Apakah ide busway akan menyelesaikan carut -marut/ kacau-balau/ centang-perenang transportasi kota Padang atau akan menimbulkan masalah baru??.
Pemko yg mengambil kebijakan tanpa studi kelayakan membuat jalan tak ubahnya seperti pasar & terminal. Terminal diubah jadi pasar komersil modern, pedagang K5 berdagang dibadan jalan . Kita lihat saja nanti. Salam Nofiardi RM 41 Sabtu, 27 Juni 2009 , 10:51:00 Tahap I, Fokus Koridor Utara Bus Massal Gantikan Bus Kota Khatib <http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=7798##> Setiap hari, jalanan macet ditemui di Bundaran Matahari. Bus massal, salah satu solusi kemacetan di pusat kota. Padang, Padek--Kegelisahan warga akan kemacetan di Kota Padang, akan segera teratasi. Sistem transportasi bus massal akan diterapkan pertengahan 2010 mendatang. Saat ini, Pemko bersama tim konsultan sedang melakukan kajian teknis (detailed engineering design/DED) dimana titik-titik shelter bus massal akan dibangun. "Menurut rencana, kita akan meniru sistem busway yang ada di Jakarta. Bus massal akan mengitari jalur-jalur dan berhenti pada shelter-shelter yang telah ditentukan," terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yosefriawan. Pada tahap pertama ini, Pemko akan memfokuskan sistem transportasi bus massal di koridor Utara. Yakni wilayah batas kota-pusat kota (Pasar Raya). Bus massal ini nantinya akan menggantikan 100 unit bus kota jurusan Khatib Sulaiman yang melewati jalur Pasar Raya-Lubukbuaya. "Artinya, jika bus massal ini sudah ada, bus kota Khatib yang ada sekarang ini, tak lagi beroperasi. 100 unit bus kota tersebut nantinya akan dibeli oleh Pemko. Misalnya, pembelian lima unit bus kota akan ditukar dengan satu unit bus massal. Uang penjualan bus kota tersebut nantinya akan dikembalikan lagi dalam bentuk saham bus massal milik sejumlah PO (pengusaha oto) bus kota," kata mantan Kepala Dispenda Kota Padang itu. Departemen Perhubungan (Dephub) RI menjanjikan akan menyerahkan 20 unit bus massal untuk Pemko Padang. "Dalam minggu ini, Dishub akan menggelar rapat dengan sejumlah PO bus kota untuk membicarakan sistem buy back (pembelian kembali) saham tersebut," ulasnya. Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Padang, Fauzi Bahar melakukan penandatanganan MoU dengan Dephub RI di Kantor Kementerian Dephub, Selasa (23/6) terkait perencanaan, pembangunan dan pengoperasian sistem angkutan massal berbasis jalan di Kota Padang. "Tujuan utama transportasi bus massal ini, adalah tugas Pemko untuk memberikan pelayanan publik yang baik untuk warga. Penduduk Kota Padang yang sudah mendekati 1 juta jiwa pada siang hari (jam kerja), membawa konsekuensi semakin padatnya arus lalu lintas kendaraan. Alhasil, kota menjadi macet, pelayanan angkutan transportasi menjadi terabaikan," ulas Wali Kota Padang, Fauzi Bahar. Menurut rencana, tiket bus massal di Kota Padang akan menerapkan sistem smart card atau pembelian voucher. Di tempat terpisah, Ketua Organda Kota Padang, Muslim Tanjung mendukung sistem transportasi bus massal yang akan diterapkan Pemko. "Apapun kebijakan yang memajukan transportasi kota, akan kita dukung. Sayang kan jika bantuan 20 unit bus massal (merk Mercedes Benz) dari Dephub itu tidak kita terima," ungkapnya. Keberadaan bus massal nantinya, akan mengurangi angka kriminalitas dan aksi premanisme di jalan, khususnya di atas bus dan angkot. "Sopir bus massal nantinya, tak memegang duit. Beda dengan sopir bus dan angkot, membawa duit. Selain itu, preman tak akan berani lagi menyetop angkot dan bus kota untuk melakukan pungli, dengan kedok jualan botol minuman Aqua," pungkasnya. Sopir Angkot Resah Sebagian sopir angkutan kota (angkot) di Kota Padang resah terkait rencana program bus massal yang akan diterapkan Pemko, pertengahan tahun mendatang. 20 unit bus massal terdebut dikhawatirkan, dapat mengurangi penghasilan sejumlah sopir angkot. Masril, salah seorang sopir angkot Jurusan Pasar Raya-Indarung mengatakan, jika bus massal ini beroperasi, bukan tak mungkin akan terjadi demo besar-besaran para sopir angkot. Bus missal bukan solusi kemacetan di Kota Padang. Yang mendasar itu, dibangunnya terminal angkot. Hal senada dikatakan Ali, 30. "Bus Damri yang dioperasikan Pemko dahulunya, malah mati saat ini," katanya. Sebaliknya, salah seorang mahasiswa, Yosi, 18 menyetujui sistem transportasi bus massal. "Yang pasti, aman, tak ada copet. Dan yang pasti, busnya ber-AC," katanya. (san/cr 13) http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=7798 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image002.jpg>>
