Pak Saaf ,lebih baik terlambat tahu daripada tidak tahu sama sekali, memang 
agak sedikit sulit menahan nafsu makan,begitu juga dengan nafsu-nafsu yang 
lainnya ,tetapi kalau kita sudah menyadarinya dan langsung taubat nasuha dengan 
kapok istilahnya ,buktinya pak Saaf panjang umur ,kebanyakan urang awak yang 
tidak pernah tahu sama sekali karena makan terlalu banyak umur mereka stop 
dikepala lima puluhan atau enam puluhan saja .
Yulmatri Rais 59 JKT
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>

Date: Tue, 16 Jun 2009 03:36:16 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Orang Minang, Tulangnya Kropos


Terima kasih, Yulmatri. Ternyata waktu muda dahulu saya telah melanggar salah 
satu sabda Rasulullah, yaiu suka makan sampai kenyang dan : banyak 
kholesterolnya.Bagaimana sekarang ? Saya sudah kapok. Makan saya a la kadarnya 
saja, dan saya jaga kadar kholesterolnya. Sekarang saya gemar makan pecel dan 
gado-gado, kalau yang berdaging, ikan dan ayam, yang rendah kadar 
kholesterolnya. 

Wassalam,
Saafroedin Bahar(L, masuk 72 th, Jakarta) 


--- On Tue, 6/16/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Orang Minang, Tulangnya Kropos
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 16, 2009, 5:17 PM

   Assalaamualaikum ww Pak Dr Saafroedin Bahar
Telah diadakan penilitan di Amerika bahwa jantung semua manusia dapat bekerja 
dengan baik selama 85 tahun ,tetapi karena kebanyakan manusia itu sendiri yang 
tidak mengikuti sabda Rasulullah saw : Makanlah diwaktu Lapar dan berhenti 
sebelum kenyang . 
Dua tempat yang paling tidak disukai Rasul yaitu : 1)Perut yg keKenyangan 
2)Pasar yg penuh dengan Kebohongan. 
Wassalam Yulmatri Rais 59 JKTPowered by Telkomsel BlackBerry®From:  
"Dr.Saafroedin BAHAR" 
Date: Tue, 16 Jun 2009 02:21:37 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Orang Minang, Tulangnya Kropos
Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,Berita ini perlu menjadi perhatian 
kita bersama, bukan hanya oleh karena menunjukkan masalah kesehatan dan upaya 
mengobatinya, tetapi juga karena akan berpengaruh terhadap citra masakan Padang 
yang terkesan sarat kholesterol, padahal masih ada jenis-jenis makanan yang 
kadar kholesterolnya cukup rendah [seperti ikam asam padeh kegemaran saya].
Saya sudah lama memperoleh kesan bahwa penyakit jantung amat banyak diderita 
oleh 'urang awak'. Saya sendiri pada tahun 1983 saya terkena serangan jantung 
koroner, yang mungkin sekali disebabkan karena kegemaran saya makan jeroan 
sejak kecil [usus/tambunsu, sumsum, otak]. Sewaktu saya dirawat di RS Harapan 
Kita, ternyata bukan hanya pasien yang banyak urang awak, tetapi juga 
dokternya, sehingga tidak akan terlalu keliru jika dikatakan bahwa  penyakit 
jantung adalah 'penyakit urang awak'Kini ternyata bahwa selain rentan penyakit 
jantung, urang awak juga rentan terkena keropos tulang. Terhadap hal ini perlu 
saya tambahkan data yang diketahui dalam Lokakarya di FH Unand bulan Juni 2007 
dahulu, bahwa anak-anak kita rentan kurang gizi.Dalam tahun 1960-an dahulu 
cukup ramai dibicarakan gejala psikosomatik yang khas 'urang awak', yang 
dinamakan 'Minangitis' atau 'Padangitis', yang dibahas oleh Dr Saanin Dt Tan 
Pahlawan. [Btw mengenai hal ini saya sedang
 menghubungi seorang pakar psikiatri untuk memperoleh keterangan yang lebih 
dalam, oleh karena saya ingin tahu lebih banyak]Hebatnya, juga cukup banyak 
urang awak nan jadi  dokter spesialis yang piawai, yang bisa kita mintakan 
ceramah dan masukan, selain untuk mencegah berlanjutnya paket penyakit urang 
awak ini juga untuk membangun suatu masyarakat yang lebih sehat, lahir dan 
bathin. Hanya rasanya belum  pernah hal itu kita lakukan.Dengan kata lain, 
sesungguhnya banyak 'pekerjaan rumah' yang perlu kita lakukan, jika kita 
menginginkan munculnya suatu Minangkabau yang lebih bersatu, lebih sehat, lebih 
makmur, dan lebih diridhai Allah swt.Masalah selanjutnya adalah : siapakah yang 
akan mengambil prakarsa untuk mewujudkan hal ini ? Pemda Sumbar ? DPRD Sumbar ? 
Parpol ? LKAAM ? Gebu Minang ? atau semuanya ?
Wassalam


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke