Rabu, 01 July 2009
Siapa Bilang SBY Sosok Peragu? BANYAK yang menyorot bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah sosok peragu. Dan diidentifikasi sebagai sikap yang tidak cepat tanggap dalam mengambil keputusan. Tapi dalam bergaulan selama menjadi anggota MPR, Hasan Basri Durin yang sama-sama menjadi Ketua Fraksi dengan SBY menganggap, stigma peragu itu diberikan oleh orang yang hanya melihat SBY dari jauh. "Saya cukup intens bergaul dengan SBY di MPR ketika sama-sama menjadi Ketua Fraksi. Saya di FUD sedang SBY di F-ABRI. Saya justru melihatnya adalah sosok tentara yang cermat, penuh dengan perhitungan baik stategis maupun taktis dan teknis operasional," ujar Hasan Basri Durin sebagaimana dituturkannya Kepada tim penulis buku "SBY & Ranah Minang". Dalam buku itu, HBD -akronim akrab Hasan Basri Durin- mengungkapkan bahwa dalam mengambil keputusan di rapat-rapat fraksi justru jauh lebih jelimet dibanding politisi sipil sekalipun. Menurutnya, itu lantaran SBY jauh lebih memahami hal-hal non militer ini dibanding dengan teman-temannya sesama militer yang diterjunkan ke MPR/DPR. Bahkan Hasan mengungkapkan juga betapa Gubernur Sumsel, Ramli Hasan Basri menceritakan kepada HBD bahwa ia pernah menulis surat kepada Panglima TNI (d/h ABRI), sembari menyebutkan bahwa Panglima Sriwijaya Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono adalah jenderal yang brilian dan manyatakan puas dengan tugas-tugas SBY sebagai Pangdam di Palembang. "Jadi, pada figur SBY itu berpadu seorang tentara yang tegas sekaligus cendekiawan yang cermat. Soal cepat atau lambat mengambil keputusan itu adalah soal pertimbangan demi ketepatan, cepat saja kalau tidak tepat kan tidak bermanfaat untuk rakyat," kata Hasan Basri Durin. Sementara itu, masih dalam buku "SBY & Ranah Minang", wartawan senior Sutan Zaili Asril melihat SBY dari perspektif SBY melihat Minangkabau. "Ketika belum menjadi Presiden, saat masih menjadi Menko Polkam, SBY sudah memberi perhatian pada filosofi kepemimpinan Tungku Tigo Sajarangan Tali Tigo Sapilin. Saya merasa tersanjung sekali ketika SBY menyatakan akan hadir pada acara Musayawarah Besar Tungku Tigo Sajarangan I itu enam tahun silam di Padang. Zaili menuturkan bahwa kesan awalnya berkenalan dengan SBY menjelang Mubes itu betapa dari jauh SBY sudah mempelajari secara lebih mendalam perihal Tungku Tigo Sajarangan tersebut. Zaili melihat itu sebagai bentuk apresiasi tinggi dari seorang jenderal berlatar Jawa mengenai keminangkabauan. Memberi perhatian pada Ranah Minang dengan sentuhan-sentuhan yang tak terduga seperti itu juga menyentuh ulama Sumatra Barat, Buya Mas'oed Abidin. Buya Mas'oed yang senantiasa menyatakan diri sebagai orang yang berdiri di semua kelompok ketika dihubungi tim penulis buku "SBY & Ranah Minang" hanya akan bicara soal perhatian presiden pada dua hal di Sumatra Barat. Pertama soal pengakuan terhadap PDRI dan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Mohammad Natsir. "Bukan lantaran saya dekat dengan Pak Natsir, tetapi keputusan Presiden SBY tentang kepahlawanan Natsir, sudah menempatkan posisi Pak Natsir pada porsi yang sesusungguhnya. Menurut saya itu sudah merupakan perhatian besar, sekalipun pada hakikatnya Pak Natsir tidak pernah berharap diangkat jadi pahlawan nasional," kata Buya Mas'oed. Sementara perhatian Presiden SBY pada PDRI dalam bentuk Keppres Hari Bela Negara (HBN) yang menandai diperingatinya hari PDRI sebagai Hari Bela Negara secara nasional adalah telah membikin terang kembali lembar sejaran bangsa yang pernah ada di Minangkabau. "PDRI itu lahir dan berjuang di Minangkabau bersama-sama rakyat Minangkabau untuk republik ini. Tetapi selama 32 tahun kepemimpinan orde baru dan 20 tahun orde lama, PDRI seakan-akan hanya fragmen kecil dalam pentas republik ini. Bahkan selama orde baru, dianggap peristiwa 6 Jam di Jogja jauh lebih penting dibanding hari-hari panjang perjuangan di somewher in the jungle di belantara Sumatra," kata Buya Masoed. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Irman Gusman juga memberikan testimoni bahwa perhatian-perhatian SBY kepada daerah telah memberi semangat bagi perjuangan otonomi daerah. "Saya tidak ingin cerita panjang lebar, tetapi saya kira kunjungan SBY yang sampai 10 kali selama masa jabatannya jadi Presiden adalah sebuah hal yang luar biasa bagi daerah ini. Bandingkan dengan provinsi lain," kata Irman Gusman. Begitu juga perhatian kepada pers daerah. Wartawan senior Hasril Chaniago juga memberikan catatan ketika SBY menerima 11 wartawan daerah. "Tokoh pers yang diterima Presiden SBY adalah H. Basril Djabar (Pemimpin Umum Harian Singgalang), H. Darlis Syofyan (Pemimpin Redaksi Singgalang), H.M. Mufti Syarfie (Ketua PWI), Asril Kasoema (Pemimpin Redaksi Haluan), H. Sutan Zaili Asril (Pemimpin Umum Padang Ekspres), Wiztian Yoetri alias Cici (Pemimpin Redaksi Padang Ekspres), Oktaveri (Pemimpin Redaksi Pos Metro), Khairul Jasmi dan Basril Basyar (pengurus PWI Sumbar), Syamsuardi S. (Ketua PWI Bukittinggi), dan saya sendiri selaku Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Cabang Sumatra Barat. Presiden SBY didampingi Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi, Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman, Jubir Presiden Andi Mallarangeng, dan Sekretaris Pribadi Presiden Brigjen TNI Kurdi Mustofa," kata Hasril. Yang menarik, di akhir pertemuan, Presiden memerintahkan Andi Mallarangeng (Jubir Kepresidenan) untuk mengagendakan mengajak secara bergilir wartawan Sumbar dalam kunjungan Presiden ke luar negeri. Ini pertama kali terjadi untuk wartawan-wartawan daerah di masa setelah reformasi ini. Masih dalam buku "SBY & Ranah Minang", Bupati Nasrul Abit juga menceritakan pengalamannya tentang perhatian Presiden SBY pada nasib rakyat yang tertimpa musibah. "Padahal waktu di Muko-Muko sudah disediakan helikopter untuk Presiden langsung ke Padang. Tapi beliau menolak dan mengatakan akan melihat rakyat yang sedang susah di Painan dan akhirnya beliau mau menginap di rumah dinas bupati," kat Nasrul Abit mengenang menjadi tuan rumah untuk Presiden RI di kediamannya di Painan. Bahwa SBY penuh perhatian juga dibuktikan oleh Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Departemen PU, Hedyanto W Husaini. Hedyanto yang pernah menjadi Kepala Bappeda Sumatra Barat itu mengalami sendiri ketika ia diminta mengekspose soal jembatan layang Duku dan Kelok 9. "Presiden SBY memberi perhatian dengan mimik yang amat serius dan menanyakan hal-hal yang sangat detail sambil memberi masukan di sana-sini," kata Hedyanto. Buku "SBY & Ranah Minang" yang ditulis oleh trio Basril Basyar, Eko Yanche Edrie dan Zulnadi itu mereview semua perjalanan SBY ke Sumatra Barat. Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Citra Budaya Indonesia itu diluncurkan ketika pekan silam SBY datang ke Padang untuk bertemuramah dengan tokoh-tokoh masyarakat di Hotel Bumiminang Padang. (adv) http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=230 5 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
