irfan.
Obat kalsium Calbon tersebut, bisa diperoleh di Apotek Cahaya yang
beralamat di SPR GF B.12. Diakuinya, kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan kondisi tulangnya masih minim, sehingga ini menjadi PR
untuk kedepannya. Pada tempat yang sama apoteker Apotek Cahaya,
Elyunaida menambahkan, kegiatan ini akan terus digelar tiap bulannya
sebagai bentuk wujud sosial apotek buat masyarakat. Pemeriksaan tulang
saat itu, mengunakan alat yang canggih dan akurat dari Amerika dengan
nama Densitometri. 
"Kami memang sengaja memilih pemeriksaan tulang, karena selama ini
masyarakat sering lengah terhadap penyakit tulang keropos ini," ujar
Elyunaida.103

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=210
7

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke