Tiap Malam Bom Ikan Meledak di Perairan Pariaman

 

Selasa, 23 Juni 2009 | 10:03 WIB

PARIAMAN, KOMPAS.com - Penangkapan ikan dengan menggunakan bom masih
berlangsung di perairan pantai Sumatera Barat, terutama di kawasan laut
Kota Pariaman. Kasus seperti itu akan menimbulkan kerusakan terumbu
karang dan berkurangnya hasil tangkapan nelayan tradisional.
     
"Penangkapan ikan dengan bom hampir setiap malam terjadi di perairan
Pariaman. Akibatnya, terumbu karang di kawasan itu rusak hingga 55
persen," kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota
Pariaman, Masyuri, di Pantai Cermin Pariaman, Senin.
     
Menurut dia, kerusakan lingkungan di sektor kelautan cukup
memprihatinkan sehingga hasil penelitian yang dilakukan kalangan
akademisi di perairan Pariaman, diperkirakan kerusakan terumbu karang
mencapai 55 persen.
     
Kondisi ini terjadi tidak lepas dari lemahnya penegakan hukum dan
pengawasan untuk menyelamatkan potensi laut dari tindakan kejahatan yang
menimbulkan kerusakan itu. Praktik penangkapan ikan dengan menggunakan
bahan berbahaya itu jaraknya dari bibir pantai berkisar empat hingga
lima mil laut.
     
"Memang sudah terbentuk kelompok pengawas yang terdiri dari masyarakat
kawasan pantai, namun sarana untuk patroli tidak ada. Aksi illegal
fishing sering ketahuan nelayan tradisional tetapi bagaimana
mengatasinya?" katanya.
     
Wali Kota Pariaman Mukhlis R membenarkan masih adanya aksi kejahatan di
sektor kelautan daerah itu, bukan saja ulah nelayan setempat tetapi
nelayan dari Padang, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, bahkan ada dari
Sibolga, Sumatera Utara.
     
Para nelayan yang mengebom ikan itu, katanya, mengambil jalan pintas
untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak sehingga mengabaikan
kerusakan terhadap terumbu karang di perairan itu.
     
"Mereka (nelayan) tidak memikirkan bagaimana untuk anak-cucu atau
generasi mendatang, akibatnya penangkapan ikan itu menimbulkan kerusakan
pada terumbu karang. Padahal, merupakan tempat bersarang ikan," katanya.

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/23/10034891/tiap.malam.bom.i
kan.meledak.di.perairan.pariaman

 

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke