Asslm.Wr.Wb.

Jalur ekonomi dan bisnis darat hanya satu alternatif dan dibuat jaman
Belanda dan banyak tikungan dan jurang-jurang ( ke-lurah-an :-P )

Jalur Ekonomi-Bisnis  Sumbar - Riau - Malaka.

Apa tidak dipertimbangkan dua jalur tambahan ?
1. Jalur jalan tol 2 jalur bisa dikembangkan 4 jalur.
2. Jalur sungai purba yang terjaga kebeningannya, diperkuat sisinya
dengan beton dan tambahan jalan inspeksi 1 atau 2 jalur.

Jalan tol sekitar 200 KM Bukit Tinggi - Koto Panjang - Pekan Baru
Lebih mempermudah perhubungan dan mengurangi kecelakaan lalulintas
karena melewati tikungan tajam dan jurang yang curam.

Permasalahan pendanaan, bisa dicoba Sindikasi Bank Syariah.
PT Jasa Marga, Pembangunan dan Operasi Jalan Tol.
http://www.jasamarga.com/

Jalan yang lebar dan lurus

...

Ihdinas shirotol mustaqim ...


Wallahu Alam B.
AUGI JD
augispot.blogspot.com



2009/7/1 Nofiardi <[email protected]>:
> Rabu, 01 Juli 2009 , 09:12:00
>
> Jalan Sumbar-Riau Putus
> Longsor di Rantau Berangin
>
>
>
> Longsor di jalur lintas sumatera Pekanbaru-Bukittinggi tepatnya di daerah
> Rantauberangin
>
> Rantauberangin, Padek--Ruas jalan transportasi darat Sumbar-Riau kembali
> dihantam longsor. Kali ini, longsor terjadi di KM 80 jalur lintas Sumatera
> Pekanbaru-Bukittinggi, tepatnya di Rantauberangin, Kecamatan Bangkinang
> Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, atau berjarak sekitar 38 kilometer
> dari perbatasan Sumbar-Riau. Longsor terjadi sebanyak dua kali. Pertama
> terjadi di KM 77-80 Selasa (30/6), sekitar pukul 02.00 WIB dan di KM 65
> pukul 07.30 WIB. Longsor diduga dipicu hujan lebat yang mengguyur daerah
> setempat Selasa malam. Akibatnya, seluruh badan jalan sepanjang 50 meter
> tertimbun longsoran setinggi 15 meter.
>
> Dari pantauan Riau Pos (grup Padang Ekspres), ratusan kendaraan dari arah
> Payakumbuh-Pekanbaru, kemarin siang, terjebak antrean panjang. Untung saja,
> di sekitar lokasi ada jalur alternatif yang bisa dilalui para pengemudi.
> Jalan kampung kelas III di Desa Silam itu, tembus hingga Kecamatan XIII
> Koto, Kabupaten Kampar. Jalan kampung itu hanya bisa dilalui kendaraan roda
> empat dan roda dua. Sedangkan kendaraan roda enam atau yang memiliki berat
> di atas lima ton, tidak bisa melewati jalan ini. Tak ayal, ratusan kendaraan
> roda enam terjebak macet sepanjang puluhan kilometer dari dua arah. Truk
> dari arah Payakumbuh, terpaksa banting stir melewati jalan lintas tengah
> Sumatera menuju Kiliranjao, Kabupaten Sijunjung. Sedangkan yang datang dari
> Pekanbaru, memutar ke arah Kuansing menuju Kiliranjao.
>
> ”Kalau kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua, masih bisa lewat. Tapi,
> kalau roda enam tidak bisa lagi,” kata Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqien,
> ketika dikonfirmasi kemarin.  Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres
> Limapuluh Kota, AKP Rumzi Piliang memperkirakan ribuan truk melintasi jalan
> utama Sumbar-Riau ini setiap hari. Truk asal Sumbar umumnya mengangkut
> barang-barang kebutuhan harian dan komoditas pertanian ke Riau.
>
> Putusnya jalan tersebut, otomatis berdampak pada perekonomian Sumbar.
> ”Ondeh, lah putuih pulo jalan Sumbar-Riau, ta aniayo awak. Tapaso baputa ka
> Kiliran Jao (Aduh, sudah putus pula jalan Sumbar-Riau, teraniaya saya,
> terpaksa putar ke Kiliranjao),” ucap Ing Katua, 38, sopir mobil Colt Diesel,
> pengangkut sayur-mayur dari Padangpanjang ke Pekanbaru. Longsor itu
> diketahui para pengemudi dari polisi lalu lintas yang sengaja stand by di
> depan Mapolres Limapuluh Kota, Sarilamak, Kecamatan Harau sejak siang.
>
> Siagakan Alat Berat
>
> Dari pantauan koran ini di lokasi, instansi terkait Pemkab Kampar telah
> membersihkan longsoran di KM 80. Empat unit alat berat dikerahkan membuka
> jalan yang tertimbun bebatuan dan tanah sekitar 3 ribu kubik. Material itu
> dibuang ke Sungai Kampar dan tempat lain. Kasi Satuan Kerja Perbaikan Jalan
> Provinsi Riau, Nasri memperkirakan jalan kembali normal sekitar dua hari
> lagi. Namun Kapolres Kampar, MZ Muttaqien, justru menyebut sekitar empat
> hari lagi.
>
> Sementara Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum, juga telah
> mengirimkan bantuan alat berat ke Kampar. ”Alat berat yang ada di jalan
> Sumbar-Riau tetap stand by, mana tahu terjadi lagi longsor di daerah ini,
> mengingat curah hujan masih tinggi,” kata Wakil Bupati Limapuluh Kota,
> Irfendi Arbi ketika dihubungi tadi malam.
> Tingginya curah hujan sejak seminggu terakhir, diperkirakan bisa memicu
> longsor di sejumlah titik di sepanjang jalan Sumbar-Riau. Terutama di Kelok
> Sembilan dan Kotoalam, Kecamatan Pangkalan, Kotobaru, kawasan perbukitan itu
> mulai gundul.
>
> Daerah rawan longsor itu terdapat di sekitar lokasi penggalian batu.
> Aktivitas liar tersebut hingga kini terus berlangsung. Walau telah sering
> diingatkan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Limapuluh Kota, warga
> setempat tetap saja melakukan penggalian. Aktivitas itu sempat dihentikan
> Polres Limapuluh Kota saat longsor Maret 2008 silam, namun imbauan tersebut
> tak dihiraukan.
>
> Putusnya jalan Sumbar-Riau, sangat berdampak pada ekonomi kedua daerah. Jika
> Sumbar kehilangan pemasukan sebagai pemasok kebutuhan harian ke Riau
> sekitarnya, dan ekonomi biaya tinggi, warga Riau justru khawatir terjadi
> kelangkaan sembako atau sayur mayur. ”Yang perlu diantisipasi saat ini
> adalah kemungkinan naiknya harga sembako. Sebab, pasokan sembako dan sayur
> mayor didatangkan dari Sumbar bakal naik harganya,” kata Kapolres Kampar,
> Muttaqien.
>
> Kekhawatiran serupa juga dirasakan Wakil Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.
> ”Tiap hari, rata-rata ada lima juta telur yang dikirim warga Limapuluh Kota
> ke Riau. Selain itu, juga ada puluhan ton beras dan sayur mayur dari
> berbagai daerah di Sumbar. Jika jalan masih rusak, komoditi ekonomi ini
> tentu bakal terlambat proses pengirimannya,” ujar Irfendi. (frv/s/rpg)
>
> http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=7985
>
>
>
> The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke