Kalau kapatang lah awak caliak basamo gambar-gambar Bulu Babi (Sea Urchins), kini dapek lo awak caliak gambar-gambar Teripang atau Ketimun Laut (Sea Cucumbers).
http://images.google.com/images?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&hl=en&q=Sea+Cucumbers&btnG=Search+Images&gbv=2&aq=f&oq= Di Malaysia dinamokan pulo Gamat. Ruponyo banyak lo Gamat ko di Langkawi. Ado pulo dibuek untuak ubek, namonyo Pati Minyak Gamat. banyak lo guno Minyak Gamat tu sahinggo hampia tiok rumah di Malaysia kabanyo ado manaruah Minyak Gamat tu. Kalau mancaliak labelnyo, Pati Minyak Gamat, Khasiatnyo, banyak pulo ditulihnyo: "Menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti luka, budak kencing malam, tergeliat (terkehil), kebas kaki tangan, lengop-lengop sendi, Insya Allah sembuh." Di MakNgah lai pulo basimpan-simpan boto ketek minyak tu, dipakai pabilo paralu. Kini sakik takilik kaki lai pulo bauruik-uruik jo Minyak Gamat tu. Iyo, mudah-mudahan barakat gunonyo. Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], suheimi ksuheimi <ksuhe...@...> wrote: > > Ikakan Lapu (scorpion) yg di takuti itu adalah ikan yg sangat cantik , kerna > sekujur tubuhnya berduri runcing dan panjang, indah sekali > Dulu saya suka memeliharanya , di berimakan anak-anak ikan nila > Tapi masas itu telah lewat > Di Pekan Baru kemana ndk mencari laut > Setiap tulisan Jepe memberi inspirasi, teruslah menulis > > Terima Kasih > > Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K) > > --- Pada Sel, 30/6/09, Jupardi <jupa...@...> menulis: > > > Dari: Jupardi <jupa...@...> > Topik: [...@ntau-net] BULU BABI > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 30 Juni, 2009, 9:11 PM > > > Pak Emi dan Dunsanak Palanta RN > > Cerita Pak Emi tentu mengingatkan saya ketika di lebih tiga tahun di > Pulau Sipora mentawai berakrab ria dengan penduduk kampung Dusun > Berimanua yang salah satu sumber penghasilannya dari laut dengan segala > isinya termasuk ketimun laut ini atau yang dikenal dengan nama Teripang, > ini memang salah satu buruan atau tangkapan mereka dilaut dangkal > berkarang, berbentuk bulat loncong seperti sosis dan lunak setelah > mereka kumpulkan/tangkap dilaut lalu dibersihkan dan dijemur. Hasil > tangkapan mereka ini dikumpulkan oleh Toke dikampung tsb, waktu itu > orang minang yang membuka warung di dusun Berimanua-Sipora. > > Perdagangan mereka "barter" artinya si Minang yang buka warung kebutuhan > sehari2 menukar teripang hasil tangkapan mereka dengan kebutuhan sembako > penduduk seperti Gula, beras, kopi, teh, sabun. Mie instant dll. Mereka > sudah menjalin hubungan baik, warung si Minang tempat mereka batenggang > disaat-saat sulit misalnya musim badai (tidak melaut) maka mereka > berutang dulu kebutuhan sehari2 di warung si Minang di Dusun Berimanua, > nantinya akan dibayar dengan hasil tangkapan mereka setelah melaut lagi > sesuai dengan harga teripang yang telah disepakati potong hutang mereka. > > Lalu si Minang setelah teripang ini terkumpul banyak dibawa ke Tua Pejat > atau lansung ke Muara Padang untuk dijual lagi kepada pedagang besar > hasil laut (Toke) biasanya orang Cina yang banyak komunitasnya seputar > Muara Padang dan Pondok, Toke ini tentunya akan mengekspor ke Jepang > atau ke Singapur seperti yang Bapak Emi ceritakan dan harganya sangat > mahal. > > Lalu Bulu Babi juga banyak terdapat di laut atau perairan dangkal yang > berkarang, bulu-bulu runcing berwarna hitam sekujur tubuh binatang ini > bergerak-gerak didasar laut berkarang, tapi saya memang belum merasakan > atau pernah terinjak bulu babi ini ketika bermain-main atau mandi-mandi > di perairan dangkal berkarang yang kaya dengan segala jenis ikan hias > serta binatang laut eksotis lainnya seperti yang pernah Pak Emi alami, > tapi kata penduduk memang cukup berbahaya jika kita terinjak duri babi > ini, tapi saya pikir jika membaca cerita Pak Emi rasa takut itu tidak > lebih tidak kurang karena "ketakutan secara psikologis" karena mendengar > cerita2 seputar bulu babi jika terinjak dengan segala akibatnya. > > Saya malah yang paling takut terinjak atau kena sengatan ikan laut yang > bernama LAPU, jika ini memang pernah saya alami kaki menjadi bengkak dan > membuat kita mendemam, jika ada diantara teman-teman saya diwaktu kecil > bermain di hutan nipah dan mangrove pinggir pantai kena sengatan Lapu > ini maka pertolongan pertama yang kami lakukan untuk mengobatinya adalah > dengan getah buah Jeruju, buahnya kami ambil lalu ditumbuk sampai > mengeluarkan getah setelah itu diolesi pada bagian yang kena sengat > (pantak) lapu tersebut, Alhamdulillah ini cukup manjur, getah buah > jeruju ini menetralkan racun dari sengatan duri ikan Lapu tadi. > > Wass-Jepe --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
