Selangkah lagi Sumbar maju dalam Industri Pariwisata. Semoga jaringan hotel 
internasional lainnya segera menyusul masuk ke Sumbar. Ada arti penting lainnya 
dg masuknya jaringan International Hotel seperti ini, yaitu Padang dan Sumbar 
dimana hotel tsb berada, akan masuk ke seluruh dunia melalui Buku Direktori 
jaringan mereka. Ini yg saya sayangkan betul kenapa sampai terjadi Novotel 
keluar dr Bukittinggi. 

Terlepas dari alasan bisnis investor, Pemda mungkin bisa bantu mestinya agar 
jangan terjadi lagi kasus seperti Novotel. Rugi skl Industri Pariwisata Sumbar 
walaupun sulit menghitung jumlah kerugiannya... Saya kalau tugas perusahaan 
keluar kota atau keluar negeri, terutama kalau belum pernah berkunjung 
sebelumnya ke kota tsb, selalu saya minta Hotel yg punya jaringan luas. Krn itu 
berarti di kepala saya ada keyakinan ttg standard pelayanan yg mereka punya: 
kenyamanan dilayani, kebersihan, food, dlsbgnya.

Terkait Best Western Hotel ini, ada 2 pertanyaan susulan buat saya:

1. Seberapa jauh Hotel ini menggunakan asesoris lokal utk membuat tamu yg 
menginap merasa bahwa mereka menginap di Ranah Minangkabau. Mudah-mudahan sudah 
lebih baik dibanding hotel2 sebelumnya di Sumbar. Terus terang, mayoritas 
kolega2 saya yg akhirnya berwisata ke Sumbar, komennya hampir sama. Waktu 
mendarat di BIM, mereka bangga sekali telah sampai di Minangkabau. Tetapi 
keluar dari Bandara dan masuk Hotel2, mereka merasa "kehilangan arah". Paling 
bbrp Hotel "nempelin" sedikit gonjong di puncaknya. Di interior, hampir tak ada 
sentuhan lokal, kerajinan lokal, etnik lokal, dll. Kalau itu Hotel heritage, ya 
tampillah fully dg heritage asesoris. Kalau kita ke Bali, keluar Bandara pun, 
Hotel2 sampai ke desa-desa, kita masih merasa berada di Bali. Mohon maaf ke 
kawan2 dari PHRI... Tapi komentar saya ini sangat serius...! Silahkan dikutip...

2. Perlu penataan jalan di depan Minang Plaza tsb agar tidak semakin macet dan 
jadi "bottle neck" masuk ke Kota Padang. Semoga ini sudah dipikirkan sebelumnya.

Sukses buat Best Western Basko Hotel dan Industri Parwisata Sumbar. Thanks.

Salam,
Nofrins
Sekjen MPKAS & Pendiri MAPPAS
"4 Rancak 5 Lamak Bana"
www.west-sumatra.com




________________________________
From: Nofiardi <[email protected]>
To: Rantau <[email protected]>
Sent: Monday, June 29, 2009 8:58:57 AM
Subject: [...@ntau-net] Hotel Bintang Lima Pertama di Sumatera Barat Diresmikan


Hotel Bintang Lima Pertama di Sumatera Barat Diresmikan 
PadangKini.com| Sabtu, 27/06/2009, 12:46 WIB
PADANG--Best Western Premiere Basko Hotel, hotel bintang lima pertama di 
Sumatera Barat, diresmikan di Padang , Sabtu (27/6/2009). 
Hotel milik pengusaha asal Pariaman, Basrizal Koto (Basko) tersebut akan 
melengkapi dunia perhotelan untuk menunjang pariwisata Sumatera Barat.  
Selama ini hotel di Sumatera Barat paling tinggi berbintang empat, seperti 
Hotel Bumiminang dan Pangeran Beach di Padang, serta Hotel The Hill dan Hotel 
Pusako di Bukittinggi. 
Bangunan Basko Hotel menyulap sebagian Plaza Minang di ujung Jembatan Kuranji, 
Air Tawar, Padang dengan melakukan penambahan menjadi bangunan hotel megah 
dengan 170 kamar dengan pelayanan internet.  
Hotel juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti ruang konferensi, ruang 
serbaguna, coffee shope, dinning room, fitness room, kolam renang, serta Minang 
Square .
Best Western yang digandeng basko adalah group perhotelan yang mempunyai 
jaringan hotel yang terluas di dunia dengan 4.200 bangunan hotel di 80 negara 
di Amerika Utara, Tengah dan Selatan, Eropa, Asia, Afrika, Timur Tengah dan di 
Pasifik Selatan.

Presiden Direktur Best Western Premiere Basko Hotel, Basrizal Koto mengatakan, 
bangunan hotel tersebut dimulai pada akhir Maret 2008 dengan biaya sekitar 
Rp200 miliar dengan bantuan kredit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Rencana awal hotel bintang empat, tapi berkat kegigihan akhirnya menjadi hotel 
bintang lima , meski dalam proses pembangunan terjadi resesi ekonomi," katanya.

Soft opening Best Western Premiere Basko Hotel dihadiri Gubernur Sumatera Barat 
Gamawan Fauzi, Ketua DPRD Sumbar Leonardi Harmainy, Wali Kota Padang Fauzi 
Bahar, Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas Kebudayaan dan 
Pariwisata James Hallyward, dan pemilik Harian Singgalang Basril Djabar. 
(berman/s)
http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=5421


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke