Dear all,
Info ini -- bila benar -- sungguh-sungguh mengejutkan saya, karena dua hal.
Pertama, perancang strategi rangkap 'tim sopan dan tim bayonet' tersebut kurang
memahami psikologi rakyat kita, yang enggan dengan sikap kasar dalam
berpolitik. Apa mereka lupa betapa PKI sebagai partai komunis terbesar di luar
Soviet Uni [dulu] dan RRC runtuh begitu saja dikejar rakyat banyak setelah
rakyat melihat tayangan teve dalam acara mengangkat tujuh jenazah korban
G30S/PKI ? Dengan kata lain, penjelasan bung Ruhut ini malah bisa merugikan SBY
sendiri. Kedua, juga jika benar, bung Ruhut ini secara tak langsung mengatakan
kepada kita bahwa SBY bukan saja bermuka dua, tetapi juga menganut faham
Niccholo Macchiavelli, yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya.
Masyaallah.
Tapi rasanya SBY tak akan melakukan hal itu dengan sengaja ('by commission'),
terbukti dengan dipecatnya bung Ruhut dan Ahmad Mubarok, secara formal. Tapi
saya percaya bahwa SBY tak pernah menegur bung Ruhut, karena beliau kan sibuk
dan terlalu santun untuk menegur.Jika demikian halnya, maka SBY melakukan
pembiaran ('by omission').
Tolong para sanak yang punya akses kepada tim sukses SBY untuk segera
mengklarifikasi 'penjelasan' bung Ruhut yang bisa merugikan SBY ini. Tanggal 8
Juli kan makin dekat juga.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
--- On Sat, 6/20/09, Nofrins Napilus <[email protected]> wrote:
From: Nofrins Napilus <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Fw: Ruhut Akui Diformat Jadi Tim Sangkur SBY
To: [email protected]
Date: Saturday, June 20, 2009, 2:53 PM
FYI. Mungkin cukup menarik disimak. Apakah pengungkapan "seolah real story" ini
jg bagian dr strategi, entahlah...
Tp yg pasti membangun CITRA dlm waktu singkat, jelas perlu strategi yg
terencana dg langkah2 usaha yg DIRASA baik. Setidaknya dirasa baik utk pihak yg
dipromosiin...
Yg mungkin ingin kita ketahui, kalau di Tim SBY ada Tim Sopan dan Tim Bayonet,
ada Tim apa saja di Tim JK dan Tim Mega...?
Salam,
Nofrins
Sent from my BlackBerry®, supported by THOUSANDS of Tourism Pictures @
http://www.west-sumatra.com
From: Al Faqir Ilmi
Date: Mon, 15 Jun 2009 19:27:30 -0700 (PDT)
To: Jurnalisme Damai<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; dwi eko<[email protected]>; lutfil
hakim<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; media jakarta<[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; Mayapadaprana<[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
media-jateng<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
Mediacare<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>; Mayjen Marinir
Suparman<[email protected]>
Subject: [media-sumut] Ruhut Akui Diformat Jadi Tim Sangkur SBY
Serangan Tim Capres By Design
Ruhut Akui Diformat Jadi Tim Sangkur SBY
Kamis, 4 Juni 2009 | 01:26 WITA
SEBAGIAN rakyat Indonesia terkecoh lagi. Perasaan publik kembali dipermainkan
oleh politisi demi kepentingan sesaat. Emosi masyarakat pun larut dalam
"komedi" serang-menyerang para tim calon presiden-calon wakil presiden
(capres-cawapres) . Celakanya, itu hanya sandiwara. Sebab mereka memang telah
diformat untuk melakonkan tokoh antogonis itu.
Kenyataan memilukan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 itu diakui
secara vulgar oleh tim pemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono,
Ruhut Sitompul, Rabu (3/6).
Pengacara yang kadang merangkap pemain sinetron dan kini jadi politisi Partai
Demokrat ini mengaku bahwa ucapan yang pedas itu dia lontarkan karena mengikuti
skenario tim.
Menurutnya, kubu SBY-Boediono sudah memformat tim sedemikian detil. Ada tim
sopan, pun ada tim bayonet. Tim bayonet ini bertugas menyerang kubu lawan lewat
kata pedas dan keras. Sedangkan tim sopan bertugas "seolah-olah" menyalahkan
dan mengutuk tim bayonet. Lagi-lagi demi meraih simpati publik.
Ruhut mengakui, dirinya bersama Rizal Mallarangeng dituntut memerankan peran
antagonis untuk memancing "emosi" lawan. Tugas utama mereka berdua meng-counter
isu-isu miring yang merusak citra SBY-Boediono.
"Saya dengan Rizal itu adalah pasukan sangkur SBY-Boediono atau tim bayonet
untuk meng-counter agar isu-isu miring tentang SBY-Boediono tidak dianggap
benar oleh publik. Kalau tim yang santunnya kan ada Pak Anas Urbaningrum, Pak
Marzuki Ali," ungkap Ruhut seperti dikutip inilah.com.
Berkali-kali Ruhut tampil beringas di media massa dalam rangka memerangkan
fungsi sebagai bayonet SBY. Serangannya bukan hanya pada pernyataan langsung.
Berbagai tulisan pun miring tentang SBY pun ia lahap.
Tampaknya Ruhut sudah disiapkan jauh sebelumnya untuk posisi itu. Makanya,
editorial harian Media Indonesia, edisi Senin, 30 Juli 2007, Sandiwara Presiden
Menjadi Rakyat Biasa, tak lepas dari "serangan balik" Ruhut. Hanya saja, pada
momen ini, pernyataan Ruhut masih terkesan hati-hati.
Beberapa pekan terakhir, Ruhut tampil kian beringas. Saat wacana boikot pemilu
memuncak, akhir April, Ruhut berkali-kali tampil gemilang menangkis serangan.
"Saya ingin mengingatkan kepada Ibu Mega, Mas Wiranto, Mas Prabowo, atau kepada
yang lain bahwa, tindakan boikot dapat dikategorikan tindakan mengacau pemilu
dan memiliki sanksi hukum. Jelas, ada sanksi hukumya, perlu diketahui itu.
Ancamannya cukup berat kepada mereka yang mau menggangu Pemilu," jelas Ruhut
menanggapi maneuver kelompok Teuku Umar ketika itu.
Awal Mei, Ruhut kembali mengguncang kubu pertahanan lawan, utamanya Golkar.
Ketika itu Ruhut membentengi upaya lobi yang dilakukan kubu SBY ke PDIP. "Ya
itu pasti ada ketakutan Golkar kalau PDIP berkoalisi dengan kita. Kenapa dari
pihak Golkar bicara etika politik dan yang lain seperti bicara ketakutan,
namanya politik apapun bisa terjadi," ujarnya.
Ruhut semakin menggila. Puncaknya 27 Mei lalu. Ketika Ruhut tampil berdebat
"kusir" melawan Permadi (PDIP) dan Fuad Bawazier (Partai Hanura).
Lalu terlontarlah pernyataan spektakular Ruhut yang membuktikan bahwa "mulutnya
benar-benar harimau baginya."
Mungkin karena lelah melayani Fuad, Ruhut meminta Fuad yang kebetulan berdarah
Arab agar tak banyak bicara karena sumbangsi bangsa Arab terhadap negeri ini
tidak ada.
Ruhut diprediksi bakal tersungkur setelah muncul berbagai aksi kecaman.
Sejumlah ormas Islam mendesak Ruhut meminta maaf dan meminta Partai Demokrat
memecat Ruhut.
Tapi Ruhut tak bergeming. Dia tetap aman dan tanpa beban. Mengapa? Karena dia
memang disiapkan untuk berbuat seperti itu.(as kambie)
Menyerang Terus karena Tak Pernah Ditegur SBY
DEBAT Kusir Ruhut Sitompul, Permadi, dan Fuad Bawazier, 27 Mei lalu, diprediksi
bakal menamatkan riwayat Ruhut. Diskusi bertajuk Mengungkapkan Strategi Tim
Sukses Capres
itu mengarah ke isu SARA.
Diskusi yang menampilkan tiga pendekar politik itu dari awal sudah diprediksi
memanas. Permadi berpenampilan serba hitam sesuai kesukaannya pada mistis
simbolis, berhadapan dengan Ruhut yang dikenal berdarah panas dan cepat naik
pitam. Ditambah Fuad yang gemar mengeritik dengan bahasa sederhana tapi
menohok.
Ruhut tampak mulai terpancing saat Fuad dan Permadi menyinggung tentang paham
neoliberalisme yang ditabalkan kental dianut Boediono.
"Sudahlah, jangan latah bicara neolib. Pak SBY memilih Boediono karena fokus
menangani krisis global. Jangan saudagar, ibu rumah tangga yang hanya tahu
harga cabe tiba-tiba bicara ekonomi kerakyatan," tegasnya.
Dia ditimpali oleh Permadi, "Pak Prabowo itu sebelum membikin partai sudah
ngomong ekonomi kerakyatan. Kalau jadi capres yang berbuat untuk rakyat jangan
hanya klaim berhasil ini itu."
Fuad menambah serangan, "Sudahlah, tidak usah mengelak kalau memang neolib.
Orang kalau sudah terpojok akan kalap. Apa susahnya mengaku salah, ya saya
berdosa karena neolib. Kan selesai."
Mendapat serangan seperti itu, Ruhut malah membalasnya dengan hal-hal yang
bersifat personal, seperti kedekatan Fuad dengan keluarga Cendana hingga
perdebatan keluar dari konteks diskusi. Ruhut bahkan membawa isu etnis tertentu
di Indonesia dalam dialog tersebut.
Pascadiskusi, giliran Ruhut menerima serangan bertubi-tubi. Bukan hanya dari
tim capres-cawapres. Kecaman justru mengalir dari ormas Islam. Namun Ruhut
lagi-lagi tak bergeming.
Rahasianya dia ungkap sendiri. Dia mengaku tetap melakonkan perang sebagai Tim
Bayonet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurutnya, pernyataanya yang dianggap telah menyinggung etnis Arab tidak
terlalu direspon oleh SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Makanya,
tak ada secuil sanksi pun yang ia terima meski puluhan ormas Islam mendesak
agar dia dipecat.
"Saya itu masih di tim sukses SBY-Boediono. Pak SBY itu tidak pernah menegur
saya, Pak Hadi juga bukan menegur. Jadi saya santai saja karena dengan kajadian
ini saya jadi orang yang sangat diperhitungkan diantara 3 pasangan
capres-cawapres ini," ujar Ruhut.(as kambie)
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
http://www.tribun- timur.com/ read/artikel/ 31610
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur. com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@ yahoo.com
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
media sumut
MARKETPLACE
(1) New IQ Challenge. 92.6% of Americans get this question wrong!.
How Many Triangles? 92.6% of Americans Fail this Question!.
Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for
the world and for each other
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
2
New MembersVisit Your Group
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Share Photos
Put your favorite
photos and
more online.
Search Ads
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.
..
__,_._,___
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---