Kamis, 18 June 2009
Derita Panjang Pekerja Tambang Padang, Singgalang Tambang batubara di Sawahlunto lebih tua dari umur siapapun di negeri ini. Karena kehadirannyalah kemudian muncul rel kereta api, Pelabuhan Teluk Bayur (Emma Haven). Tambang ini memulai era industri di Ranah Minang. Ratusan orang dipekerjan secara paksa di sana. Mereka didatangkan dari berbagai daerah, terutama dari Jawa. Pekerja tambang itu, terkenal dengan sebutan "Orang Rantai" Mereka adalah orang-orang yang berusaha menyingkirkan Belanda di Jawa dan kemudian dituduh sebagai penjahat. Kaki mereka dirantai dan dipekerjakan di tambang batubara Sawahlunto. Tak terhitung banyaknya orang yang mati di tambang itu. Semua batubara di sana berada dalam Kuasa Tambang (KP) PN TBO kemudian diakuisisi oleh PT Bukit Asam (PTBA). Sejhak reformasi, dinding hukum kita robek oleh pisau demokrasi. Maka KP PTBA tak bisa digenggam lagi. Satu persatu jatuh ke tangan rakyat. Muncullah Penambangan Tanpa Izin (PETI). Kota Sawahlunto yang berpenduduk 15.279 jiwa itu, merupakan kota tambang satu-satunya di Sumatra Barat. Sebagai sebuah kota tambang, maka kota ini bersamaan pula munculnya dengan pertambangan batu bara yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1892. Batubara sudah ditemukan di sini sejak pertengahan abad ke-19 oleh Ir. de Greve. Ia kemudian mengajukan kepada pemerintah Belanda untuk menambang batu bara di daerah ini karena sangat dibutuhkan untuk dunia industri dan transportasi ketika itu. Sejak penemuan batu bara itu daerah ini selalu dikunjungi oleh para geolog. Akhirnya setelah masyarakat lokal "menyerahkan" daerah ini kepada Belanda pada tahun 1876, maka dirintislah pertambangan batubara di daerah ini. PTBA kemudian kehilangan kendali atas KP-nya. Bermuncullannya PETI, menyebabkan munculnya berbagai musibah. Pada tahun 2002 misalnya, menyebabkan 46 orang tertimbun hidup-hidup. Lantas pada pukul 10.00, Selasa (16/6) terjadi pada areal pertambangan milik PT DSR di kawasan Ngalau Cigak, Kecamatan Talawi. Pagi yang naas itu, tak memberi tanda-tanda apapun. Seperti biasa, buruh melenggang tenang masuk lobang guna mencari nafkah untuk keluarga. Kematian membantang panjang. Pekik histeris mewarnai hari-hari berikutnya. Mayat gosong bergelimpangan. Tak berbentuk. Batubara bagi Sawahlunto adalah rezeki dari Tuhan. Namun, kadang manusia lalai, akhirnya menjadi musibah. Musibah selalu saja menyisakan penyesalan. Tapi apa hendak dikata, maut telah merenggut orang-orang tersayang dari sisinya. Kematian tak terhindari. kj http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=216 5 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
