Assamualaikum w.w. Mak Ngah dan dunsanak di palanta nan ambo hormati,
Dari berita di ateh, selain curito tentang keunggulan songket Minang dan Palembang, ado terselip etimologi kato songket, seperti nan pernah kito bicarokan beberapa waktu yang lalu. Diantaronyo kito bakasimpulan bahwa kato "kain balapak" ado kaitannyo jo "lapak" nan berarti tikar. Kain balapak ditenun dengan benang mas menutupi seluruh permukaan kain sambil memberi corak atau motif pado kain tersbut. Sedang "kain bacatue" adalah sebutan yang lebih akurat bagi kain yang kadang-kadang disebut "kain batabue" karenan susunan motifnya adalah sagi ampek, ampek-ampek baginjai (catur=ampek dalam bahaso sanskerta/jawa kuno).. jadi bukan bertaburan begitu sajo.. Tapi kato "songket" sarupo curito Ibu Atitje di ateh, iyo agak beragam curito asal usul katonyo.. Malah babedo-bedo antar daerah: songko di Palembang, sungkit di Malayu, dan nyungkit di Bali.. Nan maa kolah nan batue.. Nan menarik dalam berita di ateh, adolah kato "selungka" dari Sumbawa... iko tantu maksudnya suatu istilah tenun juga... tapi mirip dengan namo nagari awak Silungkang...yang mano adalah salah satu nagari nan sangat terkenal sajak dulu sebagai salah satu pusat industri tenun.. apokah mungkin Silungkang berarti tenun??? Mohon tanggapan dari Mak Ngah Sj.Sj. Wassalam Adyan <quote> Istilah songket sendiri digunakan untuk teknik kain yang ditenun dengan tambahan benang pakan emas dan perak. Kata ini berasal junkel atau sungkil yang berarti mengangkat benang lungsi dan menyisipkan benang pakan emas, perak, atau warna lain sebagai tambahan untuk menciptakan motif di atas permukaan kain tenun. Alumnus desain tekstil Institut Teknologi Bandung ini menerangkan asal kata "songket" dari beberapa daerah. Seperti Palembang, songket berasal dari kata "songko", yang berarti saat pertama orang menggunakan benang emas untuk ikat kepala pria yang bernama songko. Di Sumatera Barat, istilah songket timbul dari kata "menjungkit" benang. Lalu, di Bali, dari kata "nyuntik" dalam proses membuat motif. Sedangkan kata "subi" dari Sulawesi Tengah dan kata "songke" dan "selungka" dari Sumbawa. Menurut dia, kain songket dibedakan dalam dua jenis. Pertama, songket balapak yang ditenun dengan desain benang emas atau perak yang penuh di permukaan kain. Kedua, songket batabua atau batabur ditenun dengan motif benang emas atau perak yang bertaburan. <end quote> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
