Waalaikumsallam Wr Wb Uni Iffah dan Dunanak Sapalanta
Tarimo kasih kiriman tulisan dari kawan salapiak sakatiduran ambo ko dulu wakatu kuliah, yo Bung RA kini sadang di Papua..malala sajo karajonyo kini..kalau masalah malala ko yo setipikal jo ambo..kami dulu suko sajo baputa-puta malala..kama kaki malangkah dari kampuang ka kampuang dari desa-kadesa seputar asrama kami (Dermaga Bogor) nan dulu memang masih kampuang bana situasi sakililiangnyo, kecek si Ricky ka ambo dulu "Rugi angku marantau ka Bogor (Sunda) kok lah salasai bisuak kuliah indak bisa babahaso sunda, molah kito usai kampuang rang sunda disekitar kampus ko..maota2 awak jo mamang2..bibik asrama ka rumahnyo" Iyo juo..makonyo ambo fasih sampai kini babahaso Sunda walau bahaso pasaran nan agak kasa ...abih kami usai..kampuang tu..laruik jo kehidupan urang sunda ala pedesaan.. Kami yo tukang carito jo manulih dulu walau ambo babeda gaya jo inyo dalam manulis dan bacarito..tapi nan si RA..kok mambaco tulisan jo carito ambo..biasonyo inyo maangguak2 balam sajo sambia galak sengeng "ASAL LU YA" ha..ha Salam ka Bung RA nan sadang di Papua..ambo gengsi ma SMS nyo ha..ha..ha Wass-Jepe Pada tanggal 21/06/09, hanifah daman <[email protected]> menulis: > > > Assalammualaikum WR WB dunsanak sapalanta. Hanifah teruskan sambungan > tulisan bung RA. Semoga bermanfaat. Wass > > > ----- Original Message ----- > Subject: Negeri Di Ujung Tanduk ( VII ) > Date: Sat, 20 Jun 2009 12:12:24 > From: [email protected] <[email protected]> > To: hanifah daman <[email protected]> > > > Negeri Di Ujung Tanduk ( VII ) > > by : ricky avenzora > > Singkat cerita, Hawa menyelesaikan masa pemerintahannya dan untuk bisa terus > memerintah maka dia harus terlebih dahulu menang Paduan Suara. > Tapi apa mau dikata, Hawa kalah berhadapan dengan Adipati Tinggi nya yang > banyak mempunyai rahasia negara, > Hawa kalah bukan hanya karena merasa ditikam dari belakang saja, tapi > karena dia juga kalah masa Paduan Suara. > Anak Negeri yang diberi hak untuk memilih sendiri ternyata lebih suka > pemimpin yang tinggi dan elok rupa dari pada memilih kembali dipimpin Hawa. > > Raja Tinggi mendapat suara nyata, tinggi diangka tapi entahlah soal > keabsahannya,....karena semua hanya menganga melihat kecanggihan komputer > yang menghitung suara. > Mereka hanya menganga dan terpana melihat metoda CULIK-ACCOUNT yang begitu > mempesona, termasuk para professor yg mendapat SK untuk menjadi guru besar > di bidang statistika. > Yang sangat heran adalah mengapa tidak ada yang berani bertanya, dari mana X > rata-rata yg mereka pakai sebagai refernsi kalkulasinya. > Kalau dibidang kehutanan ada yang namana nya Quick-Count Statistika adalah > sudah biasa, karena populasi tegakan pohon adalah pasti dinamikanya, begitu > pula di Amerika yang peta poltik masyarakatnya sudah ratusan tahun > dikumpulkan datanya sehingga X rata-rata sudah teruji dari dulu > kala,....sedangkan di Negeri Di Ujung Tanduk dinamika sosial-politiknya > adalah masih seperti flagelata yang merayap kemana-mana, sehingga Tuan-tuan > dan Puan-puan boleh menganga mengapa mereka menerima metoda CULIK ACCOUNT > begitu saja. > > > Culik-Account yang begitu canggihnya atau ada tipu daya yang belum terbuka, > cobalah cari jawabnya. > Culik-account setidaknya berguna untuk membangun opini masa bahwa Raja > Tinggi patut di puja. > Melalui Culik-account mereka juga berusaha melakukan tipu daya psikologi > masa, terutama untuk yang kebanyakan menganga karena kosong kepalanya. > Yg hebat adalah Culik-account adalah hanya berselisih sangat sedikit dari > nilai paduan suara,....luar biasa canggihnya,....canggih untuk menjadi kaya > dan canggih menghalalkan segala cara. > > > Adipati nan elok rupa menggantikan Hawa untuk jadi Raja dengan gelar Raja > Tinggi sebagai sebutan nya. > Tinggi raga dan tinggi pula pangkatnya, tinggi pengalaman dan tinggi pula > gelar sekolahnya, serta tinggi suara para pemilihnya sehingga semua seperti > diguna-guna untuk percaya saja bahwa sang Raja adalah tinggi pula > budi-pekerti nya. > Untuk mengukur tinggi gunung maka bisa di daki, tapi mengatakan tinggi budi > harusnya semua harus jeli dan teliti, untuk itu lihatlah apa yang terjadi > dan fikirlah apa maknanya. > Kalau alam takambang jadi guru, maka lihatlah apa yang dibawakan masa untuk > negeri yang dipimpin nya, ....untuk itu maka semua mata dalam diri harus di > padukan jadi satu sehingga bisa juga mengerti makna air muka dan > gerak-geriknya. > > > Ingatlah apa yang terjadi di Negeri Di Ujung Tanduk selama Raja Tinggi > memerintah rakyatnya. > Dari laut air-bah datang ke darat untuk menggulung puluhan ribu nyawa, dari > gunung batu dan lahar turun menghantam semua, sedangkan di atas laut banyak > kapal dan para nelayan-nelayan mereka ditenggelamkan gelombang ke dasar > samudra, serta dari dasar bumi lumpur keluar menyapu kampung-kampung halaman > rakyatnya hingga rata dan tak terlihat mata. > > > Ekonomi negeri tidaklah terlalu nyata, apa lagi data yg ada dipilin-pilin > oleh juru bicara nya. > Rakyat nya banyak yang menganga karena dibodhi oleh juru bicaranya yg > bersekolah tinggi pula. > Rakyat Negeri Di Ujung Tanduk yg mencari makan di luar negeri mereka banyak > yang dikejari-kejar dan dipukuli seperti anjing-anjing gila, tapi Raja > Tinggi diam saja. > Sementara itu, juru bicara Raja Tinggi diam saja ketika para kuli tinta dan > kuli kamera banyak yg menyebarkan betapa marahnya Raja Tinggi kepada > adipatinya yang berbicara ketika Raja Tinggi sedang memimpin rapat negara. > Itupun masih belum apa-apa dibandingkan dengan suatu kesalahan baru yang > saat itu hampir saja dibuat oleh Raja Tinggi dlm menjaga keamanan > negerinya, ....cari tahulah mengapa Raja Tinggi saat itu mau membuat > perjanjian yg mengijinkan negara tetangganya utk meletakkan pasukan tentara > mereka di wilayah Negeri Di Ujung Tanduk untuk waktu yg lama hanya dengan > alasan utk latihan militer bersama. > > > Luar biasa,....memang luar biasa,....dimana-mana terjadi hal-hal yg luar > biasa negatifnya untuk kesejahteraan dan keselamatan serta keamanan > bangsanya. > Di dalam negerinya, para juru bicara selalu menjilat Raja Tinggi yg > dipuja-pujanya dengan berbagai cara, sedangkan secara regional sepertinya > Raja Tinggi sudah tidak ada harga, buktinya negara tetangganya dengan > sangat berani berkali-kali memasuki wilayahnya. > Piring-piring terbang tua yg dimiliki oleh Negeri Di Ujung Tanduk berjatuhan > dimana-mana dan meninggalkan yatim dan janda para prajuti hingga jendralnya. > Para koruptor dikejarnya kemana-mana tapi dengan cara tebang pilih dan tidak > pula jelas efektifitasnya, sedangkan hutang ke luar negeri terus > diperbesarnya hanya untuk dihambur-hamburkan saja pada rakyatnya demi > menjaga nama baik nya saja. > > > Cilaka,....tiga belas kali cilaka, dan luar biasa celakanya. > Ketika negeri mereka sudah diambang kehancuran porak poranda, Raja Tinggi > hanya sibuk mengurus citra yang sok-bijaksana,...sedangkan para Wakil Anak > Negeri sibuk korupsi untuk membiayai perempuan-perempuan simpanan mereka. > Para alim ulama Negeri Di Ujung Tanduk tidak saja hanya sudah kehilangan > wibawa mereka, tapi juga sudah seperti badut ketika salah satu ketua nya > mengikuti acara Satu Lawan Lima yg isinya perempuan terbuka paha dan dada. > Jadi tidak heran kenapa Raja Tinggi diam saja ketika ada keluarga Raja > Tetangga yg menyiksa dada dan paha salah seorang rakyat dari Negeri Di > Ujung Tanduk yang bernama Manatahan-Pipinya, > > > Gila, ....nampaknya semua mereka sudah gila,....bukan lagi hanya gila-gilaan > saja tapi benar-benar nampalnya sudah gila semua. > Agar Tuan-tuan dan Puan-puan tidak ikut menjadi gila, maka cepatlah > bersembahyang bersama, karena Isya telah datang pula. > Agar tidak hanya sembahyang tunggang-tunggit saja, maka tanyalah kenapa > perlu melakukan Isya. > Jangan lupa pula tentang siapa yg menyembah, kenapa menyembah, dan apa yang > disembah,...karena itu dasar mulanya. > > > P. Semporo Sentani-Tengah,, 20 Juni -09. > Jam. 21.17 WIT > > Salam, > r.a > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
