Semoga keluarga yg di timpa cobaan ini, bersbar dan tabah menghadapinya.Ya Tuhan Engkau bisa berbuat s kehendaknya, Tabahkan lah Ahati kami. Amin. Wass.Muzirman Tanjung.
Bantuan Mengalir untuk Keluarga Korban Tambang By Republika Newsroom Rabu, 17 Juni 2009 pukul 23:46:00 SAWAHLUNTO--Bantuan dari pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) terus mengalir terhadap keluarga kecelakaan ledakan gas metan di lubang tambang batubara di Kota Sawahlunto, Sumbar. Data yang dihimpun ANTARA di lokasi kecelakaan tambang di Ngalau Cigak, tepatnya pada perbatasan wilayah Kota Sawahlunto dengan Kabupaten Sijunjung itu, Rabu, menunjukkan sejumlah kepala daerah berdatangan langsung melihat lokasi kejadian dan upaya evakuasi. Sejumlah kepala daerah yang meninjau langsung ke lokasi kejadiaan di antaranya Wali Kota Padang Panjang, Suir Syam, bersama Wakil Wali Kota Padang Panjang, Edwin, SP. Wali Kota Padang Panjang, Suir Syam, mengatakan, saat meninjau lokasi ledakan gas metan, pihaknya menunjukkan keprihatian atas peristiwa yang menelan korban jiwa itu. "Kita memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai senilai Rp15 juta yang diserahkan ke koodinator tim yang berada di Posko kecelakaan tambang tersebut," katanya sembari melihat lubang tambang yang meledak itu. Sebelumnya, Sekdapov Sumbar didampingi Sekda Pemkab Sijunjung juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi ledadan gas metan yang merenggut 31 nyawa pekerja itu. Upaya evakuasi hingga Rabu pukul 17.00 WIB masih terus dilakukan tim SAR gabungan, karena masih ada satu orang korban yang belum ditemukan. Pekerja tambang batubara yang dikelola CV. Perdana itu, telah berhasil dievakusi sebanyak 31 orang dari 32 orang yang dilaporkan terjebak saat peristiwa naas itu terjadi. "Kita mendapatkan laporan dari pengawas CV. Perdana sabanyak 32 orang dan satu orang remaja bernama Paul (19) yang masuk setelah kejadian tetapi selamat," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Sawahlunto, Adri Yusman. Adri yang ditemui di lokasi, menyebutkan, sejumlah korban yang ditemukan pada Selasa (16/6) sudah dibawa keluarganya ke rumah duka. Namun, masih terdapat empat korban yang belum terindentifikasi sehingga masih berada di RSUD Sawahlunto, dan korban yang mengalami luka-luka bakar masih dirawat intensif. "Kondisi korban umumnya sudah hangus terbakar, sehingga sulit diketahui identitasnya," katanya. Buruh yang menjadi korban ledakan gas metan itu, sebagian besar warga Tanjung Ampulu Kabupaten Sijunjung dan beberapa orang asal Sawahlunto, serta seorang asal Bengkulu. *ant/pur* * * --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
