Assalamualaikum wr.wb.

Dunsanak sadonyo, artikel dari Kompas.com nan ambo kutip di bawahko
terjadinyo jauah dari kampuang awak. Mudah2an indak akan pernah terjadi di
tampek awak, walaupun ambo "ketar ketir" juo, takana dek ambo waktu karajo
di sumbar dulu (85-87) banyak ibu2 nan berbahasa indonesia ka anak2nyo di
rumah. Di kantua ambo pun, komunikasi sekari2 bahasa Indonesia. Kok ambo
cubo mangecek bahaso awak, jawaban nan ambo dapek acok kali dalam bahasa
indonesia. Pai kalapau pun urang indak amuah menjawab jo bahaso minang.

Antah ado hubungannyo antah indak, rasonyo kawan2 ambo nan non-Minangkabau
(ataupun urang Minangkabau tapi lahia di rantau), setelah 2-4 tahun karajo
di Padang pun indak bisa berbahasa Minang do ... Lucunyo, ambo justru bisa
berbahasa Sunda waktu di Padang ...

Riri
Bekasi, L, 47

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/06/23/0331388/Anak-anak.Ternate.Tak.Tahu.Bahasa.Ibunya

 Anak-anak Ternate Tak Tahu Bahasa Ibunya
    <http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/09/223856p.jpg>
<http://oase.kompas.com/read/xml/2009/06/23/0331388/Anak-anak.Ternate.Tak.Tahu.Bahasa.Ibunya#>
Ilustrasi
   /


 Selasa, 23 Juni 2009 | 03:31 WIB

*TERNATE, KOMPAS.com*--Anak-anak di Ternate, Maluku Utara, umumnya tidak
mengetahui bahasa ibunya (bahasa daerah Ternate-Red) karena dalam komunikasi
sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat, mereka lebih
suka menggunakan Bahasa Indonesia.

"Anak-anak di Ternate yang tidak mengetahui bahasa ibunya tersebut, tidak
hanya yang tinggal di perkotaan, tapi juga di daerah pelosok," kata seorang
tokoh adat Kesultanan Ternate, Ridwan, SH di Ternate, Senin.

Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa mengancam kelestarian bahasa daerah
Ternate, baik sebagai identitas warisan budaya leluhur Kesultanan Ternate,
maupun sebagai salah kekayaan budaya nasional.

Menurut dia, keluarga memegang peranan penting untuk membuat anak bisa
mengetahui bahasa ibunya, yakni dengan cara menjadikan bahasa ibu sebagai
bahasa komunikasi sehari-hari di rumah.

Lingkungan sosial sekitarnya juga memiliki kontribusi besar untuk membuat
anak-anal di lingkungan setempat bisa fasih menggunakan bahasa daerah
setempat, dengan cara menjadikan bahasa itu sebagai bahasa utama dalam
komunikasi sosial sehari-hari.

"Saya lihat orang tua di Ternate lebih suka menggunakan Bahasa Indonesia
dalam komunikasi sehari-hari di rumah, padahal orang tua bersangkutan (ayah
dan ibu) sama-sama asli Ternate,  jadi wajar saja kalau anak-anaknya tidak
bisa berbahasa daerah Ternate," katanya.

Masyarakat Ternate seharusnya bangga dan rasa memiliki terhadap bahasa
daerah Ternate. Mereka harus lebih mengutamakan menggunakan bahasa daerah
Ternate dalam komunikasi sehari-hari di rumah dan dalam berinteraksi dengan
lingkungan sosial sekitarnya.

Wali Kota Ternate, Syamsir Andili, sejak dulu mengkhawatirkan kelestarian
bahasa daerah Ternate. Oleh karena itu, pemkot setempat telah mewajibkan
kepada seluruh Sekolah Dasar (SD) di Ternate untuk mengajarkan bahasa daerah
Ternate sebagai mata pelajaran muatan lokal.

Pemkot Ternate telah mengangkat lebih dari 100 guru kontrak dengan honor
Rp750.000 per bulan sebagai guru bahasa daerah Ternate di seluruh SD di
daerah ini. Para guru kontrak itu nantinya akan diangkat menjadi Pegawai
Negeri Sipil di lingkup Pemkot Ternate.

Salah seorang guru kontrak bahasa daerah Ternate, Erda mengatakan,
dimasukkannya bahasa daerah Ternate sebagai mata pelajaran muatan lokal di
SD, banyak membantu anak-anak untuk lebih memahami bahasa daerah Ternate.

**

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke